Kejora Pagi
BUNGA UNTUK IBUKU 15
(Tien Kumalasari)
Entah mengapa pula, melihat ayahnya pergi, hati Wijan serasa tercekat. Barangkali karena saat pamitan, sang ayah menitikkan air mata, dan memeluknya erat. Sang ayah sudah sering keluar kota, tapi tak pernah bersikap seperti itu.
Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 15, Cerbung Tien Kumalasari