Lanjut ke konten

Gunung Andong sangat Cocok untuk Pendaki Pemula

Kali ini saya dan teman-teman mendaki Gunung Andong pada ketinggian 1.726 mdpl yang terletak di Kabupaten Magelang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Andong menjadi pilihan kami ya sekadar untuk refresing, dan memang menjadi pilihan kami karena ada peserta wanitanya (yang belum pernah mendaki gunung), meskipun ini bukan alasan utama.

Beberapa tahun lalu saya mendaki Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu, yang penuh misteri, dan kali ini yah… pendakian yang lebih rendah namun tetap menyenangkan.

Gunung Andong adalah gunung tipe perisai yang terletak di Kabupaten Magelang hingga saat ini tercatat belum pernah sekalipun meletus.

Baca juga | Pendakian Gunung Lawu yang Penuh Misteri, Kisah Nyata

Kami berenam berangkat dengan mengendaraai motor dari Kota Semarang, ya… nyatai saja, sambil touring, jaraknya hanya dekat saja, tidak seperti saat ke Bromo pun dengan motoran.

Di Gunung Andong setidaknya bisa menyaksikan gagahnya 7 (tujuh) gunung yaitu Gunung Telomoyo, Ungaran, Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, Prau.

Menuju Base Camp SAWIT

Base camp SAWIT kami pilih untuk jalur pendakian kali ini, sehingga arah perjalanan dari Semarang diarahkan kesini. Alamatnya yaitu Dusun Sawit, Nongkosawit RT.003/RW.03, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Menuju Base Camp Sawit, dari Semarang kami melalui jalur Kopeng, ya… tentu sambil menikmati Wisata Kopeng-nya. Jalur perjalanan ini sudah sangat dikenal.

Jalur pendakian kali ini terkenal dengan jalur lama, sebab ada jalur yang baru.

Saat di base camp kita melapor, dan dikenai tiket masuk sebesar Rp10K, lalu tiket Covid-19 10K (istilah saya), sedangkan untuk tiket parkit 5K permotor.

Tiket yang kita bayarkan tidak semata-mata tiket wisata, tetapi dengan tiket ini kita mendapatkan akan diberi peta pendakian juga arahan dari petugas base camp.

Peta yang diberikan tidak dalam cetakan berwarna, tetapi cukup untuk memandu kita selama mendaki Gunung Andong dari Base Camp Sawit.

Baca juga | Indahnya Sunrise Gunung Bromo Wisata Alam Pegunungan (Terhalang)

Baca juga | Kenangan Mendaki Puncak Gunung Merbabu via Kopeng – Salatiga

Perjalanan kami tidak tergesa-gesa atau santai saja, kalau capai ya istirahat, dan kami cenderung melangkah dan tidak cepat berhenti, jadi perjalanan stabil. Pendakian kali ini sudah direncanakan seperti ini.

Saat sampai di Base Camp tentu tidak langsung mendaki, tetapi istirahat dulu sambil wedangan minum kopi, sambil beradaptasi dengan masyarakat setempat juga para pendaki lain.

Keberangkatan pendakian dimulai pukul 17.00 waktu setempat melalui jalur lama, sehingga sampai di POS I WATU POCONG pun tampak masih belum gelap, tapi sudah hampir senja. Sekitar pukul 17.30 sudah sampai disini.

Baca juga | Tersesat di Gunung Lawu karena Segenggam Bunga Edelweis

Tujuan pendakian kali ini adalah untuk berlatih, dan pesertanya kali ini semua merupakan teman-teman guru SMK Swadaya Semarang (Kota Semarang), dan pendakian benar-benar nyantai.

Tiba di POS I WATU POSONG berhenti sejenak atau tidak terlalu lama untuk segera melanjutkan pendakian ke tahap berikutnya, kami sudah bersiap-siap dengan alat penerang jalan (senter).

Melaksanakan shalat Maghrib dan Isya di POS II WATU GAMBIR, dan disini lebih lama daripada saat di pos sebelumnya. Waktu tempuh dari Base Camp ke Pos I dan Pos I ke Pos II hampir sama, ya tentu yang ke POS II sudah sedikit melambat atau lebih lama karena hari juga sudah mulai gelap.

