Bunga Untuk Ibuku | 12, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 12
(Tien Kumalasari)

Rusmi terkejut ketika menyadari sang suami sudah berdiri di tengah-tengah pintu. Dengan menampakkan wajah sedih dia memegang pundak Wijan.

“Saking sayangnya pada kakaknya ini, Nilam selalu minta bonceng dia saat pergi dan pulang sekolah. Itu pasti karena Wijan sangat menyayanginya. Ya kan Jan?” katanya lembut kepada Wijan.

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 12, Cerbung Tien Kumalasari

Penerbangan dari Lombok LOP ke Denpasar DPS


Penerbangan Lombok (LOP)- Denpasar (DPS)
Jumat 19-01-2024 pagi
https://click.advertnative.com/loading/?handle=17060

Monumen Lobar Bangkit, Lombok Mataram NTB 2024


https://click.advertnative.com/loading/?handle=17060

Monumen Lobar Bangkit, Mataram Lombok 2024


Bunga Untuk Ibuku | 11, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 11
(Tien Kumalasari)

Ketika Raharjo tertegun, pak Rangga pun tertegun. Ada banyak pertanyaan, bagaimana istri pak Raharjo mengantarkan Baskoro ke kantor. Atau, ada sopir yang mengantarnya? Masa bu Raharjo sendiri mengantarkan Baskoro? Ingin ditanyakannya oleh pak Rangga, tapi tak sampai hati mengeluarkan kata-kata itu. Apakah itu sepengetahuan pak Raharjo atau tidak ya. Ia sudah tahu bahwa Baskoro suka main perempuan, tapi masa ia juga berani main-main dengan istri atasannya?

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 11, Cerbung Tien Kumalasari