Pesanlah Kepada Anakmu, Bila Perlu

Sebuah sajak untuk bahan renungan, orang tua yang memberi pengertian atau berpesan kepada anaknya. Judul asli sajak yaitu ‘ANAKKU’.

Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yang mengirim pesan berikut? Tentu Anda dengan senang hati dapat menerima pesan itu.

ANAKKU

😔 Anakku…

Bila aku tua,
Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,
Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,
Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit.
Pandangan mataku semakin kabur.
Kamu harus mengerti dan bersabar denganku.

😔 Anakku…

Bila aku tua,
Andai tutur kataku lambat/perlahan dan aku
tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,

Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,
“Ibu tuli kah ?”,
“Ibu bisu kah ?”
Aku minta maaf anakku._
Aku semakin menua…

😟 Anakku…

Bila aku tua,
Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,
Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,
Semua itu adalah sebagian dari proses menua.
Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua.

😣 Anakku…

Bila aku tua,
Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,
Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depanku.
Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi.
Badan aku lemah.
Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri.
Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu.

😷 Anakku…

Bila aku tua,
seandainya aku sakit,
temanilah aku,
aku ingin anakku berada bersamaku.

😭 Anakku….

Bila aku tua,
dan waktu kematianku sudah tiba, 

Aku berharap kamu akan memegang tanganku
dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku.


Jangan cemas.

Jangan menangis.
Hadapi dengan keiklasanmu.
Aku berjanji padamu.

Bila aku bertemu dengan-Nya

Aku akan berbisik kepada-Nya
supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu
karena kamu sangat mencintai dan mentaatiku.

Terima kasih banyak karena mencintaiku….
Terima kasih banyak kerana telah menjagaku…
Aku mencintai kamu
lebih dari kamu mencintai dirimu._

Kiriman LikKasjo Sekayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s