Perjalanan terus berlanjut setelah dari POS II dan sampailah di Mata Air tempat untuk mengisi bekal minum secukupnya, ooo…. ya… jika kita membawa botol minuman kosong atau bekas yang airnya telah kita minum, disinilah kami mengisi seluruh botol-botol minum yanga ada.

Setelah istirahat sejenak di Mata Air kemudian melanjutkan perjalanan hingga di camp area. Ingat… di Gunung Andong kita dilarang membuang sampah, sehingga sampah atau botol bekas, bungkus bekas harus dibawa turun dan dimasukkan dalam bak sampah yang telah disediakan.

Pendakian di Gunung Andong kali ini ternyata sekitar 3 jam atau 180 menit, sedangkan kata petugas di base camp saat pengarahan, pendakian normal akan memakan waktu sekitar 2 jam atau 120 menit.

Di tempat kamping sudah banyak pendaki yang telah tiba terlebih dahulu, memilih tempat mendirikan tenda untuk beristirahat masih mudah, keberangkatan kami lebih awal.

Suasana Tenda Malam

Setelah tenda didirikan, langsung membuat makan malam yang simpel, yaitu mie cup (mie rebus), maklumlah tidak ada yang membawa nasi bungkus, sebenarnya kita bisa membeli nasi bungkus dari bawah, atau disini telah tersedia warung, sehingga memang tidak repot membeli dari bawah.

Warung disini cukup untuk persediaan makan dan minum bagi para pendaki, termasuk makanan ringan.

Dari rumah kami sudah menyiapkan kompor portabel, panci penanak air dan berbekalan makan dan minum (kopi dan teh).

Setelah makan malam dan minum teh, kopi secukupnya, yang kami lakukan tentu mengenali lingkungan malam sekitar camp area, kemudian istirahat sambil ngobrong bersama teman-teman.

Pagi Bersyukur | Golden Sunrise

Kami tidak menyiakan suasa pagi di puncak Gunung Andong, meskipun di camp area belum puncaknya yang terkenal dengan “Golden Sunrise” matahari terbit warna keemasan.

Benar-benar pagi yang menyenangkan sekaligus pagi bersyukur, dengan suasana pagi yang cerah, waktu yang tepat untuk menikmati matahari terbit dengan warna keemasan.

Hampir semua pendaki mengabadikan momen fajar menyingsing dan matahari terbit di Puncak Andong, dengan hati yang riang, mensyukuri anugerah dan indahnya alam semesta dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terbayar sudah rasa lelah selama perjalanan dan pandakian sebelumnya, karena waktu yang dinanti telah tiba, Golden Sunrise munculnya sang Surya dipagi hari.

Suasana pun semakin hangat dengan hadirnya sang mentari di pagi itu, mengingat dinginnya malam di puncang Andong tersebut ada salah seorang teman yang merasa kedingingan. Maklumlah kalau orang Jawa bilang saat ini mungkin masih musim mbededeng.

7 Puncak Gunung yang Tampak dari Andong

Nikmatnya saat mendaki Gunung Andong yakni kita dapat melihat dan menikmati gunung-gunung sekitarnya, dan setidaknya ada 7 (tujuh) gunung disejauh mata memandang, tentu saat cuaca cerah.

Gunung-gunung tetangga ini terlihat sangat dekat dan kokoh.

AW | Alifiansyah

Latar belakang makam (Puncak Makam), dan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, dan gunung Slamet tidak begitu jelas.

Baca juga | Kisah Misteri Gunung Lawu, Mulai Gelap dan Istirahat, Misteri pun Mulai Bermunculan

Latar belakang Merapi dan Merbabu

Tim Pendaki | Fadlul, Sari, AW, Dini, Nova guru-guru SMA Swadaya Semarang

Video Pendakian Gunung Andong

Video ringkas perjalanan dan pendakian Gunung Andong via Sawit dengan latar belakang lagu Lost king – You ft. Katelyn Tarver dan (C) dimilikinya.

Inilah keseruan mendaki Gunung Andong Kabupaten Magelang

oleh Alifiansyah
editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: