Banjir Membawa Nikmat

Disisi lain terkadang banjir lebih banyak membawa petaka semisal itu banjir bandang, selain itu bisa jadi banjir membawa berkah dan nikmat. Jelasnya, banjir itu ada karena datangnya hujan yang lebat, sebab kalau banjir ada dan tidak ada hujan maka itu namanya rob, atau mendapat banjir kiriman.

Dengan membaca judul diatas, yang ada dalam fikiran kita sepertinya tidak mungkin, mari kita telaah arti dua pokok kata yaitu “banjir” dan “nikmat”.

Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan (yang semula kering) akibat meningkatnya volume air. Sedangkan nikmat adalah enak, lezat, merasa puas, senang atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Dari arti kedua kata diatas memang secara kasat mata memang sepertinya tidak mungkin karena akibat dari banjir banyak meninggalkan kesedihan, kerugian baik harta benda maupun nyawa. Tidak sedikit akibat banjir sering menjadikan trauma yang mendalam bagi yang mendapatkan musibah.

Sedikit sekali akibat banjir yang membawa nikmat bagi yang terkena banjir. Berbeda dengan Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan salah satu wilayah rata-rata ada pada dataran rendah, masih banyak rawa-rawa, pasang surut air laut terdampak, dan wilayah ini juga memiliki curah hujan tinggi. Pada bulan September s/d Maret curah hujan meningkat dan mengakibatkan banyak dataran rendahnya terendam air, hal ini diakibatkan luapan air sungai dan barengi pasang laut yang tinggi.

Dari pengalaman dan cerita penduduk asli Muba, banjir terjadi hampir ada setiap tahunnya, bahkan setiap 5 tahun sekali terjadi banjir yang lebih besar. Masyarakat menandai ketinggian banjir yang akan terjadi dengan melihat batas tertinggi telur keong pada tiang jembatan atau pohon-pohon di pinggir sungai. Terkadang tidak masuk di akal telur keong dijadikan pertanda besar atau kecilnya air banjir yang ada.

Tetapi memang hal ini menjadi penanda secara turun temurun, dan secara ilmiah bahwa binatang keong jika musim bertelur akan meletakkan telurnya di daratan yang lebih tinggi supaya sebelum telur-telurnya menetas tidak terendam air, dan menghindari serangan dari ikan atau predator yang akan memakan telur keong-keong tersebut.

Tidak kita pungkiri akibat rendaman banjir tentu akan banyak mengakibatkan kerugian, tetapi bagi masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin hal tersebut bisa membawa nikmat tersendiri.

“Nikmat apa yang dirasakan?” Anda mungkin akan bertanya-tanya.

Banjir air dan ikan

Ini rahasianya, secara geografis wilayah Musi Banyuasin sebagian besar merupakan daerah rendah berupa rawa-rawa. Banyak rawa atau sungai di daerah ini yang belum terjamah oleh masyarakat karena letaknya yang berada jauh ditengah hutan.

Rawa-rawa tersebut merupakan tempat berkembang biak ikan air tawar dan karena bertahun-tahun tidak pernah diambil oleh manusia, serta tidak bisa keluar dari rawa akibat tidak ada akses keluar seperti sungai.

Ketika volume air meningkat maka rawa-rawa tersebut akan meluap dan ikan-ikan yang berada di rawa tersebut akan keluar, disini nikmat yang akan didapat, masyarakat sekitar akan kebanjiran ikan. Ikan melimpah dimana-mana bahkan di pinggir jalanpun banyak ikan, ibarat pepatah kail di lempar ikan pasti terkait karena banyaknya ikan.

IKAN MELIMPAH

jualan dipinggir jalan
Menjual Ikan dipinggir jalan

Jika Anda melewati sepanjang jalan yang ada di daerah kena luapan air, kita akan menjumpai masyarakat menangkap ikan. Banyak cara yang dilakukan dan alat yang digunakan seperti tangkul, corong, jaring serta memancing. Kita juga akan menjumpai masyarakat akan menjual ikan di pinggir-pinggir jalan hasil tangkapan ikan.

Hal ini juga dialami daerah-daerah lain yang secara geografsi mirip dengan Musi Banyuasin.

“Banjir membawa nikmat, memang benar adanya”

Semoga bermanfaat.

By. Likkasjo (LK)

Gambar diambil dari Google

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s