Pendidikan

Cara Mengurus Izin Operasional (Baru) Taman Pendidikan AlQuran (TPQ)

Izin operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menjadi kebutuhan lembaga pendidikan tersebut, agar penyelenggaraan TPQ tercatat dan diakui pada lembaga terkait, disamping itu, dengan memeroleh izin operasional TPQ keberadaannya menjadi lebih legal.

Mengapa dikatakan legal dan ilegal? Sebenarnya untuk belajar AlQuran seperti waktu-waktu dulu, misalnya sehabis Maghrib bersama guru ngaji atau kakak-kakak mereka yang sudah bisa membaca Al-Quran, pun bisa dilaksanakan tanpa harus berizin. Paling-paling izin kepada ayah dan ibu mereka.

Proses belajar mengajar seperti itu, sampai saat ini (mungkin) masih ada, akan tetapi dengan maraknya bermunculan TPQ, akhirnya yang biasanya hanya belajar membaca AlQuran kemudian membentuk wadah belajar yang namanya TPQ.

Tidak sedikit TPQ yang melaksanakan pembelajaran setiap hari tetapi belum mengantongi izin operasional. Apakah dibenarkan? Selama warga setempat tidak memasalahkan dan mendukungnya maka kegiatan tersebut pasti akan terus berlangsung, bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Dikarenakan TPQ termasuk kategori pendidikan non formal yang menyebabkan izin operasional biasanya berlarut-larut tidak diselesaikan oleh pengelola TPQ, atau mungkin bahkan sengaja tidak diurusnya. Bisa jadi belum tahu caranya untuk mengurus izin operasional dari TPQ yang dikelolanya.

Oleh sebab itu Kissparry.com kali ini bakal berbagi cara untuk mengurus izin operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) baru, ini juga berdasarkan pengetahuan dan pengalaman selama 3 tahun lebih mengelola TPQ di Kota Semarang.

Ustadz Parikhin dari KUA Kecamatan Candisari Kota Semarang (berbaju Korpri) foto bersama selepas visitasi untuk mengeluarkan Rekomendasi Izin Operasional di TPQ Nur Hidayah, memegang berita acara bersama Ketua Takmir Mushola, dan sebelahnya lagi Ketua Dewan Asatidz.

Pengurus TPQ, Ditetapkan

Susunan kepengurusan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) ditetapkan dengan menunjuk atau memilih dari personil yang ada atau menunjuk orang baru.

Biasanya dalam rapat pengurus mushola atau masjid digunakan untuk memilih atau menunjuk pengurus TPQ, bila TPQ bernaung di mushola atau masjid, baik sudah berbentuk yayasan ataupun belum berbentuk yayasan.

Apabila TPQ berada dibawah yayasan yang bukan masjid atau mushola, yayasan tersebut sudah memiliki aturan tersendiri dengan anggaran dasar dan anggaran rumahtangganya.

Pengurus TPQ setidaknya ada Kepala Sekolah, Sekretaris, Bendahara, dan penanggung jawab TPQ biasanya Ketua Takmir masjid/mushola. Susunan pengurus juga bisa ditambah unsur lainnya seperti tata usaha (sarana prasarana) dan keamanan.

Pengurus TPQ ditetapkan oleh organisasi diatasnya, ketua yayasan atau ketua takmir masjid/mushola.

Susunan pengurus ini dalam proposal pengajuan izin operasional dan profil TPQ, bahkan kurikulum juga disertakan.

Bergabunglah dan Daftarkan TPQ di Badan Koordinasi (Badko) TPQ Kecamatan

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berdiri disarankan bergabung dengan Badan Koordinasi (Badko) TPQ tingkat kecamatan setempat. 

Bila belum tahu dimana sekretariat atau koordinator Badko TPQ kecamatan berada, bisa berkomunikasi dengan TPQ yang lain atau bertanya ke Bagian Kesra di kecamatan setempat.

Mengapa harus bergabung dengan Badko TPQ Kecamatan? Dalam pengajuan izin operasional diperlukan rekomendasi dari pengurus Badko Kecamatan. Misalnya TPQ Nur Hidayah yang beralamat di Genuksari Atas RT04 RW.IX Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang akan mengajukan izin operasional maka harus mendapatkan rekomendasi dari Badko TPQ Kecamatan Candisari.

