Bahasa Seni Budaya Cagar Budaya Hikmah Indonesia Konservasi Lagu Daerah

Tembang Lir Ilir dan Maknanya, Jawa Indonesia, MP3 Kyai Kanjeng ft Emha Ainun Nadjib

Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar

Mari kita belajar kembali lagu khas daerah Jawa Tengah, lagu ini juga dikenal dengan lagu dolanan anak-anak. Lagu Ilir-ilih memiliki makna yang luar biasa.

Lagu yang sarat dengan falsafah budaya Jawa ini, sangat terkenal di kalangan anak-anak sampai orang tua masa itu, kalau masa kini kurang tahu ya… sepertinya sudah agak bergeser. Mungkin tetap dikenal, mengingat banyak sekali yang mengkaji terkait maknanya. Contohnya budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama Kyai Kanjeng.

Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun)

Lir ilir sudah tidak lagi tetembangan biasa, namun, sudah menjadi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini lirik (syair) lagu LIR ILIR pada umumnya.

Lir Ilir

Lir ilir lir ilir
tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar

Cah angon cah angon
penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna
kanggo mbasuh dodotira

Dodotira dodotira
kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana
kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suraka
surak hiyo

Tanaman padi mulai menguning (BPTP balitbangtan Babel)

Audio Tembang LIR ILIR dan Shalawat Badar (MP3) Emha Ainun Najib ft Kyai Kanjeng

Audio MP3 ini silakan diputar diperamban masing-masing

Tembang ini bisa didownload, perhatikan tomboh unduh disebelah kanan pemutar musiknya (tergantung peramban yang digunakan).

wpid-1422286462560-Lir-ilir
Lirik dan aransemen Lagu LIR ILIR (Jawa)

Keterangan:
Lagu daerah Jawa Tengah (Jawa pada umumnya)

Penjelasan terjemahan lagu:

Arti Lirik Lagu Lir-ilir (terjemahan bahasa Indonesia)

Bangunlah, bangunlah
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau bagaikan pengantin baru

Anak gembala, anak gembala panjatlah
(pohon) belimbing itu
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat
untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping

Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang
Ayo bersoraklah dengan sorakan iya…

Nah, bagi yang tidak tahu bahasa Jawa, mudah-mudahan bisa terbantu.
Sekarang mari kita simak bersama apa makna dari lagu ” lir-ilir “ ini,

Makna yang terkandung lagu Lir-ilir

Sebagai umat Islam kita diminta bangun (sadar).
Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal
keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh.

Dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Disini disebut anak gembala (cah angon) bukan raja, patih, pak jendral atau pak presiden, atau yang lain.

Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar, karena oleh Alloh, kita juga telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya ?

Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing (warna hijaunya melambangkan ciri khas Islam) dan notabene buah belimbing bergerigi lima buah.

Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan risikonya.

Lalu apa gunanya?
Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian takwa.
Pakaian yang dimaksud adalah pakaian takwa kita.

Sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.

Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan iya.

Ternyata dalam sekali ya makna dari lagu ” lir-ilir “ tersebut.
Inilah salah satu lagu peninggalan sunan Kalijaga yang sampai saat ini masih sering kita dengarkan.

Semoga bermanfaat

Sumber: tradisikita.my.id
ilustrasi masshar2000.com dan YouTube

Kissparry

Dikutip dari berbagai sumber. Sumber utama blog orang Indonesia yang tinggal di Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: