Arsip Kategori: Cerita Bersambung

Bunga untuk Ibuku | 44, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 44
(Tien Kumalasari)

Suri heran melihat sikap ketiga tamunya ketika mendengar nama Hasti disebutnya. Ada apa dengan wanita itu? Raharjo bahkan menampakkan wajah masam, tampak tak senang.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 44, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 43, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 43
(Tien Kumalasari)

Nilam cemberut ketika kakaknya memelototinya. Bukannya berhenti, ia melanjutkan pertanyaannya kepada sang ayah.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 43, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 42, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 42
(Tien Kumalasari)

Hasti duduk di sebuah bangku di warung itu, lalu memesan nasi ayam panggang dan segelas teh hangat. Ada dua orang lain yang sedang makan, tapi ia tak begitu memperhatikannya. Ia merasa sangat letih, dan juga lapar.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 42, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 41, Cerbung Tien Kumalasari


 BUNGA UNTUK IBUKU  41
(Tien Kumalasari)

Wijan sangat terkejut melihat ‘sang ayah’ jatuh terkapar, dan kemudian tidak bergerak-gerak. Pak Rangga melompat dari dalam mobil, memburu Bejo yang terjatuh.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 41, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku, 40 Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 40

(Tien Kumalasari)

Nilam menatap wajah ‘ayahnya’ dengan mulut manyun. Bejo membalas tatapan itu dengan tersenyum tipis. Sungguh Bejo merasa heran, mulut yang mengerucut bak pantat ayam itu seperti sangat dikenalnya.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku, 40 Cerbung Tien Kumalasari