Tembang Sluku-sluku Bathok, sudah kita kenal sejak lama dan sering kita nyanyikan. Namun kala itu kita mungkin hanya hafal saja syairnya, tetapi arti dan maknanya masih kurang memahami. Lanjutkan membaca Tembang `Sluku-Sluku Bathok` dan Maknanya
Arsip
TARUH KUNCI MOBIL DI DEKAT TEMPAT TIDUR ANDA
Berikut ini saran dan pengalaman mengenai sistem keamanan rumah Anda, berkenaan dengan alarm mobil. Silakan dibaca dan boleh disebarkan.
Belajar dari kasus Pulomas Jakarta; ada baiknya di share lagi trik ini:
“SELALU TARUH KUNCI MOBIL DI DEKAT TEMPAT TIDUR ANDA !”
Tolong SHARE kiriman ini dan sampaikan kepada pasangan anda, teman² anda, tetangga, pemilik toko dekat rumah, dokter anda, dan semua orang (yang memiliki mobil tentunya), agar mereka meletakkan kunci mobil di dekat ranjang sebelum mereka tidur.
Ketika di malam hari anda mendengar suara² di luar, dan anda merasa bahwa ada orang yang sedang mencoba menyusup ke dalam rumah (pencuri, perampok, pemerkosa), dan di saat yang sama mendadak listrik mati (dimatikan oleh penyusup), SEGERA TEKAN TOMBOL ALARM MOBIL ANDA.. alarm tersebut akan terus menyala hingga anda sendiri yang mematikan atau accu mobil habis.
Ini merupakan salah satu TIPS KEAMANAN yang saya dapat dari seorang teman yang memperolehnya dari ketua RT setempat. Pak RT ini memberikan himbauan kepada warganya agar apabila mendengar alarm mobil salah satu warga menyala dan tidak ber-henti², maka itu adalah TANDA PERINGATAN bahwa warga tersebut membutuhkan bantuan.
Alarm mobil TERNYATA adalah sebuah sistem KEAMANAN yang tanpa kita sadari SUDAH KITA MILIKI, tanpa perlu instalasi di rumah, tanpa memerlukan listrik rumah dan sulit dimatikan oleh siapapun.
Ketika alarm mobil dinyalakan dan terus berbunyi otomatis akan membangunkan tetangga, satpam kompleks, hansip dan orang² lain di lingkungan anda, dan bahkan tidak jarang mereka akan keluar, mendatangi rumah anda, jika mereka sadar anda dalam bahaya mereka dapat SEGERA memberikan pertolongan atau menghubungi polisi.
Alarm mobil juga berguna untuk melindungi anda di tempat² umum seperti tempat parkir misalnya. Selalu pegang kunci mobil di dalam saku saat anda sedang berjalan menuju tempat parkir kendaraan. Ketika anda merasa diikuti orang atau mengalami tindakan yg membutuhkan bantuan, upaya pemerkosaan dan pelecahan seksual, segara tekan tombol alarm mobil, maka orang² di sekitar akan terpancing perhatiannya.
Dalam kasus² yang lebih spesifik, kunci mobil kadang dibawa oleh orang tua / lanjut usia. Untuk rumah² berukuran besar, ketika kakek / nenek ini sedang ber-jalan² di dalam rumah dan mengalami hal² yang berbahaya, seperti terjatuh, terkena serangan jantung, refleks mereka akan mengarah kepada menekan tombol alarm kunci mobil (mudah²an masih sempat dilakukan) untuk meminta pertolongan orang rumah karna mungkin berteriak sudah tidak mampu lagi dilakukan.

Tips ini boleh dicoba bagi anda secara pribadi atau dapat pula disosialisasikan di lingkungan anda agar kita saling menjaga dan saling peduli dengan keselamatan sesama kita.
🙏 Semoga dengan SHARE Artikel ini benar-benar bermanfaat dan dapat menyelamatkan kita semua.🙏
Sumber: Medsos WA
Kissparry
RENUNGAN YANG MENENTRAMKAN JIWA
Assalamu’alaikum Wr wb. Bismillahirrahmanirrahim.
