Godaan Wanita Lebih Dahsyat dari Tipu Daya Setan

Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai macam godaan dan cobaan. Kaum ibu jangan terkejut bahwa ternyata godaan wanita lebih dahsyat. Untuk itu Kissparry tertarik menurunkan tulisan ini untuk Anda.

Membaca judulnya seakan frontal sekali dan seolah memojokkan kaum wanita. Bukan, kami tidak bermaksud mengusik ketenangan para wanita terutama yang tidak bisa menerima kehadiran judul di atas. Bagaimanapun juga sebaiknya kita telaah dari uraian-uraian selanjutnya.

Wanita yang telah menjadi ibu, dia akan memeroleh derajat yang lebih tinggi dan mulia, dari kaum pria. Dia menjadi wanita yang dihormati, apalagi oleh anak-anaknya. Mungkin itulah ada sedikit pengecualian barangkali, kalau bahasa bisnisnya SKB atau Syarat Ketentuan Berlaku.

Apabila seorang wanita / perempuan yang telah menjadi istri dapat dikatakan sebagai wanita yang mulia maka harus bisa melalui SKB itu, dan sekarang kita tidak akan membahasnya. Di blog ini banyak contohnya, cari saja dengan kunci WANITA.

Cukup jelas bukan? Mengapa judulnya bikin penasaran? Ya… karena Allah SWT sendiri telah berfirman di dalam Alquran tentang tipu daya itu.

Oleh karenanya mari kita ikuti, dengan membaca tulisan ini hingga akhir.

Tulisan ini diawali dengan kisah tipu daya setan, kemudian godaan wanita atau tipu daya wanita, dan terakhir kami sajikan solusi atau jalan keluarnya.

Kisah Tipu Daya

Diawali sebuah kisah yang bisa menginspirasi kita, dan bisa jadi kisah dibawah ini mungkin dapat kita jadikan pelajaran:

Disuatu desa terdapat orang-orang yang menyembah pohon, dan seorang lelaki muslim ingin menebang pohon tersebut untuk membersihkan orang-orang tersebut dari kesyirikan, karena menurut orang muslim tersebut bahwa orang yang menyembah pohon itu syirik dan dosa besar, orang tidak boleh menyembah pohon. Syirik adalah menyekutukan Tuhan Allah, menduakan Tuhan selain Allah.

Lelaki muslim itu hendak menebang pohon dan telah menuju tempat pohon berada, serta sudah membawa peralatan tebang pohon. Namun, dalam perjalanannya ditengah jalan dia dihadang oleh setan dan bertanya kemana tujuannya.
Lelaki muslim inipun menjawab: ”Saya mau menebang pohon itu untuk membersihkan orang-orang dari kesyirikan”.
Setan pun berkata:”Saya tidak akan membiarkan kamu melakukan itu”.

Keduanya berdebat dan terjadilah perkelahian dan dimenangkan oleh lelaki muslim ini.
Setan membujuk lelaki muslim ini agar tidak melanjutkan niatnya menebang pohon tersebut dengan mengatakan: ”Bagaimana kalau aku kasih kamu sesuatu yang lebih bagus dari pohon itu?”

Lelaki muslim ini menjawab:” Apa itu?”
Setan menjawab:” Kembali pulang dan setiap hari aku berikan kamu sejumlah harta”.

Janji setan ini hanya ditepati beberapa hari saja tidak setiap hari sebagaimana yang ia janjikan.

Maka marahlah lelaki muslim ini, dan pergilah ia dengan marah untuk menebang pohon itu lagi, dan ditengah jalan bertemu lagi dengan setan-nya dan terjadilah perdebatan lalu perkelahian yang akhirnya dimenangkan oleh setan.

Lalu setan berkata:” Awalnya kamu mau menebang pohon itu dengan niat karena Allah dan kamu bisa mengalahkanku dalam perkelahian, tapi sekarang aku dapat mengalahkanmu karena niatmu hanya untuk harta bukan karena Allah lagi”.

Dari kisah diatas, kita dapat pelajaran bahwa niat yang ikhlas karena Allah SWT akan dapat mengalahkan setan.

Sukanya pilih yang kaya atau yang cantik. Sikap ini tentu sudah memenangkan setan yang pada akhirnya kegagalan yang didapatkan.

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ.إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ.

Artinya : “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”(QS. Al Hijr : 39-40).

dari Usamah Bin Zaid. Beliau SAW bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”(HR. Bukhari & Muslim).

