Jangan Memainkan Semua Peran, biarkan Ia Mengambilnya

iqsqeq
IQ – SQ – EQ

Karena suatu saat kita akan meninggalkan mereka, maka jangan mainkan semua peran, bahkan peran yang enteng sekalipun dan entah peran apa saja, terutama untuk anak kita maka biarkan anak mengambil peran itu.

Dunia broadcast atau media sosial kembali ramai bicara tentang Adversity Quotient (AQ), “Setelah IQ, EQ, SQ, sekarang muncul AQ…”, tulisan tersebut bersumber dari Elly Risman, Senior Psikolog dan Konsultan Universitas Indonesia (UI).
Kissparry baru-baru ini menerima artikel tersebut, artikel AQ disini merupakan aplikasi/penerapan dari pengertian AQ itu sendiri. Dan diakhir dari turunan tulisan tersebut kami ulas mengenai arti dari masing-masing istilah itu, agar Anda mengetahui arti dari semuanya.

Judul artikel yang beredar itu adalah:

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, jelas sang Psikolog. Lebih lanjut dia menuliskan, seperti yang Kissparry turunkan berikut ini.

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini… Mama saja”.

#Tali sepatu sulit diikat, “Sini… Ayah ikatkan”.

#Kecipratan sedikit minyak
“Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar datang?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang…
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz, AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar-benar tidak sanggup lagi.

Juga, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup…

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan, dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa-bisa anak Anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yang kokoh dan mandiri…..

Akhir tulisan seperti tersebut di atas.


Untuk Anda yang ingin tahu apa itu IQ, SQ, EQ, CQ, ESQ silakan menyimak tulisan Kissparry di bawah ini.

Apakah kepanjangan dari istilah-istilah tersebut diatas.
IQ (Intellegence Quotient),
EQ (Emotional Quotient),
SQ (Spiritual Quotient),
AQ (Addversity Quotient),
CQ (Creativity Quotient), dan
ESQ (Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan dari EQ dengan SQ ).

Pengertian IQ (Intellegence Quotient)

Intelegence Quotient merupakan kepanjangan dari IQ yang artinya ukuran kemampuan intelektuas, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ adalah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tidak bisa berubah adalah mitos (alias salah kaprah), karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ seseorang dapat meningkat dari proses belajar. Kecerdasan ini pun tidaklah baku untuk satu hal saja tetapi untuk banyak hal.

Ciri-Ciri Perilaku Intellegence

  • Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
  • Serasi tujuan dan ekonomis / efesien.
  • Masalah mengandung tingkat kesulitan.
  • Keterangan  pemecagannya dapat diterima
  • Sering menggunakan abstraksi.
  • Bercirikan kesempatan.
  • Memerlukan pemusatan perhatian.

Pengertian EQ (Emotional Quotient)

EQ merupakan kependekan dari Emotional Quotient (kecerdasan emonisional) adalah kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain, dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.

Aspek EQ

  • Kemampuan kesadaran diri.
  • Kemampuan mengelola emosi.
  • Kemampuan memotivasi diri.
  • Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
  • Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati)

Perilaku Cerdas Emosi

  • Menghargai emosi negatif orang lain.
  • Sabar menghadapi emosi negatif orang lain.
  • Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
  • Peka terhadap emosi orang lain.
  • Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
  • Tidak menganggap lucu emosi orang lain.

Sifat EQ Tinggi

  • Berempati.
  • Mengungkapkan dan memahami perasaan.
  • Mengendalikan amarah.
  • Kemampuan menyesuaikan diri.
  • Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
  • Hormat, ramah, setia, dan tekun.

Pengertian SQ (Spiritual Quotient)

Kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) tidak selalu berhubungan dengan agama. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. Kecerdasan spiritual berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai suatu ibadah.

Ciri Ciri SQ Tinggi

  • Memiliki prinsip dan visi yang kuat.
  • Berprinsip kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
  • Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
  • Mampu untuk menghadapai rasa takut.
  • Cenderung memandang segala sesuatu itu berkaitan.

Pengertian AQ (Addversity Quotient)

AQ adalah kemampuan/kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stolz dalam AQ membedakan 3 tingkatan AQ dalam masyarakat :

  1. Tingkat Quitrers ( orang yang berhenti )
    Qoitrers adalah orang yang paling lemah AQ nya. Ketika ia menghadapi masalah ia langusung berhenti dan
    menyerah.
  2. Tingkat Campers ( orang yang berkemah )
    Orang yang memiliki tingkay Campers memiliki AQ sedang.  Ia merasa cukup dan puas dengan apa yang dicapainya dan ia tidak ingin lebih maju.
  3. Tingkat Climbers ( orang yang mendaki )
    Climbers adalah orang yang ber-AQ tinggi dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

Pengertian CQ (Creativity Quotient)

Kreativitas adalah potensi seorang untuk memunculkan suatu yang merupakan penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang lainnya.

Lima Ciri Kreatifitas :

  1. Kelancaran / kefasihan.
    Kemampuan memproduksi banyak ide.
  2. Keluwesan.
    Kemampuan untuk mengajukan bermacam-mcam pendekatan jalan pemecahan masalah.
  3. Keaslian.
    Mampu untuk melahirkan gagasan yang original atau asli
  4. Penguraian
    Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci.
  5. Perumusan kembali
    Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.

Pengertian ESQ (Emotional Spiritual Quotient)

ESQ merupakan gabungan dari EQ dengan SQ yang berupa penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual.

Itulah artikel yang bisa saya sampaikan dan semoga bermanfaat. Jika bermanfaat tolong di share untuk membagikan informasi kepada yang lain.
Terima kasih.

Sumber: LK

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s