Anak itu Tidak Mau ke Masjid karena Gatget

Ponsel (smartphone/handphone), laptop, tablet, komputer, dan sebagainya secara tidak langsung juga berupa alat atau perkakas. Kata Gadget, atau sering dieja gejed, sudah terlalu terbiasa diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, media cetak dan daring nasional sudah mulai menggunakan kata Gawai untuk menggantikan Gadget.

Berikut ini kisah inspiratif yang Kissparry dapatkan kiriman dari seorang teman melalui Medsos.

Al kisah… Inspiratif….

Ada seorang anak yang setiap hari rajin ke masjid, lalu pada suatu hari ia berkata kepada ayahnya, “Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi”

“lho kenapa?”, sahut sang ayah,
“karena di masjid saya menemukan orang-orang yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain”.

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata,
“baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan, setelah itu terserah kamu”

“Apa itu?”, tanya sang anak tersebut

Kemudian ayahnya berkata, “ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah”

Si anak pun menuruti permintaan ayahnya, kemudian membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati hati, hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, “Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?”,
“Sudah” jawab anaknya.

“Apakah ada yang tumpah?”, tanya sang ayah.
“Tidak”, jawab si anak.
“Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gawainya?”.
“Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini”, jawab si anak.

“Apakah di masjid tadi ada orang orang yang membicarakan kejelekan orang lain?” tanya sang ayah lagi, “Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi untuk menjaga air dalam gelas ini”.

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, “Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain.

Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu”.

Mari kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna

— selesai —

Baca juga : MENGENAL KATA BARU KKBI YANG UNIK

a_IMG_20180422_161726
Gadget dibawa ke mushala untuk memimpin rapat Silaturrahmi TPQ (Kepala TPQ/tengah bawa laptop, Ketua takmir bawa Gadget/smartphone)

Ulasan Redaksi

Ketika Anda membaca tulisan tersebut di atas apa yang Anda bayangkan, mungkinkah itu pendapat anak atau remaja atau bahkan orang tua. Artinya kisah itu mungkin rekayasa.

Terlepas iya atau tidaknya itu sebuah rekaan tetapi harus kita tanggapi secara bijak, ketika gadget atau gawai sudah bukan hal yang aneh, namun penggunaan harus terkontrol.

Namun, apabila ada seorang anak yang seperti dalam kisah tersebut itu adalah hal yang ruuarrr biasa, hebat, orang tuanya juga luar biasa hebatnya.

Mari kita lihat apa itu tentang gadget yang kemudian terkenal dengan gawai.

Gawai adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata Gadget. Jangan terkejut, karena gawai juga memiliki arti sebagai perkakas atau alat.

Ponsel (telepon selular – smart phone), laptop, tablet, komputer, dan sebagainya secara tidak langsung juga berupa alat atau perkakas. Kata Gadget, atau sering dieja gejed, sudah terlalu terbiasa diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, media cetak dan daring nasional sudah mulai menggunakan kata Gawai untuk menggantikan Gadget.

Di zaman sekarang ini yang namanya Gawai atau Gadget atau Smartphone atau Tablet sudah menjadi barang yang selalu melekat pada si empunya, tidak ketinggalan ketika pergi ke masjid / mushala benda yang satu ini sering di bawa. Orang tua, remaja, dan anak-anak bahkan kadang ke masjid atau mushala membawa alat ini.

Pada prinsipnya membawa Gadget atau Gawai ke masjid / mushala diperbolehkan sepanjang di tempat ibadah ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat, apabila ada yang main games atau hal lain yang dinilai kurang manfaat ketika di tempat ibadah tersebut sebaiknya kepada pengguna di tegur saja.

Gadget atau Gawai untuk Manfaat di Masjid

Tidak selamanya gadget digunakan yang tidak bermanfaat, namun pandangan orang sudah terlanjur berkonotasi seperti itu. Bahkan Kissparry WN pernah ditegur sendiri oleh ibunya ketika sedang di mushala main gadget, padahal Kissparry WN sedang membuat berita atau menulis artikel yang akan di publikasikan di blog.

Ketika Kissparry WN mengikuti kegiatan pembinaan para asatidz di Balai Kota Semarang, beberapa waktu lalu misalnya, langsung si gadget digunakan untuk mengetik berita / informasi dan intisari ceramah / pengajian dan seketika itu di unggah di blog. Mungkin saja ada yang menyangka “itu orang sibuk dengan smartphone-nya padahal di tempat ibadah sedang pengajian.

Sebenarnya bisa ditebak, ini gadget digunakan untuk nge-games, itu main medsos, atau untuk apa bisa terlihat dari mimik pengguna.

Mungkinkah ada yang Bergunjing di Masjid

Mungkin saja ada, namun mudah-mudahan angkanya tidak sampai 1% (semoga), sebagian para pengurus masjid dan mushala kadang berdiskusi yang melibatkan pengurus lain, sebagai koreksi atau evaluasi.

Wassalam.

Semoga bermanfaat

Kiriman artikel inspirasi Eko Handoyo
Editor Kissparry WN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s