mutiara

Tujuh Kriteria Jilbab Wanita Muslimah

Sahabat Kissparry yang semoga senantiasa diberkahi, kali ini kita akan berbincang tentang kriteria jilbab wanita muslimah yang mungkin Anda sudah memahaminya.

Tujuh kriteria jilbab wanita muslimah ini kami sadur tempel dari media sosial, dengan tujuan ikut mengampanyekan tentang jilbab bagi seorang muslimah. Disini dikatakan dengan seorang atau 1 orang karena hal tersebut berlaku untuk orang perorang atau perseorangan khususnya bagi wanita muslim. Sebenarnya kata muslimah itu sudah menunjukkan wanita muslim, jadi jika disini disebut wanita muslimah berarti wanita wanita muslim, nggak apa-apa ya sobat kata penegasan saja, hampir sama dengan kata silakan maju kedepan (maju itu sudah kedepan).

Ibu dan Bapak guru bertugas pada upacara bendera di Hari Guru 2019

Sahabat Kissparry, kadang memang berjilbab menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, seperti contoh diatas berjilbab sebagai petugas upacara bendera. Karena sekarang jilbab sudah banyak dipakai sebagian besar bahkan hampir seluruh muslimah dalam berbagai kesempatan, termasuk contoh pada gambar, anak-anak sekolah berjilbab padahal bukan di sekolah yayasan Islam.

Zaman dahulu seorang wanita muslim biasanya masih ada punya anggapan, “saya belum pantas memakai jilbab, karena ilmu agamaku masih dangkal, jadi malu kalau pakai jilbab”. Sebenarnya ungkapan ini kurang tepat, jadi muslimah tidak boleh punya perasaan seperti itu, terlebih sekarang model dan motif jilbab sudah sangat beragam.

Perintah berjilbab, mengulurkan jilbab atau menutup aurat bagi wanita muslimah sudah jelas tertuang dalam kitab suci Alquran, dan sekarang mari kita perhatikan kriterianya.

7 KRITERIA JILBAB WANITA MUSLIMAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Menutupi seluruh tubuh.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” [Al-Ahzab: 59]

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” [An-Nur: 31]

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

يرحم الله نساء المهاجرات الأول، لما أنزل الله: {وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ} شقَقْنَ مُرُوطهن فاختمرن به

“Semoga Allah ta’ala merahmati wanita-wanita sahabat muhajirin generasi pertama, ketika Allah ta’ala menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (An-Nur: 31) maka para wanita tersebut segera memotong kain-kain mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” [HR. Al-Bukhari]

TIGA PELAJARAN PENTING:

■ Pertama: Menutup aurat (berhijab) bagi wanita muslimah dilakukan dengan dua cara:

[1] Mengenakan pakaian muslimah (Al-Ahzab: 59, An-Nur: 31).

[2] Berdiam diri di rumah (Al-Ahzab: 33. [Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33]

■ Kedua: Wanita muslimah diwajibkan mengenakan minimal dua pakaian:

[1] Kerudung, yaitu pakaian yang menutupi dari kepala sampai ke dada (An-Nur: 31).

[2] Jilbab, yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh (Al-Ahzab: 59). [Lihat Hirosatul Fadhilah, hal. 33-34]

■ Ketiga: Lihatlah teladan para sahabat wanita Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika mendapatkan perintah untuk menutup aurat, maka mereka pun bersegera melakukannya, tanpa menolaknya sedikit pun dan tanpa membuat-buat alasan untuk menundanya. Mereka lakukan itu dalam rangka taat kepada Allah ta’ala, bukan untuk sesi pemotretan, pencitraan atau bahan berita media.

  1. Pakaian tersebut bukan sebuah perhiasan, bukan pula sesuatu yang menggoda atau menarik perhatian kaum pria, seperti mengenakan hiasan-hiasan, motif-motif, logo-logo dan yang semisalnya. Karena tujuan pakaian syar’i bagi muslimah adalah untuk menutupi perhiasannya.

Allah ta’ala berfirman,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ

”Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau kepada ayah-ayah mereka, atau kepada ayah-ayah dari suami-suami mereka…” [An-Nur: 31]

  1. Tidak ketat, tidak tipis dan tidak tembus pandang.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَ

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, satu kaum yang selalu bersama cambuk bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka berjalan dengan melenggak-lenggok menimbulkan fitnah (godaan). Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk ke dalam surga. Dan mereka tidak akan mencium baunya. Dan sungguh bau surga itu bisa tercium dari jarak demikian dan demikian”.
[HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

  1. Tidak mengenakan harum-haruman.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ وَكُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ

“Siapa saja wanita yang memakai wewangian lalu ia melewati kaum lelaki sehingga mereka mencium harumnya, maka dia adalah (seperti) wanita pezina, dan setiap mata yang memandangnya telah berzina.” [HR. An-Nasai dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, Shahih An-Nasai: 5141]

Al-Hafizh Al-Munawi rahimahullah berkata,

(وكل عين زانية) أي كل عين نظرت إلى محرم من امرأة أو رجل فقد حصل لها حظها من الزنا

“Dan setiap mata yang memandangnya telah berzina, maknanya adalah, setiap mata yang melihat kepada yang haram, apakah laki-laki melihat wanita, atau wanita melihat laki-laki, maka ia telah mendapatkan bagiannya dari zina.” [Faidhul Qodir, 3/190]

  1. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir atau fasik.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, dihasankan Syaikh Albani]

  1. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, dan wanita yang menyerupai laki-laki.”
[HR. Al-Bukhari]

  1. Bukan pakaian ketenaran.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ

“Barangsiapa mengenakan pakaian ketenaran di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari kiamat.” [HR. Abu Daud dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Al-Misykah: 4346]

Al-Imam Ibnul Atsir rahimahullah berkata,

وَالْمُرَاد أَنَّ ثَوْبه يَشْتَهِر بَيْن النَّاس لِمُخَالَفَةِ لَوْنه لِأَلْوَانِ ثِيَابهمْ فَيَرْفَع النَّاس إِلَيْهِ أَبْصَارهمْ وَيَخْتَال عَلَيْهِمْ بِالْعُجْبِ وَالتَّكَبُّر

“Maksudnya adalah pakaiannya terkenal di tengah-tengah manusia, karena warnanya yang berbeda dengan pakaian-pakaian mereka, maka orang-orang pun selalu melihat kepadanya, sehingga ia bangga atas mereka dengan sifat ‘ujub (kagum terhadap dirinya) dan sombong.”
[‘Aunul Ma’bud, 9/1035]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Semoga bermanfaat

sumber Medsos @twsari
diunggah Indarsih Weanind
editor Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.