Arsip Kategori: Bahasa Seni Budaya

Ada Cinta Dibalik Rasa | 18, Cerbung Tien Kumalasari


ADA CINTA DI BALIK RASA 18
(Tien Kumalasari)

Nilam terguguk dalam rasa. Ingin mencari hiburan saja terhambat oleh keadaan. Ia masih memegang ponselnya, ketika Jatmiko masih bicara lagi.

“Nilam, apa kamu mau, kami menjemputmu? Lebih menyenangkan kalau ada kamu.”

Lanjutkan membaca Ada Cinta Dibalik Rasa | 18, Cerbung Tien Kumalasari

Ada Cinta Dibalik Rasa | 17, Cerbung Tien Kumalasari


ADA CINTA DIBALIK RASA 17
(Tien Kumalasari)

Usman menepuk-nepuk pundak Estiana sambil masih tertawa-tawa, sedangkan Estiana ikut tertawa.

“Ibu mertuaku ini bukan hanya cantik, tapi juga pintar. Aku suka … aku suka ,,,”

Lanjutkan membaca Ada Cinta Dibalik Rasa | 17, Cerbung Tien Kumalasari

Ada Cinta Dibalik Rasa | 14, Cerbung Tien Kumalasari


ADA CINTA DI BALIK RASA 14
(Tien Kumalasari)

Estiana duduk di depan suaminya, memandangnya tak percaya. Tapi Marjono seperti sudah bertekad untuk melakukannya. Hanya itu satu-satunya jalan untuk melepaskan belenggu yang membuat Anjani tak berdaya.

Lanjutkan membaca Ada Cinta Dibalik Rasa | 14, Cerbung Tien Kumalasari

Ada Cinta Dibalik Rasa | 12, Cerbung Tien Kumalasari


ADA CINTA DI BALIK RASA 12 |
(Tien Kumalasari)

Anjani terkejut melihat reaksi ibu tirinya. Hanya bertanya, mengapa sang ibu menjadi semarah itu? Mata tajamnya menatapnya seperti semburan api yang mengguyur seluruh tubuhnya. Anjani mengalihkan pandangan ke arah lain.

Lanjutkan membaca Ada Cinta Dibalik Rasa | 12, Cerbung Tien Kumalasari

Ada Cinta Dibalik Rasa | 11, Cerbung Tien Kumalasari


ADA CINTA DI BALIK RASA 11
(Tien Kumalasari)

Anjani kebingungan, ia sudah memegangi sepeda motornya, bersiap untuk segera pergi. Ia sudah mendengar pintu tertutup dari mobil yang baru saja datang, pastilah Usman melihatnya dan ingin memaksanya pulang. Ia tak ingin terjadi kegaduhan di tempat itu setelah Jatmiko datang dan ketahuan oleh Usman. Tapi tiba-tiba sebuah tangan memegang lengannya.

Lanjutkan membaca Ada Cinta Dibalik Rasa | 11, Cerbung Tien Kumalasari