MUTIARA HIKMAH
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
RENUNGAN YANG MENENTRAMKAN JIWA…
Aku belajar dgn lebih banyak diam, daripada lebih banyak bicara…
Aku belajar bersabar dari sebuah kemarahan…
Aku belajar mengalah dari sebuah keakuan,
Aku belajar tersenyum dari suatu kesedihan…
Aku belajar tegar dari suatu kehilangan…
Hidup adalah BELAJAR…..
Belajar bersyukur meskipun tak puas…
Belajar ikhlas meskipun tak rela….
Belajar taat meskipun berat…
Belajar memahami meskipun tak sehati…
Belajar sabar meski terbebani…
Belajar memberi walaupun tak seberapa ….
Belajar mengasihi meski tersakiti….
Belajar tenang meski gelisah…
Belajar percaya diri meski sulit…
Belajar tabah meski ujian banyak menerpa…
Aku belajar…
bahwa tidak setiap saat hidup ini indah, kadang ALLAH menyapaku melalui berbagai cara.
Tetapi aku tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkanku,
Sebab itu aku belajar menikmati hidup dengan bersyukur…
Aku belajar….
bahwa tidak semua yang kuharapkan bisa menjadi kenyataan,
kadang ALLAH membelokkan rencanaku KARENA TAK SESUAI DENGAN RENCANA-NYA.
Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik dari yang mampu kurencanakan,
sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.
Aku belajar….
bahwa ujian itu pasti datang dalam hidupku, karena Allah pasti menguji ummatNYA yang beriman…
Aku tak mau dipengaruhi setan untuk marah dan emosi,
aku tak mau menyalahkan orang lain,
juga tidak mungkin aku berkata “ALLAH” tidak adil.
Karena aku tahu bahwa semua itu tidak akan melampaui kekuatanku,
sebab itu aku belajar menghadapinya dengan sabar dan tawakal….
Aku belajar….
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi, karena semua adalah rancangan-NYA yang indah.
Maka dari itu aku belajar bersabar, bersyukur & bersukacita dalam segala perkara.
Karena semua itu menyehatkan jiwa & menyegarkan hidupku…
• Ketika “Kaki” sudah tak kuat berdiri… “BERSIMPUHLAH”…
• Ketika “Tangan” sudah tak kuat menggenggam… “LIPATLAH”…
• Ketika “Kepala” sudah tak kuat ditegakkan… “MENUNDUKLAH”…
• Ketika “Hati” sudah tak kuat menahan kesedihan, “MENANGISLAH “…
• Ketika “Hidup” sudah tak mampu untuk dihadapi, “BERSABARLAH”, “BERSUJUDLAH “,” BESERAH DIRILAH”, “BERDO’A-LAH”…
ALLAH selalu setia bersama kita…
dan apa saja yang kita minta dalam DO’A dengan penuh keyakinan, DIA akan mengabulkannya…
Dengan syarat, kita harus selalu bertakwa padaNya…
ALLAH mendengar lebih dari yang kau katakan…
ALLAH menjawab lebih dari yang kau minta…
ALLAH memberi lebih dari yg kau inginkan…
Karena, di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga…
di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas, disekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir…
Lebih dari itu, di atasmu ada ALLAH yang selalu menyertaimu…
Yakinilah…
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.…
(QS Al Baqarah [2] ayat 153)
Ingatlah saudaraku…
Cinta Allah kpd hambanya abadi, seperti lingkaran tak berawal dan tak berakhir…
Semoga kita mampu merasakan cintaNYA..Aamiin YRA.
Barakallahu fii kum …🙏 Semoga kita mendapat rakhmat Nya.
by Pudji @baakk
Renungan Kasih Sayang (tak Terbayang)
Renungan Kasih Sayang (Tak Terbayang)
BAGI YANG BELUM BACA, SEGERA BACA INI.