وصل الله على محمد وآل وصحبه وسلم.والحمد لله رب العالمين.والله تعالى أعلى وأعلم.

bahkan dalam riwayat isroiliyat ketika nabi adam diganggu iblis secara langsung tidak bisa….kemudian iblis membisikki Sayyidah Hawa agar membujuk Adam untuk makan buah larangan.

Pertanyaan nya kuat mana gangguan syetan atau hawa nafsu?

Ya…..
Gangguan syetan yang menggunakan hawa nafsu ….

Temanggung 20180219 kabut
Selepas Sumowono ke Temanggung Siang Tetap Berkabut (Hati-hati Di Jalan)

Godaan Wanita

Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan dalam al Qur’an, bahwa tipudaya syaitan itu lemah sedangkan tipu daya wanita itu dahsyat..

إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

inna kaida kunna ‘adzim..

“Sesungguhnya tipu daya wanita itu Dahsyat”. [QS Yusuf 28]

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

inna kaidasy syaithoni kana dho’ifa..

“Sesungguhnya tipu daya syaitan itu Lemah”. [QS An Nisa’ 76]

Tipu daya syaithan itu lemah, tapi tipu daya wanita itu dahsyat, bisa tolong di jelaskan secara terperinci? Ada jamaah bertanya.

Syaikh Abu Bara Al Usamah Al Ma’aniy mengatakan; wanita, tanpa dirasuki syaitan pun sudah anak kesayangan syaitan. Dalam diri wanita ada panah-panah beracun dari jilatan syahwat, sambarannya lebih dahsyat dan nyata.

Namun, siapakah yang bisa memalingkan wajah dari syahwat. Maka, syaitan mengendarai wanita untuk menghancurkan dai, ulama dan ahli ilmu yang lemah imannya.

Bagi para wanita, ini adalah rahasia yang tersembunyi tentang adanya sebuah kekuatan yang ‘adhim’ (dahsyat). Ini adalah tentang kondisi nafs (jiwa) yang didalamnya ada sifat fujur (perilaku buruk). Lawan dari fujur adalah takwa.

Solusi (Jalan Keluar)

Kekuatan yang segera harus ditata dan diarahkan, tentunya dengan mulai membuka lembaran kitab tazkiyatunnafs atau duduk dimajlisnya. Baik di dunia maya atau nyata bersama para asatidz yang memiliki kapabilitas dalam hal ini.

Wanita kalau sudah marah, sedih dan takut, maka akalnya kalah dan makar akan dilancarkan untuk memuaskan gejolak didadanya. Maka dari itu, syaitan lebih mudah menguasainnya.

Untuk itu mari kita bicarakan bagaimana solusinya….
Ya, benar TAZKIYATUN NAFS

  1. Setiap manusia memiliki dua sumber kehidupan yang penting yaitu ruh dan jasad.
  2. Ruh berasal dari Allah yang maha suci, sehingga unsur-unsur yang dibawa oleh ruh selalu bersifat suci dan mengumpulkan banyak kebaikan (taqwa).
  3. Adapun jasad, memiliki peran ikhtiar manusia dalam pembentukannya sehingga seringkali bercampur unsur kebaikan dan keburukan didalamnya (fujur).
  4. Ruh yang membawa sifat taqwa, bila telah menyatu dengan jasad yang memiliki sifat fujur akan berubah keadaannya menjadi nafs.
  5. Nafs akan sangat berperan dalam menentukan sifat dan sikap seseorang baik ataupun buruk. Seorang akan bersifat baik bila takwanya dominan, namun bisa berprilaku buruk bila fujurnya dominan.
  6. Cara untuk menekan sifat fujur agar sifat-sifat takwa bisa muncul kepermukaan dan menghimpun banyak kebaikan disebut dengan Tazkiyyah. Dari sinilah lahir istilah Tazkiyatun Nafs.
  7. Respon baik ataupun buruk yang diwujudkan dalam bentuk perilaku akan sangat bergantung pada berbagai informasi yang diterima oleh nafs dari berbagai organ tubuh terkait (mata, telinga, mulut, lidah dan kulit).

S E L E S A I

Judul Asli : Godaan Wanita
By : Ustadzah Nimas
Editor : Wea Kissparry
Sudah terbit di web/blog darulhijrahwalfalah dan fkdi-indonesia

Baca juga : Jadinya Apa Kalau Pelacur merayu Kyai, Kisah Nyata

Iklan

4 tanggapan untuk “Godaan Wanita Lebih Dahsyat dari Tipu Daya Setan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.