Arsip Tag: Tien

Bunga untuk Ibuku | 18, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 18
(Tien Kumalasari)

Suri pulang dengan perasaan gundah. Ada perempuan yang malam-malam menelpon, tapi bukan bu Raharjo. Baskoro menamai akun itu ‘DIA’. Pasti seseorang yang istimewa. Hatinya terasa sakit. Sudah sejak lama ia merasa Baskoro menjadi jauh darinya.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 18, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 16, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 16
(Tien Kumalasari)

Baskoro berteriak-teriak, karena Rusmi memukulnya bukan hanya sekali.

“Aduh, sakit tahu.”

“Biarin. Kamu jangan sekali-sekali mengganggu anakku, awas ya.”

“Nggak, bukan aku yang mengganggu. Anakmu yang mengganggu,” kata Baskoro yang langsung melompat ke atas ranjang katika mereka sudah masuk ke dalam kamar. Tapi Rusmi tetap mengejarnya dengan gemas.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 16, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 22, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 22
(Tien Kumalasari)

Bibik panik sendiri. Ia ingin segera pergi, tapi terhambat karena Nilam masih sakit. Dan sekarang, terhambat lagi karena tiba-tiba Nilam pergi. Kalau dia nekat pergi, jangan-jangan dikira dia yang menculik Nilam.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 22, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 15, Cerbung Tien Kumalasari


Kejora Pagi

BUNGA UNTUK IBUKU 15
(Tien Kumalasari)

Entah mengapa pula, melihat ayahnya pergi, hati Wijan serasa tercekat. Barangkali karena saat pamitan, sang ayah menitikkan air mata, dan memeluknya erat. Sang ayah sudah sering keluar kota, tapi tak pernah bersikap seperti itu.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 15, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga Untuk Ibuku | 10, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 10
(Tien Kumalasari)

Mendengar kakaknya memarahi Wijan dengan kata kasar, Nilam ikut naik pitam. Ia mendekati sang kakak dan menarik tangannya.

“Kenapa Mbak Hasti begitu jahat sama mas Wijan? Memang kenapa kalau mas Wijan punya ponsel baru?”

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 10, Cerbung Tien Kumalasari