Hikmah Berteman dengan Berbagai Karakter


Kini ku sadari :

*Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter*

BERAGAM KARAKTER TEMAN

  1. Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.

  2. Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

  3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.

  4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

  5. Ada TEMAN yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).

Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.

Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak berkembang.

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.

Karena Allah SWT tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

semoga Allah SWT selalu mencurahkan ridho-Nya dan mempersatukan hati, menjadikan semua untuk “kebaikan dunia akhirat” untuk kita semua…
Aamiin“`*🌹❤😘
🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿🍂

 

Kisah Nyata Pelacur Merayu Kyai


Kisah nyata Pelacur Merayu Kyai

Dikisahkan oleh seseorang

Didalam sebuah mobil bersama simbah KH. Ali Yahya Lasem (alm) beliau bercerita kepada saya..

Pada suatu hari, ketika beliau mau berceramah (Ngisi pengajian) di Jepara, tiba-tiba dalam perjalanan (lampu merah), mobil beliau dihadang seorang cewek cantik..
Maklumlah waktu itu beliau yang duduk disamping sopir melepaskan kopyah dan serbannya..

Dan karena si mbah KH Ali Yahya Lasem (alm) itu adalah seorang bule (mirip orang Australia) maka, mungkin cewek jalanan tersebut mengira bahwa beliau adalah seorang turis manca negara yang banyak duwit, he he..

Cewek : “Malam om..” (wiis.. yai dipanggil om)
Kyai : “Malam..”

Cewek : “Ikutan dong om.. boleh ya..”
Kyai : “Oo boleh boleh.. silakan masuk..”
(Cewek bergegas masuk mobil..)

Cewek : “Om mau kemana..? butuh aku gak..?
aku temenin sampai pagi ya om..?”
(cewek merayu yai.. wk kk kk)

Kyai : “Oo ini lho mau ngaji di Jepara..
Ndak apa-apa silahkan ikut saja”
(sambil pake lagi kopyah & sorban)

Cewek : “Oo, jadi bapak ini Kyai ya?” (tadi panggil om, sekarang panggil Kyai, he)
“maaf Kyai saya bener-bener tidak tau, sekali lagi maaf..”
(dengan ekspresi tegang & ketakutan)

Kyai : “Oo, ndak apa-apa.. santai saja mbak..
Sekali-kali ikut pengajian bagus itu..”
Cewek : “Ndak usah Kyai, saya turun disini saja”

Kyai : “Nggk bisa, pokoknya harus ikut. Tadi kan sampeyan bilang mau ikut, jadi ya harus ikut..”
Cewek : “Tapi kan saya nggak pake jilbab Kyai..”

Kyai : “Gampang.. nanti tak pinjam jamaah”
(Untung si cewek pake rok sopan)
Cewek : “Tapi saya malu Kyai ..”

Kyai : “Loh, sampeyan jadi pelacur ndak malu kok, pengajian malah malu piye to..?
Cewek : “Gimana ni Kyai..” (semakin salah tingkah)
“Saya takut Kyai..”
(tadi malu sekarang takut Wk kk kk..)
Kyai : “Sudahlah… santai saja..”

Setelah sampai di tempat pengajian, Kyai langsung pinjam jilbab sama ibu² jamaah ..

Kyai : “Maaf bu.. bisa pinjam jilbab..?
ini lho bu Nyai lupa bawa jilbab”
(hahaha, masak bunyai lupa jilbab)
Ibu² : (Sambil dikit agak bingung ibu² jawab)
“Oo bisa Kyai.. bentar saya ambilkan..”

Setelah pake jilbab, bu nyai cewek langsung turun dari mobil, he he..
Dan begitu turun dari mobil masya Allaaaahhh…. bu nyai cewek langsung di serbu sama ibu² untuk bergantian cium tangan bunyai cewek..
Ngalap barokah kaliee… he he he..

Mendapat penghormatan seperti itu seketika wajah bunyai cewek langsung pucat, lisannya kelu diam sejuta bahasa dan tubuhnya pun serasa kayu..

Ia begitu merasa terhormat dipersilahkan masuk lalu dijamu dan dilayani dengan sebaik-baiknya selayaknya Bu Nyai sungguhan..

Setelah pengajian selesai, jamuan makan dihidangkan (tempat hanya terpisah kiri dan kanan dengan tempat kyai, jadi masih tetep terlihat)..

Dan sebelum acara makan² dimulai (di tempat jamuan bunyai cewek) para ibu² jama’ah memohon barokah do’a dari bunyai cewek..

Allahu Akbar..!! Bagaikan disambar petir saat ia dimintai barokah doa.. Untung masih hafal ROBBANA ATINA.. h h he..

Seperti saat baru datang, bunyai cewek kembali di kerumuni ibu² untuk bergantian cium tangan ketika berpamitan hendak pulang, sambil diantar bareng² ke mobil.. (welehhh.. cik mulyonee dadi bunyai dadakan h he he.. Tahu bulat keleess digoreng dadakaann.. )

Di dalam mobil (pulang) bunyai menangis sejadi jadinya, kayak orang yang baru terkena musibah besaarr..

Setelah agak reda nangisnya, Kyai mulai memberi nasehat..

“Apakah sampeyan tidak melihat dan berfikir, tentang bagaimana cara orang2 tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan mereka juga rela antri hanya untuk dapat menciumi tanganmu satu demi satu, bahkan meminta barokah doa darimu..

