SUMELEH, SAKDERMO NGLAKONI

Sumeleh berasal dari akar kata seleh. Artinya taruh, letakkan, sandar. Setelah menjadi Sumeleh, artinya Patuh dan Bersandar, atau menyandarkan diri hanya kepada Allah Yang Maha Esa.

Sumeleh Sakdermo Nglakoni. Sumeleh berasal dari akar kata seleh. Artinya taruh, letakkan, sandar. Setelah menjadi Sumeleh, artinya patuh dan bersandar, atau menyandarkan diri hanya kepada Allah Yang Maha Esa.


Sikap ini biasanya menjadi pilihan dan “urutan penghabisan“. Ketika segala upaya, ikhtiar, dan nafas terakhir sudah di ujung tenggorokan, namun tidak ada tanda-tanda terwujudnya harapan.

Sumeleh Sakdermo Nglakoni

Beban hidup teramat berat untuk diangkat, segala doa dan upaya sudah ditempuh. Maka, sebagai hambaNya yang hanya mampu berusaha, menyerahkan seluruh persoalan yang tidak mampu diselesaikan, kepada Sang Maha Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.

Manusia hanya sekadar menjalankan fungsinya, atau sakdermo nglakoni.

Orang tua transmigran sangat memahami konsep “Sumeleh, sakdermo nglakoni” ini. Mereka menyadari, keberhasilan dan kegagalan dalam menjalani hidup sebagai transmigran semata-mata karena karunia Allah. Sehingga ketika sukses, tidak membuatnya lupa diri.

Sebaliknya, ketika gagal dan terpuruk, tidak menjadikannya putus asa. Hadapi kenyataan hidup itu dengan Sumeleh, karena manusia sakdermo nglakoni. Menyandarkan diri hanya kepada Allah.

Manusia hanya melakukan apa yang sudah digariskan Sang Maha Pencipta.

Pengalaman suka duka, pahit getir, dan kenyangnya makan asam garam kehidupan di permukiman transmigrasi melahirkan sikap SUMELEH ini.

Dalam perwujudannya, sikap mereka saat menghadapi cobaan, ujian, dan musibah yaitu :

  • Sabar.
    Mereka meyakini, dengan datangnya musibah itu Allah sedang menguji kesabarannya. Dan hanya kepada Allah saja bermohon agar mampu bersabar dalam menerima musibah itu.
  • Ikhlas.
    Mereka meyakini, dengan adanya musibah itu Allah akan meninggikan derajat/kemuliaannya. Karena itu mereka ikhlas menerimanya.
  • Syukur.
    Mereka meyakini, dengan adanya musibah itu Allah sedang menghapus dosa-dosanya.

Sumeleh, Sakdremo Nglakoni adalah Nilai Kepatrian yang ke-6


Baca juga Nilai Kepatrian lainnya:


Baca dan Unduh Buku Nilai Ke-PATRI-an tahun 2020

6 (Enam) Nilai Ke-PATRI-an, Buku dapat Dibaca dan Diunduh Disini

Dok. Lik Kasjo pegang cangkul sedang mencakul beneran

Insert

Pos Penjemputan ke Arah Tenggulang Baru, Kecamatan Babat Supat, Kab. Musi Banyuasin, saat ada Reuni Kissparry perdana

Bonus Lagu

JANGAN MENYERAH, D’Masiv (semua hak cipta ada pada masing-masing)

Lagu ini dapat diputar dan di unduh (download), jika ingin teks atau lirik lagunya KLIK DISINI

Terima kasih, telah membaca artikel ini, dan jika da pesan yang ingin disampaikan silakan menuliskan di kolom Balasan, dibawah.

Bonus Lagu Sewu Kutho Didi Kempot

Salam

Kissparry dan DPP PATRI

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: