SEJARAH PUASA ASYURA


Abdillah Hamid Hamid Gus Fathul Bari :

SEJARAH PUASA ASYURA

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari, ia berkata :

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi SAW ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR Muslim]

Catatan Alvers

Kita berada di bulan mulia muharram yang mana sebagian masyarakat menyebutnya bulan Syura. Nama Asyura sendiri adalah nama hari kesepuluh dari bulan muharram namun karena keistimewaannya masyarakat menyebutnya sebagai nama bulan.

Bulan muharram adalah bulan mulia, 10 Hari pertamanya juga demikian mulia terlebih pada tanggal 10 nya yang dikenal dengan Asyura, bagaimana tidak, puasa sehari setara setahun dalam melebur dosa seseorang sebagaimana hadits di atas.

Dosa yang dimaksud di sini diterangkan oleh Imam Nawawi, Beliau berkata :

قَالُوا الْمُرَادُ بِالذُّنُوبِ الصَّغَائِرُ ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ الصَّغَائِرُ يُرْجَى تَخْفِيفُ الْكَبَائِرِ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُفِعَتْ الدَّرَجَاتُ

Para ulama berpendapat bahwa dosa yang dimaksud di sini adalah dosa kecil, Jika orangnya tidak memiliki dosa kecil maka diharapkan bisa meringankan dosa besar dan jika orang tersebut tidak memiliki dosa besar maka pahala puasa asyuranya dapat mengangkat derajatnya. [Tuhfatul Ahwadzi]

Puasa Asyura bukanlah hal baru sebab orang yahudi jauh sebelumnya sudah melakukan puasa asyura tersebut.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: “Rasulullah SAW mendatangi kota Madinah, lalu beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya kepada mereka, “Hari apakah ini, hingga kalian berpuasa?” mereka menjawab :

هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah memenangkan Musa dan Kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun serta kaumnya. Karena itu, Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, maka kami pun melakukannya.”

Maka Rasulullah SAW bersabda,

فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ

“Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa dari pada kalian.”
Ibnu Abbas RA kemudian berkata :

فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan berpuasa pada hari itu. [HR Bukhari Muslim]

Perintah puasa ini sampai kepada para sahabat saat itu dan ada beberapa orang diantaranya yang berkata :

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari asyura iatu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.”
Lantas Rasul SAW mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan (tasu’a).”

Namun perawi hadits ini, Ibnu Abbas menceritakan :

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai (Tasu’a) tahun depan, Nabi SAW wafat.” [HR Muslim]

Dipahami dari hadits shahih tersebut bahwa tujuan puasa pada hari ke sembilan (tasu’a) adalah untuk membedai puasanya orang yahudi.

Jika demikian maka puasa asyura juga bisa dilaksanakan dengan hari setelahnya (Tanggal sebelas).

Rasul SAW :

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

Berpuasalah kalian pada hari Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi dalam berpuasa asyura. (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. [HR Ahmad]

Maka dari itu lebih baiknya berpuasa selama tiga hari, Sayyed Bakri mengatakan :

أن الشافعي نص في الأم والإملاء على استحباب صوم الثلاثة

Imam syafi’i dalam kitab Al-Umm dan Al-Imla’ menyatakan bahwa sunnah berpuasa tiga hari yakni Tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. [I’anatut Thalibin].

Kissparry
kiriman @pudjiwati

Mari PUKUL KEPALA iBLiS


Mari PUKUL KEPALA iBLiS

Ustaz Azhar Idrus Berkata:
Kita relax and bace ni..
Perbualan antara
Rasulullah & iblis…

Rasulullah bertanya :

Apa yg kau rasakan jika
melihat seseorang dari umatku hendak Solat

Iblis menjawab :

Aku merasa Panas dinding dan Gementar

Rasulullah :
“kenapa?”

Iblis :

“Sebab setiap seorang hamba berSujud 1X
kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Darjat”

Rasulullah :
“Jika seorang umatku berPuasa?”

Iblis :
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka”

Rasulullah :
“Jika ia berHaji?”

Iblis :
“Aku seperti orang Gila”

Rasulullah :
“Jika ia membaca Al-Quran?”

Iblis :
“Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api”

Rasulullah :
“Jika ia berSedekah?”

Iblis :
“Itu sama saja org tersebut membelah tubuhku dgn gergaji”

Rasulullah :
“Mengapa boleh begitu?“

Iblis:
”sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan
baginya, iaitu :

  1. Keberkahan dlm hartanya,
  2. Hidupnya disukai,
  3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara
    dirinya dgn api neraka,
  4. Terhindar dari segala macam musibah akan
    terhalau dr dirinya,

Rasulullah :
“Apa yg dapat mematahkan pinggangmu?”

Iblis :
“Suara kuda perang di jalan Allah.”

Rasulullah :
“Apa yg dapat melelehkan tubuhmu?”

Iblis :
“Taubat org yg bertaubat”

Rasulullah :
Apa yg dpt membakar hatimu?”

Iblis :
“istighfar di waktu siang & malam”

Rasulullah :
“Apa yg dpt mencoreng wajahmu?”

Iblis :
“Sedekah yg diam2”

Rasulullah :
“Apa yg dpt menusuk matamu?”

Iblis :
“Solat fajar”

Rasulullah :
“Apa yg dpt memukul kepalamu?”

Iblis :
“Solat berjemaah”

Rasulullah :
“Apa yg paling mengganggumu”

Iblis :
“Majlis para ulama”

Rasulullah :
“Bagaimana cara makanmu?”

Iblis :
“Dengan Tangan kiri dan jariku”

Rasulullah:
“Dimanakah kau menaungi anak2mu
di musim panas?”

Iblis :
“Dibawah kuku Manusia”

Rasulullah :
“Siapa temanmu wahai iblis?”

Iblis :
“PenZina”

Rasulullah :
“Siapa teman tidurmu?”

Iblis :
“Pemabuk”

Rasulullah :
“Siapa tamumu?”

Iblis :
“Pencuri”

Rasulullah :
“Siapa utusanmu?”

Iblis :
“Tukang Sihir (Dukun)”

Rasulullah :
“Apa yg membuatmu Gembira?”

Iblis :
“Bersumpah dgn Cerai”

Rasulullah :
“Siapa kekasihmu?”

Iblis :
“Org yg meninggalkan Solat Jumaat”

Rasulullah :
“Siapa Manusia yg paling
memBahagiakanmu?”

Iblis :
“Org yg meninggalkan Solatnya dgn Sengaja”

*sebarkannya biar
bagi 1 dunia tahu apa kelemahan Iblis.

“* Nabi berpesan Sebarkan walau sepotong ayatku*”

Indahwati

SEMUA DITINGGALKAN


✅Muhasabah Diri
💥KISAH SEDERHANA DALAM MENGHADAPI HIDUP💥 @ im3n

” Harta kita itu adalah apa yang kita bagikan …
Kalau yang kita simpan itu justru harta orang lain … Karena saat kita meninggalkan dunia ini, harta itu akan langsung berpindah tangan kepada ahli waris dan tidak bermanfaat untuk yang meninggal … Padahal seumur hidup kita kerja keras mengumpulkan harta tsb

😭 Meninggal itu ternyata tidak membawa apa-apa … Hanya selembar kain kafan berlapis tiga dengan diikat tali …

😭 Tidak memiliki kantung untuk menaruh uang apalagi ATM yang dipersiapkan untuk memberi tips malaikat …

😭 Tak ada kantung untuk menyelipkan kartu nama orang penting biar jalan menuju surga mulus …

😭 Tak dapat dimodifikasi model ala-ala hijab syari yang modis … hanya boleh satu model aja … yakni Pocong …

😭 Meski baju tiga lemari, Tidak bisa satupun dipakai / dibawa untuk ganti baju …

😭 Meski punya tanah/rumah dimana-mana, tetap saja harus tinggal di dalam kubur…

😭 Meski memiliki deposito banyak di bank, tidak bisa dicairkan di dalam kubur …

😭 Meski punya banyak mobil mewah, tetap saja pergi ke kubur naik keranda …

😭 Meski punya gadget mahal dengan camera editor yang keren, tetap saja tidak bisa buat selfie dalam kubur …

😭 SEMUA DITINGGALKAN …

Dan sayangnya, Meninggal itu tidak bisa direncanakan … tidak bisa ditentukan tanggalnya … Bisa nanti, bisa besok, bisa lusa … bisa kapan aja … Semua tergantung kehendak Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

Sementara harta kita yang sesungguhnya masih sangat sedikit, karena kita terlalu sibuk mengumpulkan harta yang dipersiapkan untuk orang lain …

Saudaraku …
Marilah bersama2 kita kumpulkan harta kita pada BANK SEMESTA milik Allah Subhanallahu Wa Ta’ala …

Kita akan melihat SALDO harta kita pada saat kita kembali kepadaNya …

Walaupun kita berangkat hanya menggunakan kain putih saja tanpa perbekalan …

Namun … Insyaallah sesampainya disana Allah akan kembalikan Seluruh Tabungan Kita di alam Semesta Milik Allah Subhanallahu Wa Ta’ala …

Tak Ada Yang Terlewat dan Tak Ada Yang Tak Terhitung … Semua Sesuai Dengan HisabNya …

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

_🍃🕋🍃___

by Indahwati @konde

 

MENGAPA ALLAH MENDATANGKAN MUSIBAH


MENGAPA ALLAH MENDATANGKAN MUSIBAH

Allah penguasa alam raya. Dengan kuasa-Nya, Allah dapat berbuat apa saja tanpa ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Kita dan semua yang kita saksikan dalam kehidupan ini pun milik-Nya. Dengan hikmah-Nya yang maha tinggi, Allah berkenan memberi apa saja kepada kita, Allah pun mampu mengambilnya dari kita. Allah berkehendak mengaruniakan kebaikan yang kita inginkan, Allah pun berhak menurunkan musibah yang tidak kita harapkan.

Musibah, bencana dan malapetaka ada dalam kuasa-Nya pula. Kehidupan manusia di dunia ini hampir tak pernah sepi dari musibah yang datang silih berganti. Dari yang kecil sampai yang besar. Dari yang ringan sampai yang berat. Dari yang sedikit hingga yang banyak. Ada musibah yang bersifat umum dan ada yang bersifat individu. Ada musibah yang tidak melibatkan manusia dan ada musibah yang melibatkan manusia zalim.

Allah Mahabijaksana. Musibah adalah sunnah-Nya. Segala yang diperbuat-Nya selalu mengandung hikmah yang agung. Lalu, untuk tujuan apakah Dia mendatangkan musibah kepada manusia?

Pertama: Sebagai hukuman bagi orang-orang yang mansekutukan-Nya dan kufur kepada-Nya.

Allah akan menurunkan musibah kepada orang-orang yang ingkar, kufur dan menyekutukan-Nya, sebagai hukuman dan azab atas perbuatan mereka yang sangat buruk. Kekufuran dan syirik adalah dosa yang paling besar. Orang-orang yang memperbuatnya memang pantas mendapat hukuman dari Allah, apabila mereka telah mendapatkan peringatan dari para utusan-Nya.

Dalam sejarah manusia, musibah dan azab pernah turun kepada kaum-kaum terdahulu. Kaum Nabi Nuh Allah tenggelamkan dalam musibah banjir bandang. Kaum Nabi Hud, Shaleh dan Syu’ab Allah tiupkan angin yang membinasakan kepada mereka. Fir’aun dan bala tentaranya juga Allah tenggelamkan ke dalam samudera. Kaum Nabi Luth Allah balikkan tanah mereka lalu Allah hujani mereka dengan baru-baru kerikil yang panas. Kisah-kisah mereka Allah ceritakan dalam Al Qur`an agar menjadi pelajaran bagi manusia yang datang setelah mereka.

Allah berfirman,

وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ

“dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 83)

Kedua: Sebagai hukuman atas dosa-dosa dibawah syirik dan kekufuran, untuk mensucikan hamba-hamba-Nya.

Diantara sebab datangnya musibah yang menimpa manusia di dunia baik pada diri, keluarga atau harta mereka adalah karena perbuatan dosa dan maksiat yang mereka kerjakan, juga sebagai hukuman dari Allah atas mereka. Allah berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuuraa: 30)

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa`: 79) Ibnu Katsir berkata, “Maksud ‘dari dirimu’ adalah dengan sebab dosamu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah, sungguh Allah akan menghalangi rizki seorang hamba disebabkan dosa yang dikerjakannya.” (HR Ibnu Majah, Ahmad, Hakim: Shahih Isnad)

Jika Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, Allah akan menyegerakan akibat dari kesalahan yang diperbuatnya di dunia dan tidak menangguhkannya di akhirat. Hingga ia bertemu dengan Allah di akhirat nanti dalam keadaan bersih dari kesalahan.

Dengan demikian, jika musibah datang menyapa kita, segeralah melakukan evaluasi diri dan bertobat kepada-Nya.

Ketiga: Untuk meninggikan derajat hamba-hamba-Nya

Allah menguji manusia dengan musibah dan nikmat, agar menjadi jelas kesyukuran orang yang beriman dan kesabarannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak Allah menetapkan suatu ketetapan bagi seorang mukmin melainkan menjadi kebaikan baginya. Hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang yang beriman. Jika ia mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya. Begitu pun jika ia ditimpa dengan musibah, maka ia bersabar dan itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Dari sisi ini musibah menjadi cara Allah untuk meninggikan derajat seorang hamba, meluhurkan keutamaannya dan menambah pahalanya.

Keempat: Untuk membedakan orang yang jujur dan orang yang dusta dalam pengakuan imannya

Dunia adalah tempat ujian. Ujian datang diantaranya dalam bentuk musibah yang tidak diinginkan kehadirannya. Orang-orang yang mengaku beriman akan Allah uji, sejauh mana kebenaran dan kejujuran pengakuannya sebagai orang yang beriman. Allah berfiman,

الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 1- 3)

Setiap orang yang mengatakan, “Aku beriman” akan diuji oleh Allah. Jika ia bersabar dan teguh, maka ia berarti jujur dalam imannya. Namun jika ia menyimpang dan berpaling dari agamanya tatkala mendapat ujian, maka ia berarti dusta dalam pengakuannya.

Kelima: Untuk membuat hamba-hamba-Nya berserah diri, mengadu dan berdoa kepada-Nya

Seorang mukmin, jika ia mendapat musibah, ia akan segera mengadu, tunduk, berserah diri dan berdoa kepada Allah. Ia juga akan memperbanyak ibadah, bersedekah dan shalat karena ia menyadari bahwa Allah-lah satu-satunya yang berkuasa mengangkat musibah itu dan menolong orang-orang yang kesusahan jika mereka memohon kepadanya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Diantara hikmah ujian (yang Allah timpakan kepada orang beriman) adalah membuat mereka kian tunduk dan merendahkan diri kepada Allah, merasa butuh dan memohon pertolongan kepada-Nya.”

Dengan demikian, musibah bagi orang yang beriman juga bertujuan menjaga keimanan mereka dan kelurusan jalan hidup yang ditempuhnya. Andai mereka terus-menerus diberikan kesenangan, kemenangan dan kemudahan hidup, bisa jadi mereka menjadi lalai dan lupa kepada Allah dan agamanya.

Keenam: Mengingatkan hamba-Nya kepada akhirat

Sebagaimana yang telah dikatakan diatas, musibah adalah sunnatullah di dunia ini. Dunia bukan tempat kenikmatan. Mencari kesenangan dan kenikmatan selama-lamanya dan terus-menerus tidak mungkin akan didapatkan di dunia ini. Di dunia ini bercampur antara nikmat dan bencana, antara kemudahan dan kesusahan, antara kesenangan dan kesedihan. Jika begitu hakikat dari kehidupan dunia, maka musibah yang datang kepada seorang hamba sejatinya dapat mengingatkannya ke negeri akhirat, tempat cita-cita untuk meraih segala kenikmatan dapat ditambatkan.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al Balad: 4)

Ibnu Katsir berkata, “Maksudnya, susah payah dalam menghadapi musibah-musibah di dunia, dan kesulitan-kesulitan di akhirat.”

Wallahu a’lam, wa shallallahu wa sallam ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.

Abu Khalid Resa Gunarsa – Subang, 5 Rabi’ul Akhir 1435 H (07 Maret 2013)

Pudjiwati Soedjono @konde

 

HARI JUMAT INI UNIK DAN SPESIAL


HARI JUMAT INI UNIK DAN SPESIAL

Jum’at ini adalah spesial dan unik, karena ini merupakan hari Jum’at terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan, … dan memperhatikan sebuah doa yang dibacakan oleh Malaikat Jibril as,

Do’a Malaikat Jibril Menjelang Ramadhan :
Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad,
apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak
melakukan hal-hal yang berikut :
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami-istri;
* Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Aamiin sebanyak 3 kali.

Dapat kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-Aamiin-kan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan itu semua dilakukan pada hari Jum’at sebelum memasuki bulan Ramadhan … seperti saat ini, hari Jum’at ini, hari penuh berkah sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Jelang ramadhan penuh berkah sambut dengan suka cita, bukakan hati yang tertutup, cahayakan yang gulita, jalinkan tali silaturahim.

Kepada bapak dan ibu beserta seluruh keluarga, pada kesempatan ini, kami sekeluarga :

Mohon Maaf Lahir Batin atas semua khilaf

Marhaban Ya Ramadhan….

Semoga ada usia hingga akhir Ramadhan, semoga ampunan dan rahmat Allah senantiasa terlimpah bagi kita semua.

Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini kembali mensucikan kita lahir bathin,
memberi banyak keindahan,
mendekatkan hati kita pada Allah Swt,

Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin

Jum’at 03 Juni 2016

by Dewi @baakk