Berita Utama

Pengusaha Mikro Kecil RW.IX Tegalsari Kota Semarang, Silaturahim Hari Ini sekaligus Bazar di Lapangan Posyandu

Silaturahmi Usaha Mikro Kecil RW.IX Kelurahan Tegalsari Kota Semarang digelar hari ini di Lapangan Posyandu RW.IX kelurahan setempat diikuti perwakilan dari sembilan RT yang ada, bersama Milo Nestle.

Silaturahmi yang dikemas dalam bentuk pameran dan bazar ini bertujuan untuk menumbuhkan greget pada usaha mikro kecil yang berada di RW.IX Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, sekaligus ajang interaksi dan bertukar informasi serta pengetahuan, pengalaman para peserta.

Acara ini digelar dari pagi hingga siang dan sore hari ini (01/12/2019) bertempat di Lapangan Posyandu RW.IX Tegalsari juga didukung oleh Milo Nestle yang akan menampilkan game-game seru untuk anak-anak dengan hadiah utama berupa sepeda BMX berjumlah dua buah.

Pemerintah kelurahan menyambut baik kegiatan tersebut, terbukti Lurah Tegalsari, ibu Sri Martini S.Sos., M.A. hadir bukan pada saat acara berlangsung, tetapi hadir sebelum acara berlangsung, sekitar pukul 06.00 sudah hadir ditempat acara, padahal peserta baru persiapan, bahkan beberapa peserta belum nampak hadir persiapan.

Camat Candisari, Moeljanto, S.E., M.M beserta ibu juga rawuh diperhelatan ini, bahkan Bapak Camat menghendaki agar acara berjalan seperti yang telah direncanakan, tanpa memotong sebagian agenda acara, beliau berkenan mengikuti senam Zumba dengan beberapa iringan yang menguras keringat.

Senam Zumba pada Silaturahmi, Usaha Mikro Kecil RW.IX Kel. Tegalsari, ibu-ibu didepan, tampak Ibu Camat Candisari, pengurus PKK Kelurahan, dan Lurah Tegalsari, Lapangan Posyandu 01/12/2019

Dukungan dari kecamatan lebih nyata dan lebih hebat, pak Camat akan membantu akomodasinya jika kegiatan tersebut dilaksanakan setiap sebulan sekali, disebutkan sewa tratagnya, tutur dari pak Camat, Moeljanto pada acara sambutan dan pembukaan kegiatan ini.

“Silakan bilang ke saya, agenda untuk selanjutnya silakan dijadwal paling tidak sebulan sekali, karena jika seminggu sekali itu waktunya terlalu dekat, saya Camat Candisari akan membantu akomodasi kegiatan ini” katanya, yang disambut tepuk tangan meriah dan yel-yel oleh pengunjung yang hadir.

Camat Candisari beserta ibu, Lurah Tegalsari, dan Pengurus PKK Kel. Tegalsari

Pesan spesial yang lain untuk warga dan pengunjung, karena pagi ini hadir berbagai elemen dan tokoh masyarakat, selain apresiasi dan dukungan keberlanjutan kegiatan ini membantu akomodasi pengadaan tratag, Camat juga mengapresiasi adanya bank sampah, sampah harus dipandang bagai ladang emas karena bisa membawa berkah bagi warga, paparnya.

Kampung RW.IX ini bisa diusulkan sebagai kampung tematik kepada Pemkot Semarang, silakan di sengkuyung bersama seluruh warga dengan koordinasi tiap-tiap RT, dan mulailah dari membuat suasana kampung menjadi indah dan bersih dari rumah ke rumah, terutama di sisi kanan kiri jalan utama RW ini harus tampak lebih berseri yang akan mendukung kegiatan “Pasar Krempyeng” kedepan, masih lanjut Moeljanto.

Camat Candisari juga memberi contoh, vertical garden sederhana tidak perlu mewah, misalnya tanaman-tanaman yang ditaruh dalam botol bekas ditata rapi dan dicat ditempel di dinding pagar rumah. Maksudnya karena dinding rumah kadang sekaligus pagar, kebetulan ada contohnya disamping panggung utama, karena kondisi kampung kita yang seperti ini.

Rencana dari kantor kecamatan yang akan menyelenggarakan lomba kampung sehat, bersih, dan berseri di tahun 2020 disampaikan pada kesempatan kali ini.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang game dari Milo Nestle, kategori A dan B

Milo Nestle membagikan hadiah utama dua buah sepeda BMX kepada pemenang game kateri A dan kategori B, masing-masing sebuah sepeda BMX, tas pinggang (sekolah), dan bola.

Peserta kegiatan ini kebanyakan adalah para pedagang yang berada di sekitar jalan poros bawah, kemudian di seputar Rumah Sakit Elisabeth, bahkan ada yang keseharian di seputar Lapangan Simpang Lima yang hanya berjarak sekitar 2 km dari tempat ini. Jika dengan RS Elisabeth tempat ini hanya berjarak sekitar 400 m. Setiap pagi ada lapak jajanan, makanan, dan minuman didekat parkir taksi depan hotel Wimarion, ini produksi dari sebagian besar peserta silaturahmi pagi ini, yang buka setiap pagi.

Mungkin yang menjadi persoalan kedepan adalah tingkat penjualannya misalnya dibandingkan dengan buka lapak di Car Free Day Simpang Lima yang setiap minggunya ada, termasuk dari lapak RS Elisabeth, tetapi untuk kebersamaan sesama pedagang dan silaturahim antar mereka sebaiknya untuk tetap mengadakan kegiatan ini, dengan waktu yang disepakati selanjutnya. Terlebih lagi akomodasinya akan ditanggung oleh pak Camat Candisari.

Acara yang menghadirkan solo organ L Vio Music juga dihadiri Ketua LPMK Kelurahan Tegalsari H. Kartiman, Ketua RW.IX, Satimin yang juga memberikan sambutan, Ketua RW.XIII, dan tamu undangan lainnya juga ratusan pengunjung yang meramaikan perhelatan ini.

Kissparry diwakili oleh Kissparry Semarang (Wea Prima Semarang) ikut hadir disini dengan produknya tas rajutan yang notabene harganya relatif sedikit mahal, memang dari bahan harganya sudah tinggi, kehadirannya sekadar meramaikan suasana termasuk mengisi sebagian stan RT dimana Kissparry berada.

demontrasi merajut (memang dikejar waktu harus jadi sebelum 14 Desember), Kissparry

Kebanyakan tas atau dompet rajutan diproduksi merupakan pesanan dari pelanggan, belum memproduksi masal, sedangkan yang dipamerkan disini adalah tas atau dompet rajutan yang biasa dipakai sehari-hari, dan memang ada sebagian pesanan dari pelanggan. Alhamdulillah ada pesanan baru yang modelnya mungil seperti pada gambar tampak depan.

Baca juga : Tips Cara Membuat Tas dan Dompet Rajutan Mulai dari yang Sederhana

Sebagian dagangan mereka habis sebelum siang hari, hal ini mengakibatkan yang lain ikut mengakhiri display-nya, disamping pengunjung siang yang terik memang sudah berkurang. Ada salah seorang pengunjung yang datang ingin membeli jajanan/makanan, mereka bilang “wah sudah pada habis, nggak ada yang saya cari“, katanya, ia pun terlihat sesaat menikmati hiburan dan kemudian meninggalkan tempat.

Acara hiburan dengan iringan solo organ berhenti saat waktunya berkumandang adzan Dzuhur di mushola terdekat, Mushola Nur Hidayah, kemudian acara berlanjut hingga sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Salam

by Eswede Weanind
editor Lik Kasjo Muba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.