SERAT JOYOBOYO


Menawi meniko dawuhe Ki Ronggo Warsito

SERAT JOYOBOYO

mBesuk yen wis ono kreto tanpa jaran (mobil),
Tanah Jawa kalungan wesi (rel kereta api),
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang (pesawat),
Kali ilang kedhunge,
Pasar ilang kumandhang’e,
Iku tondho yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak. Lanjutkan membaca SERAT JOYOBOYO

Belajar Menghafal Nama Surat dalam Al-Qur’an melalui Cerita


Marilah Kita Belajar Menghafal Nama2 Surat Dalam Al Qur’an Dengan Cepat Melalui –Cerita sebagai berikut.

Lanjutkan membaca Belajar Menghafal Nama Surat dalam Al-Qur’an melalui Cerita

Baygon vs Kompor Gas


Maaf copas lagi, sebagai pengingat

Baygon vs Kompor Gas
❌♨♨❌♨♨
PENTING UTK DIBACA

Kecelakaan mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Kronologi kejadian :
Kompor gas menyala saat memasak. Istri melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri sang isteri ambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan!
Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65%. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api dan… Namun pakaiannya ikut terbakar.
Pertolongan datang dari tetangga dan langsung di evakuasi ke RS.
Suami terbaring di RS, krn luka bakar, tidak mengetahui kalau istrinya telah meninggal saat tiba di RS.

Pelajarannya :
Bahwa semua semprotan pembunuh serangga mengandung pelarut yang sangat mudah menguap dan terbakar. Nano partikel semprot yang dikabutkan dpt menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan api sudah cukup untuk meng-eksplosir “kandungan” dengan Oksigen yang terdapat di udara.

Peringatan ke 2 :
Saat listrik padam jangan sekali-kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala. Dalam hitungan detik akan terjadi ledakan dan dapat menyebabkan tabung semprotan serangga ditangan meledak juga.

Hal yang sama untuk pewangi ruangan yang disemprotkan. Pelarutnya mudah menguap dan eksplosif. Agar dibaca petunjuk keselamatan di kemasannya, dapat meledak pada suhu 50 derajat celcius.

Jangan simpan saja info ini. Silakan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan orang lain………🐞🐜🕷

Jgn lupa peringatkan org2 yg di rmh, terutama yg sering didapur..
Semoga Bermanfaat….

Post: Entik @baakk

Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan


Begini Tips Cara Blokir Nomor HP SMS Penipuan._

Sebarkan ya…
_Biar penipunya pada kapok !

Seringkali kita mendapat SMS penipuan yg menyatakan :

  • Anda menjadi pemenang kuis
  • Segera transfer ke ATM terdekat
  • Papa/Mama kok belum pulang
  • SMS yang pura2 nyasar tentang transfer uang
  • Mama minta pulsa
  • Anak kecelakaan
  • Anak sakit
  • Agen pulsa super murah
  • dll…

Jgn kita biarkan, saat ini ada cara utk menanggulanginya :

  1. TELKOMSEL Format SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166

Contoh : Penipuan#0812123456#selamat anda mendptkan 1 unit mobil Avanza dari Telkomsel poin dst…
…lalu kirim ke _1166

  1. XLFormat SMS : Lapor#Nomor yg di gunakan utkmenipu#kasus yg di keluhkan lalu kirim ke _5883

  2. INDOSATFormat SMS : SMS(spasi)Nomor pengirim SMSpenipuan(spasi)isi SMS penipuan, kirim ke _726

Jika sudah lebih dari 2 orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator.

Layanan ini GRATIS !
Kemudian
Jika Anda mengalami penipuan dalam _“TransaksiONLINE” cukup kirim kronologis dan No. Rekening si penipu ke email :

_*cybercrime@polri.go.id*

POLRI akan langsung bertindak dengan memblokir ATM si penipu & melacak keberadaannya untuk di tindak sesuai hukum.

Share ke teman2 yg lain utk membantu mencegah maraknya penipuan dengan Modus Online dan simpan BC ini setiap minggu kalo sempat kita kirim BC ini ke keluarga, teman2 di contact kita, supaya mereka tidak menjadi korban penipuan.

Semoga bermanfaat… 🙏🙏🙏

Post: Endang @Kondhe

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA


HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA

(Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania)

Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.

Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”

Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.

Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dari guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.

Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.

Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah “memukul” kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai. Bukan mendidik…… Fungsi pendidikan sudah hilang karena tidak adanya kerjasama antara guru, orang tua dan masyarakat.

Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh wali murid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan wali murid hingga harus berurusan dengan polisi.
Di bantaeng guru disel…. di Jawa Tengah guru sd mencubit siswanya dipidanakan… semuanya atas nama HAM… Undang2 perlindungan Anak…. tapi ketika moralitas hancur akhlak generasi bobrok pernahkan HAM dan dedengkotnya membuat aksi nyata menuntut perbaikan moral & akhlak anak bangsa ???.

Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau wali murid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.

Mohon di share ke grup lain.. Kalo ada cuma di grup yg banyak gurunya gak bakal ada gunanya.. Bukan mencari pembenaran Tapi hanya membuka fakta.. tuk Indonesia Raya yang Berjaya dan Berdaulat….

Post: Endang Asih @baakk_Unnes