Bepergian pada Hari Kelahiran itu Tidak Baik, Kata Orang Dulu

Siang itu, salah seorang pegawai lapangan baru saja datang di kantor pusat yang berada di Jakarta. Ia terlihat kecapekan. Kemaren dirinya berangkat dari kampung yang berada di Jawa Timur. Baru tadi pagi ia sampai di Jakarta. Sehari semalam berada dalam bis memang sangat menguras tenaga dan melelahkan.

“Aduh mbak, badan saya sakit semua! Kepala saya pusing, perut mual-mual. Biasanya kalau bepergian saya nggak pernah mengalami sampai seperti ini lho mbak. Baru kali ini saja.” katanya kepada salah seorang manager yang kebetulan perempuan.

“Memangnya kenapa bu?” tanya manager itu sambil membereskan map-map yang bergeletakan di mejanya.

busEpicentrum528663_504926162851506_1193021610_n
Ilustrasi bus moderen

“Kata orang dulu kan kalau bepergian pada hari kelahiran itu nggak baik, banyak sial. Dan kemarin pas hari kelahiran saya. Padahal sebenarnya sebelum berangkat saya sudah ragu-ragu lho mbak. Akhirnya saya paksakan untuk berangkat juga, eh sampai Jakarta malah sakit!”, kata si ibu.

Apa hubungannya??

Kisah di atas mirip dengan kisah-kisah yang sering terjadi pada masyarakat Jahiliyyah dulu. Hanya saja wasilah (sarana) yang dipakai berbeda. Hal seperti di atas dalam kajian agamanya disebut dengan Tathoyyur.

Kata Tathoyyur berasal dari kata thoir, artinya burung. Berawal dari kepercayaan yang sudah ‘kadung’ kental diyakini oleh masyarakat Jahiliyyah kepada burung.

Dahulu mereka ‘hampir’ menggantungkan sebagian urusan hidupnya kepada burung. Jika mereka keluar untuk sebuah urusan, lantas melihat seekor burung terbang dari arah kanannya, maka mereka optimis dan melanjutkan perjalanannya.

Namun sebaliknya, jika mereka melihat burung itu terbang di sisi kirinya, maka mereka pesimis kemudian mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanan. Capek deh!

Selain itu, masyarakat Jahiliyah suka memilih awal bulan untuk memulai pekerjaan, dan mereka tidak menyukai bepergian pada saat rembulan mengecil (pada akhir bulan). Dan adat Jahiliyah tersebut masih dibawa-bawa setelah sebagian dari mereka masuk Islam. Hingga pada akhirnya Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam melarangnya.

Tapi kok apa yang diyakini seorang pegawai dalam kisah di atas benar-benar terjadi? Ya, dan bukan hanya pegawai itu saja yang keyakinannya terjadi, tapi keyakinan orang-orang Jahiliyah pada burung pun ‘kadang’ juga terjadi. Dan yang namanya ‘kadang’ itu tidak selamanya terjadi. Dan yang namanya tipu daya setan, bisa juga sebuah kebetulan.

Ibnu Hibban meriwayatkan hadits shahihnya dari Anas yang marfu’. “Tidak ada pertanda buruk. Dan pertanda buruk itu (akan menimpa) orang yang mempercayainya.”

Kadang terlintas dalam benak kita bersit-an pikiran yang menyerupai perihal di atas. Mungkin itu adalah sebuah perasaan tak enak atau yang semisal. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: “Meyakini tanda buruk itu adalah syirik. Dan tidak ada dari kita melainkan pernah mempercayainya. Akan tetapi Allah telah menghilangkannya dengan tawakkal (kepada-Nya).”

Tawakkal kepada Allah, itu langkah pertama. Serahkan semua urusan kepada-Nya. Yakinlah bahwa apa yang akan menimpa kita (baik maupun buruk dalam pandangan kita) pada hakekatnya adalah yang terbaik bagi kita.

Dan ketika kita berada dalam situasi seperti itu, jangan lupa untuk berdoa. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abdullah bin Amr.

“Barangsiapa dihadapkan padanya pertanda buruk, maka hendaklah berdo’a;

اللَّهُمٌّ لَا طَيْرَ لأ طَيْرَ كَ ، ؤَ لآ خَيْرَ اِ لّأّ خَيْرَ كَ ، ؤَ لَأ اِ لَه غَيْرَ كَ

“Ya Allah, tidak ada pertanda buruk selain dari-Mu, dan tidak ada pertanda baik selain dari-Mu, dan tidak ada Tuhan selain-Mu.” (Hadits Mauquf dikeluarkan oleh Baihaqi dari Abdullah bin Amr).

Aqidah adalah sesuatu paling mahal yang kita miliki, Bersihkan selalu jika ada debu-debu ‘katanya’ yang menempel padanya. Waspadalah! Waspadalah! Jangan biarkan debu-debu katanya mengotori aqidah kita!

Sumber Admin Bersama Ruqyah
Ilustrasi : Google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s