Tempat Proses Belajar Mengajar TPQ

Proses belajar mengajar TPQ boleh di masjid atau mushola, atau kampus yayasan, bahkan juga boleh dirumah penduduk. Untuk tempat terakhir yakni rumah penduduk atau rumah pengelola sampai saat ini mengurus izin operasional tidak mudah, maka disarankan TPQ bernaung di masjid atau mushola terdekat.

Dalam ajuan izin operasional TPQ, tempat diselenggarakan PBM TPQ juga menentukan lancar dan tidaknya izin operasional terbit, karena untuk pengajuan izin operasional dibutuhkan surat keterangan kesediaan tempat. Contoh Surat Penyataan persetujuan tempat klik disini.

Persiapkan Data

Persiapkan data-data yang diperlukan untuk mendukung atau sebagai lampiran pengajuan izin operasional TPQ, sebagai berikut.

  • Data peserta didik atau data santri, data ini didapat dari data santri yang mengikuti proses belajar mengajar (PBM) di TPQ, caranya menggunakan formulir pendaftaran. Dalam formulir pendaftaran memuat nama lengkap, nama panggilan, tempat dan tanggal lahir, golongan darah, anak ke dari sekian bersaudara, nama orang tua (ayah dan ibu) serta pekerjaan keduanya, dan alamat. Contoh, klik disini.
  • Data pengajar atau guru atau ustadz/ustadzah, terdiri atas nama lengkap, kelahiran (tempat tanggal lahir), nama suami atau istri bila telah berkeluarga.
  • Data sarana dan prasarana yang digunakan untuk proses belajar mengajar, misalkan papan tulis, meja, kursi, dan lain-lainnya.

Menyusun Kurikulum Pendidikan TPQ

Bila belajar AlQuran tanpa membentuk Taman Pendidikan Al-Qur’an maka boleh dikatakan tidak memerlukan kurikulum pun tetap bisa berlangsung, karena memang hal-hal yang berkaitan dengan bacaan Al-Qur’an itu telah jelas, dan turun temurun diajarkan, antara lain huruf-hurufnya, hukum-hukum bacaan (tajwid).

Huruf arab (hijaiyah) sendiri, huruf sambung, posisi huruf dibelakang, posisi huruf didepan, itu merupakan hal-hal yang juga dipelajari dalam membaca Al-Qur’an.

Dalam hal ini sangat erat kaitannya dengan metode yang digunakan dalam mengawali pembelajarannya, dan ada beberapa metode yang terkenal misalnya Juz ‘Amma, Iqro’, Qiroati, dan masih banyak lagi.

Hukum-hukum bacaan (biasanya menggunakan ilmu tajwid) merupakan hal yang penting didalam belajar membaca Al-Qur’an, bacaan pendek, bacaan panjang, bacaan jelas, bacaan dengung, dan lainnya.

Ketika kita mendirikan TPQ harus sudah mulai memikirkan kurikulumnya, hal ini untuk mengukur dan mengevaluasi setiap sesinya atau tingkatan atau kelas.

Disamping pelajaran membaca Al-Qur’an juga ada pembelajaran materi shalat, wudlu, hafalan surat pendek, hafalan doa harian, dan pelajaran agama Islam lainnya sejarah Islam, ibadah syariah, akidah akhlak, muamalah. 

Kesemuanya itu disusun dalam suatu kurikulum yang digunakan dalam proses belajar mengajar, meskipun pelaksanaan penerapan kurikulum yang telah disusun juga sangat fleksibel menyesuaikan tingkatan masing-masing peserta, ibarat ada kelas akselerasi. Contoh kurikulum klik disini.

Gambar Cover: Peserta Ujian Bersama TPQ Badko TPQ Kota Semarang Rayon IV di SMP Muhammadiyah 3 Semarang dari TPQ Nur Hidayah, Genuksari Atas, Tegalsari  Semarang 28/10. Pertama kali mengikuti Ujian Bersama TPQ Badko TPQ Kota Semarang

Profil Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)

Profil TPQ berisi tentang Identitas dan alamat TPQ, Susunan Organisasi TPQ, Proses Belajar Mengajar (Pembelajaran) berisi jadwal kegiatan, fasilitas pendukung PBM, kurikulum yang digunakan, proses penerimaan santri, dan hal lainnya.

