Dulu dan Sekarang, Sebuah Renungan

DULU AKU INI SIAPA & SEKARANG MAU KEMANA ?

TIDAK mudah untuk dilakukan,
tetapi baik untuk direnungkan kisah kontemplasi batin dan pemikiran berikut ini.

Dulu…
Aku sangat kagum pada manusia yang :
• Cerdas
• Kaya
• Berpendidikan (tinggi)
• Berhasil dalam karir
• Punya jabatan di pemerintahan atau perusahaan besar
🎓💼💰🚘

Sekarang…
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dengan manusia yang taat dan hebat di mata Tuhan.
Sekalipun penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.
📴🛐💖

Dulu…
Aku memilih marah ketika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku yang menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran bernada hinaan.

Sekarang…
Aku memilih untuk bersabar karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka dan aku merasa berbahagia dan takjub ketika aku betul-betul mampu untuk bersabar.
💝☢💐

Dulu…
Aku memilih mengejar dunia, harta, jabatan dengan gigih dan dengan cara apapun serta menumpuknya sebisaku.
Karena aku selalu khawatir terhadap kehidupanku, kehidupan anak-anak dan istriku di masa depan sehingga aku harus berfikir harus punya uang sebanyak-banyaknya.

Sekarang…
Aku memilih untuk bersyukur dan bersyukur dengan apa yang ada, lalu memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku dengan apa yang bisa aku lakukan& perbuat yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku.
📋🎁💝

Dulu…
Aku berpikir jika aku berhasil dengan duniaku-jabatanku-hartaku, aku bisa membahagiakan :
» Orangtuaku
» Saudara-saudaraku
» Teman-temanku
☑✍🏽
Ternyata yang bisa membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan :
» Ucapanku
» Sikapku
» Tingkah lakuku
» Sapaanku kepada mereka.
🛍💖🔍

Sekarang…
Aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku, karena aku ingin kemanfaatanku di tengah-tengah mereka.
Karena sebaik apapun, sekaya dan sehebat apapun manusia, itu tiada akan berarti apa-apa kecuali dia bermanfaat atau menjadi saluran berkat buat manusia lainnya.
📝💐☑

Dulu…
Fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk diriku dan kehidupanku.
Tetapi, dalam perjalanan hidupku ternyata aku melihat banyak teman-teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.

Sekarang…
Aku memutuskan fokus pikiran dan rencana-rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan di mata Tuhan, jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-Nya karena aku sekarang menyadari kematian itu tidak memandang kaya-miskin, tua-muda, sehat-sakit…
🙏🏼🛐👣💐

Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku pasti dapat menikmati hangatnya matahari esok pagi…
Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku esok hari pasti masih bisa menghirup udara pagi…
🔎📋✍🏽

Sahabatku,
Jadi apabila hari ini dan esok hari aku masih hidup, itu adalah karena kehendak dan anugerah-NYA semata.
Bukan karena kehebatanku, bukan karena aku jago menjaga kesehatan…
🙏🏼🌪🎯

Renungan ini mengintropeksi kita, agar lebih mawas diri bahwa :
DULU aku ini siapa?
SEKARANG aku mau kemana?
🔎🗿📝

Ingatlah bahwa seberapa kaya dan sehebat apapun manusia, kita ini cuma butiran debu di hadapan Gusti Allah, Tuhan YME.
Mari kita renungkan…
🌫👣🙏🏼

Selamat pagi.
Salam damai sejahtera…

Ditulis oleh Gani Kahuripan, Pontianak
Dikirim oleh Trisno @Ngemplak – Sumsel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s