Inilah Beda antara Ujub dan Riya

Ujub adalah perasaaan kagum pada diri sendiri, sehingga merasa bahwa ia lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain.

Ujub dan riya memang berbeda, dan pada kesempatan ini penekanan lebih pada sifat ujub dan bukan riya.

Sifat senang memamerkan sesuatu atau biasa disebut riya’ dalam agama islam adalah perbuatan dosa dan merupakan sifat dari orang-orang yang munafik.

UJUB ITU DATANG DENGAN DIAM-DIAM. TANPA KITA SADARI

Ujub berbeda dengan Riya

Kadangkala RIYA dapat dihindari, tapi UJUB masih ada.

Sebagai contoh, kita sholat tahajjud diam². tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain, dengan harapan agar tidak RIYA …
maka saat kita tidak menceritakan amalan kita, kita berhasil menghindari RIYA.
Semata-mata kita beribadah karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain.

Jangan cepat berpuas diri dulu, karena syaitan terus berusaha menggelincirkanmu.
Tiba-tiba dalam hati berkata-kata, karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.

“Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas.”

Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan UJUB.

Walaupun berhasil untuk tidak RIYA’,
tetapi masih belum berhasil untuk tidak UJUB.

UJUB
adalah perasaan kagum atas diri sendiri.

Merasa diri hebat, berbangga diri … terpesona dengan kehebatan diri.

UJUB
adalah penyakit hati yang paling tersembunyi.

Perasaan UJUB bisa datang dalam berbagai bentuk, diantaranya :

” Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya”.
” Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya”.
” Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya”.
” Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya”.
” Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya”.

Sufyan At-Tsauri Mengatakan :
“UJUB adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain”.

Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah kelebihan yang kita dapatkan dari Allah.
Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak mendapat nilai.

Imam Nawawi Rahimahullah berkata “Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya.”
(Syarh Arba’in).

Naa’udzu billahi min dzalik

Jauhi sifat Ujub, jadikan amalan kita 100% karena pengabdian kepada Allah.

Bagaimana cara mengurangi sifat UJUB

  1. Setiap kali terbetik di hati tentang kehebatan diri,dan perasaan istisghor/menganggap orang lain tak layak.., maka segera istighfar memohon ampun kepada Allah.
  2. Mengganggap semua kelebihan adalah milik Allah.
  3. Berdoa mohon bantuan Allah agar hati kita bisa beribadah dengan ikhlas.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
(Qur’an surat Al An’am – 162)

Semoga Allah membantu kita mengikis penyakit ujub yang ada di hati.

Aamiin ya Allah, ya rabbal alamiin.

Semoga bermanfaat

Kiriman Suwarno Irmais

Diunggah oleh Eswede Weanind
Editor Suwarno Wardana

Kategori:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.