Arsip Kategori: Cerita Bersambung

Bunga untuk Ibuku | 14, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 14
(Tien Kumalasari)

Raharjo tercekat. Perasaannya sangat tak enak. Ia belum tahu berita tentang siapa yang ditabrak Baskoro, dan sekarang sang anak benar-benar mengalami kecelakaan. Apakah Baskoro yang menabrak?

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 14, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 13, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 13
(Tien Kumalasari)

Baskoro masih belum mengerti apa yang dimaksudkan Rusmi. Ia segera menutup pembicaraan itu, dan bergegas masuk ke dalam, untuk segera menekuni tugasnya di kantor, sebelum Raharjo datang.

Beruntung bagi Baskoro, setelah dia masuk ke kantor, mobil hijau lumut milik Rusmi yang dikendarai atasannya memasuki halaman.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 13, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga Untuk Ibuku | 12, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 12
(Tien Kumalasari)

Rusmi terkejut ketika menyadari sang suami sudah berdiri di tengah-tengah pintu. Dengan menampakkan wajah sedih dia memegang pundak Wijan.

“Saking sayangnya pada kakaknya ini, Nilam selalu minta bonceng dia saat pergi dan pulang sekolah. Itu pasti karena Wijan sangat menyayanginya. Ya kan Jan?” katanya lembut kepada Wijan.

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 12, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga Untuk Ibuku | 11, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 11
(Tien Kumalasari)

Ketika Raharjo tertegun, pak Rangga pun tertegun. Ada banyak pertanyaan, bagaimana istri pak Raharjo mengantarkan Baskoro ke kantor. Atau, ada sopir yang mengantarnya? Masa bu Raharjo sendiri mengantarkan Baskoro? Ingin ditanyakannya oleh pak Rangga, tapi tak sampai hati mengeluarkan kata-kata itu. Apakah itu sepengetahuan pak Raharjo atau tidak ya. Ia sudah tahu bahwa Baskoro suka main perempuan, tapi masa ia juga berani main-main dengan istri atasannya?

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 11, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga Untuk Ibuku | 10, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 10
(Tien Kumalasari)

Mendengar kakaknya memarahi Wijan dengan kata kasar, Nilam ikut naik pitam. Ia mendekati sang kakak dan menarik tangannya.

“Kenapa Mbak Hasti begitu jahat sama mas Wijan? Memang kenapa kalau mas Wijan punya ponsel baru?”

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 10, Cerbung Tien Kumalasari