Ketika Rumah Sepi dari Tamu


KETIKA RUMAH SEPI DARI TAMU

Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang senang bila rumahnya kedatangan tamu, namun isterinya kerap menunjukkan sikap sebaliknya.

Setiap kali sang suami kedatangan tamu ke rumahnya, isterinya menunjukkan sikap yang kurang baik. Sehingga si suami mengeluhkan keadaan tersebut kepada Rasulullah SAW.

Mendengar itu, Rasulullah saw bersabda,
“Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumahmu. Katakan kepada isterimu supaya ia memperhatikan tamu pada saat keluar rumahnya nanti.”

Laki-laki itu melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Pada saat para tamu masuk (datang), ia dan istrinya melihat mereka membawa daging & buah buahan yang banyak, dan pada saat mereka pulang membawa keluar Ular dan Kalajengking yang begitu banyak.

Rasulullah saw bersabda,
“Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan banyak karunia ke dalam rumah yang dikunjungi, dan pada saat pergi mereka membawa keluar berbagai petaka dirumah tersebut.”

✍ Setelah menyaksikan hal itu, istrinya pun berubah menjadi orang yang suka menerima tamu.

Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah SWT akan mengampuni dosa penghuni rumah yang dikunjungi.”

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikatpun tidak akan mengunjungi rumah tersebut.”

Beruntunglah rumah-rumah yang sering kedatangan tamu, maka janganlah mengeluh jika ada orang yang ingin bertamu ke rumahmu.

Kiriman Indah Santi

Sebuah Cerita Jaman Orde Baru


CERITA JAMAN ORDE BARU :

Waktu itu, semua orang keturunan Tionghoa harus ganti nama menjadi nama Indonesia.
Seorang Tionghoa yang sudah tua datang ke kantor Catatan Sipil mau ganti nama Indonesia. Lanjutkan membaca Sebuah Cerita Jaman Orde Baru

Qatar, Negeri Mapan


Meskipun terkenal dengan negara yang paling aneh di dunia, ternyata Kerajaan Qatar bisa digolongkan negeri yang mapan, namun negara itu juga dinobatkan negara terkaya di dunia. Lanjutkan membaca Qatar, Negeri Mapan

Beda Aku dan Ibuku


RENUNGAN

Beda : “AKU” dan “IBUku”

Ibuku luar biasa, dia sangat berbeda denganku. Setiap jumpa dan kemudian berpisah ibuku selalu berkata “maaf ibu tidak bisa memberi apa-apa kecuali doa.”
Ucapan ini terkadang menamparku. Ibuku yang sudah begitu banyak memberi pengorbanan, perhatian dan rasa cinta yang tiada tara masih berkata “maaf ibu tidak bisa memberi apa-apa.” Lanjutkan membaca Beda Aku dan Ibuku

Menimbang Kata Kepentingan


Menimbang kata

KEPENTINGAN
Pada mulanya, hanya satu kata dan satu pengertian saja. Penting. Dengan tambahan kata depan ke, dan akhiran an, jadilah Kepentingan. Tetapi ketika zaman semakin tua, telah banyak abai akan suatu kebenaran. Distorsi, dan melahirkan makna menyesakkan dada.

Kepentingan, kemudian menjadi kata jadian yang banyak peminatnya. Para pemilik kepentingan mungkin berduka. Karena kreativitasnya terpasung. Menggunakan kata kepentingan menjadi terasa menjemukan. Nyeri. Jenuh. Pengap.

Kepentingan rentan terpasung waktu, ideologi, intrik, bahkan terpasung kekuasaan, politik, dan pencitraan. Kepentingan jadi kata yang menakutkan.

Maka, ketika seorang seniman, sastrawan, teknokrat, ulama, politikus, jurnalis, aktivis, dan pekerja ingin berkreasi, otomatis akan ditanyakan kelanjutannya. Untuk KEPENTINGAN siapa? Apa, kapan, dan dimana?

Aduhai, betapa beratnya beban sebuah kata, ketika harus digunakan di zaman-zaman akhir. Semuanya selalu harus patuh akan kekuatan tanpa rupa. Untuk dan atas nama kepentingan…

Siapa?

Ya Allah, lindungi kami dari kepentingan yang menyesatkan..

Kiriman Hasprabu
KoDe, 02.04.17