Suami dan istri harus baca.
Begitu juga para calon suami dan calon istri, wajib baca.
Insya Alloh cerita ini bisa diambil sebagai hikmah..
“Teeng…”
Terdengar denting bunyi jam 1 kali, menandakan jam 01.00 dini hari.
“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah, ketika baru pulang kerja karena harus menyelesaikan pekerjaan hingga larut, sampai di rumah pukul 01 dini hari. Abdurrahman karena biasa membawa kunci rumah sendiri, sehingga bisa masuk rumah.
Tak ada orang yang menjawab, Dia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.
“Biarlah malaikat yang menjawab salamku,” gumamnya dalam hati.
Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.
Setelah itu, barulah Abdurrahman menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian, kebiasaan yang ia lakukan yaitu berwudlu sebelum pergi tidur.
Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun, untuk sekedar menyapa.
Segera dia beranjak menuju kamar tidur.
Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.
Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.
Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya.
Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonitat istrinya.
Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.
Ayahnya berpesan :
“Jika kamu sudah menikah nanti:
• Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan keinginanmu.
Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
• Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda.
Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Dan..
° Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu,
atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka..
lihatlah ketika istrimu tidur..”
“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?”, tanyanya kala itu.
Ayahnya menjawab, “Nanti kamu akan tahu sendiri”
Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya,
tapi ia tidak bertanya lebih lanjut,
karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri, kelak.
Malam itu, Abdurrahman mulai memahaminya.
Malam itu, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat.
Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin mengguncang perasaan di dadanya.
Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.
Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat.
Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.
Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.
Dalam batin, Dia bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:
∝ Yang leluasa beraktivitas,
∝ Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri.
∝ Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
∝ Memberikanmu banyak batasan,
∝ Mengaturmu dengan banyak aturan.
Dan aku pula..
∝ Yang menjadikanmu seorang ibu.
∝ Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
∝ Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.”
Wahai istriku..
Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban,
kini aku memberikan beban di tanganmu,
dan dipundakmu..
- Untuk mengurus keperluanku,
- Guna merawat anak-anakku, juga
- Memelihara kenyamanan rumahku.
Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.
Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.
Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.
Kau buang egomu untuk menaatiku.
Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.
Wahai istriku..
Di kala susah, kau setia mendampingiku.
Ketika sulit, kau tegar di sampingku.
Saat sedih, kau pelipur laraku.
Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.
Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.
Kala aku bimbang, kau penguat tekadku.
Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.
Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.
Wahai istriku..
Telah sekian lama engkau mendampingiku.
Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!
Dengan alasan apa aku marah padamu..?!
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.
Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.
Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.
Jika ada kekurangan pada dirimu.
Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.
Karena kau insan, bukan malaikat.
Maafkan aku istriku..
Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.
Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Alloh azza wa jalla.
Segala puji hanya untuk Alloh azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”
Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya.
Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.
Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.
Tak lama kemudian ia pun terlelap.
•®•®•
“Teeng..teeng..”
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.
Qonitat, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!”
Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.
Pelan-pelan ia duduk,
sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.
“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.
Hari ini aku benar-benar capek,
sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.
Sudah makan apa belum ya dia..?!”, gumamnya dalam hati.
Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.
Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.
Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.
Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Hanya hatinya yang bicara :
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.
Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.
Begitu besar harapan kusandarkan padamu.
Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.”
Wahai suamiku..
- Ketika aku sendirian..
Kau datang menghampiriku. - Saat aku lemah..
Kau ulurkan tanganmu menuntunku. - Dalam duka..
Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. - Dengan segala kemampuanmu..
Kau selalu ingin melindungiku.
Wahai suamiku..
- Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
- Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.
- Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal,
tidak menyurutkan langkahmu. - Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri,
demi aku dan anak-anak.
Lalu..
Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.
Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?
Seberapa pun materi yang kau berikan,
itu hasil perjuanganmu,
buah dari jihadmu.
Walau kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,
Tapi..
Kesungguhan & tekadmu beramal sholeh,
mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan ALLAH..
Membanggakanku dan membahagiakanku.
Maafkan aku wahai suamiku..
Akupun akan memaafkan kesalahanmu.
Alhamdulillah.. segala puji hanya milik ALLAH.
Yang telah mengirimmu menjadi imamku.
Aku akan taat padamu untuk mentaati ALLAH.
Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”
ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
“Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota ‘ayun waj’alna lil muttaqiina imaama”……….
Barakalallahu fiikum
by Sunaryo @kissparry
SEJARAH PUASA ASYURA
Abdillah Hamid Hamid Gus Fathul Bari :
SEJARAH PUASA ASYURA
Diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari, ia berkata :
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Nabi SAW ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR Muslim]
Catatan Alvers
Kita berada di bulan mulia muharram yang mana sebagian masyarakat menyebutnya bulan Syura. Nama Asyura sendiri adalah nama hari kesepuluh dari bulan muharram namun karena keistimewaannya masyarakat menyebutnya sebagai nama bulan.
Bulan muharram adalah bulan mulia, 10 Hari pertamanya juga demikian mulia terlebih pada tanggal 10 nya yang dikenal dengan Asyura, bagaimana tidak, puasa sehari setara setahun dalam melebur dosa seseorang sebagaimana hadits di atas.
Dosa yang dimaksud di sini diterangkan oleh Imam Nawawi, Beliau berkata :
قَالُوا الْمُرَادُ بِالذُّنُوبِ الصَّغَائِرُ ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ الصَّغَائِرُ يُرْجَى تَخْفِيفُ الْكَبَائِرِ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُفِعَتْ الدَّرَجَاتُ
Para ulama berpendapat bahwa dosa yang dimaksud di sini adalah dosa kecil, Jika orangnya tidak memiliki dosa kecil maka diharapkan bisa meringankan dosa besar dan jika orang tersebut tidak memiliki dosa besar maka pahala puasa asyuranya dapat mengangkat derajatnya. [Tuhfatul Ahwadzi]
Puasa Asyura bukanlah hal baru sebab orang yahudi jauh sebelumnya sudah melakukan puasa asyura tersebut.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: “Rasulullah SAW mendatangi kota Madinah, lalu beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya kepada mereka, “Hari apakah ini, hingga kalian berpuasa?” mereka menjawab :
هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ
“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah memenangkan Musa dan Kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun serta kaumnya. Karena itu, Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, maka kami pun melakukannya.”
Maka Rasulullah SAW bersabda,
فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ
“Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa dari pada kalian.”
Ibnu Abbas RA kemudian berkata :
فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan berpuasa pada hari itu. [HR Bukhari Muslim]
Perintah puasa ini sampai kepada para sahabat saat itu dan ada beberapa orang diantaranya yang berkata :
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.
“Wahai Rasulullah, hari asyura iatu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.”
Lantas Rasul SAW mengatakan,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Apabila tiba tahun depan –insya Allah– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan (tasu’a).”
Namun perawi hadits ini, Ibnu Abbas menceritakan :
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
“Belum sampai (Tasu’a) tahun depan, Nabi SAW wafat.” [HR Muslim]
Dipahami dari hadits shahih tersebut bahwa tujuan puasa pada hari ke sembilan (tasu’a) adalah untuk membedai puasanya orang yahudi.
Jika demikian maka puasa asyura juga bisa dilaksanakan dengan hari setelahnya (Tanggal sebelas).
Rasul SAW :
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا
Berpuasalah kalian pada hari Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi dalam berpuasa asyura. (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. [HR Ahmad]
Maka dari itu lebih baiknya berpuasa selama tiga hari, Sayyed Bakri mengatakan :
أن الشافعي نص في الأم والإملاء على استحباب صوم الثلاثة
Imam syafi’i dalam kitab Al-Umm dan Al-Imla’ menyatakan bahwa sunnah berpuasa tiga hari yakni Tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. [I’anatut Thalibin].
Kissparry
kiriman @pudjiwati