Tembang Sluku-sluku Bathok, sudah kita kenal sejak lama dan sering kita nyanyikan. Namun kala itu kita mungkin hanya hafal saja syairnya, tetapi arti dan maknanya masih kurang memahami. Lanjutkan membaca Tembang `Sluku-Sluku Bathok` dan Maknanya
Arsip
SEMBILAN FILOSOFI SUNAN KALIJAGA
SEMBILAN FILOSOFI JAWA YANG DIAJARKAN OLEH SUNAN KALIJAGA
-
URIP IKU URUP
“Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik” -
MEMAYU HAYUNING BAWANA
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak -
SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
“Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar” -
NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPO NGASORAKE, SEKTI TANPO AJI-AJI, SUGIH TANPO BONDHO
“Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan” -
DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KALANGAN
“Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu” -
OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN
“Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja” -
OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
“Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi” -
OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, OJO CIDRA MUNDAK CILAKA
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka -
OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
Bila Hidupmu Saat Ini
Rendi Rukmana
“BILA HIDUPMU SAAT INI…”
- Bila hidup kita sering sakit-sakitan, maka rajin-rajinlah berpuasa.
- Bila kita berwajah gelap (suram), maka rajinkanlah diri kita untuk berqiamullai (sholat Tahajud).
- Bila kita punya hati yang sempit, maka perbanyaklah membaca Al-Quran.
- Bila hidup kita terlalu susah untuk bahagia, sholatlah tepat pada waktunya.
- Bila emosi kita sering terganggu (mudah marah & tersinggung), sering-seringlah berwudhu dan ber-istighfar.
- Bila hati dan jiwa kita gelisah (tidak tenang), perbanyaklah berdoa dan beribadah.
- Bila kita dalam keadaan stress atau tertekan lahir dan batin, sering-seringlah membaca ‘LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH’.
- Bila kita merasa rezeki kita teramat sempit, susah, sedikit dan seret, maka perbanyaklah dan sering-seringlah selalu bersedakah.
Jika menurut saudara tausiah ini ada manfaatnya, Silakan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak saudara kenal sekalipun..
Berdoalah agar Allah selalu membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq, dan hidayah-Nya hingga menjadi orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.
Aamiin..
Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)
Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aamiin
(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal’alamin
by Sny
Wahai Istriku Berhentilah Mengeluh, Kisah Sederhana Suami Istri
Kisah sederhana yang akan Anda baca ini merupakan kiriman dari teman grup Medsos, memang merupakan kisah sederhana dari pasangan suami isteri, dan Kissparry setelah membacanya merasa layak untuk di dokumentasikan di blog ini.
Lanjutkan membaca Wahai Istriku Berhentilah Mengeluh, Kisah Sederhana Suami Istri
Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah
Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah?
Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.
Salah satu murid menjawab : “Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.”
“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelah-nya?Bukankah pesan yang ia sampaikan bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”, tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakan tersebut. Karena jarak kedua hati semakin jauh”.
“Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang Syeikh.
“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara kedua hati sangat dekat.”
“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang.
Pada Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”
Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”….
by Pudjiwati @baakk