Arsip Kategori: Bahasa Seni Budaya

Bunga untuk Ibuku | 08 Cerbung, Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 08
(Tien Kumalasari)

Nilam melompat berdiri, menatap ke arah laju mobil ibunya.

Wijan meraih tangannya dan memintanya kembali duduk. Wajah Nilam gelap bagai mendung.

“Ibu bersama siapa tadi?”

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 08 Cerbung, Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 07 Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 07
(Tien KUmalasari)

Wajahnya berseri, ketika panggilan telponnya diangkat oleh Baskoro.

“Pagi, cantikku,” jawaban dari seberang.

“Bas, jangan lupa ingatkan ke dealer, kirimnya jangan lama-lama. Nanti kita makan siang bersama, seperti biasanya.”

“Oke, bidadari cantik, siap, laksanakan.”

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 07 Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 06, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU  06,
(Tien Kumalasari)
 
Bu Rusmi mencubit lengan Baskoro, dengan cubitan mesra, membuat Baskoro seperti sedang melayang diudara.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 06, Cerbung Tien Kumalasari

Apa Beda Ngregeli dan Mrucut, edisi Basa Jawa


Seorang teman baru saja memegang teko air dari bahan plastik tiba tiba tekonya lepas dari tangannya, eee ngregeli…

Lanjutkan membaca Apa Beda Ngregeli dan Mrucut, edisi Basa Jawa

Bunga Untuk Ibuku | 05, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 05
(Tien Kumalasari)

Pak Raharjo menatap bawahannya, yang sedang mengamati mobil berwarna hijau lumut itu, dan rasa curiga mulai merayapinya.

Lanjutkan membaca Bunga Untuk Ibuku | 05, Cerbung Tien Kumalasari