Profil ini juga berisi hal-hal yang telah dipersiapkan sebelumnya, seperti yang telah disebutkan diatas seperti Susunan Pengurus (termasuk struktur organisasi bila ada), kurikulum, dan lainnya.

Susunlah profil TPQ anda, karena profil ini akan digunakan dalam berbagai hal, termasuk pengajuan izin operasional TPQ. Contoh profil TPQ terdapat di link berikut ini silakan diklik di sini.

Setelah persiapan selesai langkah selanjutnya adalah menyusun proposal pengajuan izin operasional TPQ. Langkah-langkah juga boleh tidak berurutan seperti tulisan ini, namun hal-hal yang harus dipersiapkan tetap menjadi perhatian dalam usulan izin operasional TPQ.

Menyusun Proposal Pengajuan Izin Operasional

Menyusun proposal merupakan langkah terakhir dalam menyiapkan pengajuan izin operasional, namun langkah ini juga sangat fleksibel dan proposal bisa disusun terlebih dahulu. Di dalam proposal biasanya menyebutkan sesuatu hal atau data yang perlu dilampirkan. Sehingga semua dokumen yang telah disusun sebelumnya merupakan lampiran dari proposal ini.

Informasi apa yang perlu ada dalam proposal yang kita susun? Setidaknya proposal terdiri atas nama kegiatan, latar belakang, maksud dan tujuan, susunan pengurus, sarana dan prasarana, yang ditandatangani pihak yang terkait.

Di dalam latar belakang memuat informasi sejarah berdirinya TPQ (dilampiri profil TPQ dan daftar peserta/santri), dimana TPQ berada atau lokasi yang digunakan (membutuhkan lampiran surat tanah dan keterangan persetujuan tempat pengurus setempat), penggunaan metode belajarnya (dilampiri kurikulum).

Maksud dan tujuan dalam penyusunan permohonan izin operasional dituliskan secara ringkas, dan susunan pengurus juga dituliskan yang paling pokok dalam mengurusi TPQ. Apabila TPQ yang besar dengan jumlah murid yang banyak, sangat dimungkinkan pengurusnya juga lebih banyak. Struktur organisasi atau tata kerja organisasi TPQ dapat digambarkan dalam profil.

Siapa yang harus tanda tangan didalam Proposal Izin Operasional TPQ, setidaknya yang tanda tangan yaitu Kepala Sekolah TPQ, Ketua Takmir Masjid/Mushola/Yayasan, Ketua RT setempat, Ketua RW setempat, Ketua LPMK atau setara, Lurah atau Kepala Desa setempat. Beberapa wilayah mengetahui Camat setempat.

Bila anda memerlukan contoh proposal pengajuan izin operasional TPQ silakan klik link di sini. Juga ada contoh halaman muka atau cover proposal silakan klik di sini.

Surat Permohonan Rekomendasi

Surat permohonan rekomendasi ditujukan kepada Ketua Badko TPQ Kabupaten/Kota melalui Badko TPQ tingkat kecamatan, dan rekomendasi dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Pengajuan surat rekomendasi juga dilampiri proposal lengkap, dijilid yang sesuai.

Isi surat pengantar permohonan rekomendasi berisi informasi keberadaan TPQ dan permohonan rekomendasi terkait pengajuan izin operasional, surat pengantar untuk KUA Kecamatan dan Badko TPQ Kabupaten/Kota hampir sama isinya.

Contoh surat pengantar kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan klik di sini, dan surat pengantar kepada Ketua Badan Koordinasi TPQ Kabupaten/Kota klik di sini.

Setelah memeroleh surat rekomendasi dari 2 lembaga yaitu Badko TPQ Kabupaten/Kota dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, surat rekomendasi tersebut disatukan dengan proposal yang telah dibuat sebelumnya dianjukan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten/Kota untuk mendapatkan Izin Operasional TPQ.

Pengantar Surat, persiapan visitasi (kunjungan lapangan) dan langkah cara mengurus Izin ada dihalaman berikutnya, Klik Pages 2 dibawah TAUTAN

Pages: 1 2

5 replies »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.