Berita Utama Cagar Budaya Galeri Gathering Hiburan dan Wisata Ilmu Alam Konservasi Sumatera Selatan Wisata Alam

Gua Putri dalam Legenda Goa Puteri Dayang Merindu di Baturaja Ogan Komering Ulu OKU

Goa Puteri, begitu tertulis dalam papan itu memiliki kisah yang unik melegenda, ya Legenda Goa Puteri Dayang Merindu, di Baturaja Sumatera Selatan.

Kunjungan kali ini (09/03/2019), mungkin boleh dikatakan tepat setelah ditunda, mengingat lokasinya yang aduhai benar-benar bikin puas dihati. Pasalnya stalaktit dan stalamitnya sangat indah dengan gemercik air mengalir dibawahnya.

Tetapi kalau ditempat ini sendiri mungkin bikin kulit merinding takut, disamping itu kita benar-benar bersyukur atas karunia Tuhan yang luar biasa ini, dan sayang bila dilewatkan.

Goa Puteri Dayang Merindu, terlihat serem, bagi yang suka menyendiri mungkin suka berkunjung

Menuju Lokasi Goa Puteri Dayang Merindu

Goa Putri Padang Bindu terletak di Padang Bindu, Semidang Aji, Suka Merindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan 32155. Gua ini juga terkenal dengan sebutan Goa Putri Dayang Merindu.

Lokasi gua yang terletak dekat jalur perjalanan darat Lintas Tengah Sumatera, terletak di barat daya daripada Kota Palembang dengan jarak sekitar 230 km, dan dapat ditempuh lebih kurang 5 jam dan 30 menit.

Bila melalui Prabumulih – Muara Enim jarak lebih jauh menjadi 260km dengan waktu tempuh perjalanan darat lebih kurang 6 jam dan 30 menit, sedangkan untuk rombongan menggunakan armada bus pariwisata bisa memakan waktu lebih lama menjadi 7 – 8 jam, karena ada istirahat makan/shalat dan sebagainya.

Goa (Gua) Puteri, Legenda Puteri Dayang Merindu, Baturaja, Sumatera Selatan

Keindahan dalam Gua

Gua yang diperkirakan kedalamnya sekitar 150 meter ini memang terkesan begitu memukau, dengan stalaktit dan stalakmit yang ada padanya.

Ketika masuk kedalam gua yang disinari cahaya lampu juga cahaya matahari, menambah keindahan penampilan gua ini, yang didalamnya juga mengalir air dari mata air yang terdapat pada gua ini.

Pintu Masuk Gua Putri Dayang Merindu

Aliran air ini dinamakan sungai Semuhun. Dengan aliran sungai yang tidak terlalu deras, di mulut gua terlihat pengatur air yang sekaligus berfungsi sebagai bendungan.

Dipercaya, tempat ini juga terdapat petilasan dari Puteri Dayang Merindu, yakni pembaringan sang Puteri.

Pembaringan Puteri Dayang Merindu, Goa Putri Baturaja, Sumatera Selatan

Singgasana Raja diberikan untuk kemolekan stalaktit yang ada di goa ini

Legenda Goa Puteri (Dayang Merindu)

Legenda ini kami kutipkan langsung dari prasasti yang tertulis didalam Goa Puteri tersebut, maaf dengan sedikit penyesuaian bahasa.

Goa Putri, Legenda Puteri Dayang Merindu, Baturaja, Sumatera Selatan

Konon menurut Legenda, dahulu disini pernah hidup seorang puteri bernama Puteri Dayang Merindu bersama keluarganya.

Pada suatu hari disaat Sang Puteri sedang mandi di muara sungai Semuhun lewatlah seorang pengembara di tempat itu. Tatkala melihat Sang Puteri timbul perasaan ingin menyapa, namun saat itu tidak mendapat perhatian sama sekali sehingga dia merasa gusar, dia pun berujar, “Sombong nian putri ini, diam seperti batu.” Belum kering ludahnya, Putri Dayang Merindu menjadi batu.

Serunting Sakti kemudian pergi ke desa tempat tinggal Putri Dayang Merindu dan keluarganya. Dilihatnya sepi, Serunting Sakti berujar, “Sepi desa ini seperti goa sepi.” Desa itu pun menjadi goa batu.

Demikianlah menurut legenda asal mulanya Goa Putri Dayang Merindu yang terletak di Desa Padangbindu yang menjadi obyek wisata di Kabupaten Ogan Komering Ulu.


Ini adalah legenda, cerita rakyat setempat, dan bila sempat coba kita lihat dari segi ilmu alamnya. Kita tidak perlu berdebat atau menyoal cerita legenda ini. Ya.. mungkin kisahnya ada, hal itu terkait dengan munculnya nama Puteri Dayang Merindu.

Sekilas dari sudut ilmu alam, dikarenakan didalam gua kecil terdapat mata air yang terus mengalir, maka ratusan bahkan ribuan tahun perjalanan air itu mengakibatkan gerusan air ini menjadikan dirinya gua atau lorong.

Diluar itu semua, inilah kenyataan alam yang patut kita nikmati sekaligus kita syukuri. Dan oleh karenanya mari masyarakat khususnya Ogan Komering Ulu atau umumnya masyarakat Sumatera Selatan yang belum sempat mengunjungi obyek ini silakan mengunjunginya.

Oleh LikKasjo
Editor EswedeWea

Catatan :
LikKasjo tinggal di Sekayu Muba Sumsel, yang melakukan perjalanan kunjungan Dharma Wanitia Setda Muba (06-09/3/2019)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.