Padahal sebenarnya kamu itu siapa..??? Orang yang tidak lebih mahal dari harga sayuran kangkung, bayam, terong dan lain sebagainya..” (bunyai kembali menangis tetapi yai tetep melanjutkan nasehat)

“Ketika anda menjual sayuran kangkung, bayam dan terong, anda masih memiliki harga diri tetapi ketika anda menjual diri anda sudah tidak lagi memiliki harga dihadapan Allah..

Hari ini Anda mendapatkan nasehat yang mungkin adalah nasehat terbesar dalam hidup Anda maka segeralah bertaubat dan memohon ampun sama Allah.. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum anda bertaubat..”

Setelah mendengar nasehat yai, bunyai cewek akhirnya berbicara walaupun masih sambil terisak.. “Terimakasih yai atas nasehatnya.. Dan berkah dari kejadian ini, mulai saat ini saya bertaubat dan akan berhenti dari pekerjaan laknat ini.. sekali lagi terima kasih yai..”

Alhamdulillahhh.. Berkah tindakan bijaksana seorang kyai, bisa menyentuh hati seorang pelacur hingga bertaubat..

Seperti itulah derajat manusia (walau seorang pelacur sekalipun) hanya Allah yang maha tahu.. Semoga saja dapat istiqomah dalam taubatnya..

Semoga karena taubatnya kelak menjadi penduduk syurga….
Aamiin..

Diterbitkan dari kiriman WA
(tanpa menyebut sumber)

Baca Juga : Godaan Wanita Lebih Kuat Dari Tipu Daya Syaitan

 

Kisah dan Pesan Ustadz, Saling Menghargai


Kisah Ustadz
Diceritakan ulang

Selesai shalat seorang Ustadz, bersegera menuju ke tempat parkir untuk mengambil kendaraan.

Secara tiba-tiba, melihat seorang ibu berjalan ke arah saya, lalu bertanya: “Mohon maaf Ustadz, saya boleh bertanya sedikit?”
Ustadz tersebut menghentikan langkahnya sambil menjawab:
“Boleh bu, tapi sekitar sepuluh menit saja yah karena ada ceramah takziah setelah ini. Mohon maaf sebelumnya bu, kenapa tidak bertanya waktu pengajian tadi?”.
Beliau agak menunduk lalu berkata pelan: “Saya malu Ustadz. Ini persoalan rumah tangga saya”.

Ustadz tersebut hanya membiarkannya melanjutkan ceritanya.
“Begini Ustadz, saya merasa suami saya berubah. Akhir-akhir ini, suami saya terlihat tidak bersemangat dan sikapnya menjadi dingin terhadap saya. Kira-kira apa penyebabnya Ustadz yah?”

Pertanyaan seperti ini sepertinya lebih tepat disampaikan kepada psikolog, tapi karena tidak ingin mengecewakan, Sang Ustadz berusaha untuk melayani pertanyaannya.

“Bagaimana dengan jadwal pulangnya dari kantor Bu, ada perubahan?”.

” Tidak ada Ustadz, normal saja seperti biasa”. “Bagaimana dengan nafkah lahirnya Bu?”.

” Juga tidak ada perubahan, sama saja?”.

“Lalu bagaimana dengan komunikasinya, maksud saya Bu, apa sering menelpon atau memegang HP secara sembunyi-sembunyi?”.
” Juga tidak Ustadz, normal saja”.

“Kalau begitu, insya Allah, tidak ada orang lainl”.
” Iya Ustadz, saya juga masih mempercayainya.”

Ustadz mencoba mencari kemungkinan yang lain. “Mungkin suami ibu punya masalah di tempat kerja atau dengan relasi sosialnya?”. “Saya sudah pernah tanyakan Ustadz dan katanya baik-baik saja.

Masalahnya hanya sepertinya dia tidak antusias berbicara dengan saya.”, Nada bicaranya terdengar semakin melemah.

“Apa Bapak selama ini banyak membantu ibu di rumah?”.
” Iya Ustadz, bukan saja tugas-tugas di rumah, tapi juga tugas kerjaan saya.”
“Kalau begitu suami ibu, suami yang baik”.

Saya lalu melanjutkan pertanyaan saya: ” Apakah ibu memberikan apresiasi atau penghargaan sewajarnya atas bantuan Bapak?”.
Beliau agak kaget kemudian menjawab: “Kurang Ustadz, kan memang itu sudah tugas suami”.

” Kalau Bapak memberikan uang belanja ke Ibu, apakah Ibu selalu mengucapkan terima kasih?”.
“Tidak pernah Ustadz, bukankah itu sudah merupakan kewajiban suami Ustadz?”

Sang Ustadz kemudian menegaskan: “Boleh jadi itu masalahnya. Ibu tidak memberikan penghargaan yang sewajarnya kepada suami.

 

Ada 3 Hal Saja, Cukup


Cukup 3 Hal Saja

Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
1. Waktu
2. Ucapan
3. Kesempatan
Jagalah itu, jangan sampai kau menyesal karenanya.

Ada 3 hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
1. Amarah
2. Keangkuhan
3. Dendam
Hindarilah ia.

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran
Peliharalah ketiganya.

Ada 3 hal yg paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan
Pupuklah itu semua.

Ada 3 hal dlm hidup yg tidak pernah pasti:
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi
Jangan terobsesi karenanya.

Ada 3 hal yg dapat membentuk watak seseorang :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja Keras
Upayakanlah.

Ada 3 hal yg membuat kita sukses :
1. Tekad
2. Kemauan
3. Fokus
Usahakan dengan sungguh2.

Ada 3 hal yg tidak pernah kita tahu :
1. Rejeki
2. Umur
3. Jodoh
Mintalah pada Allah.

TAPI, ada 3 hal dalam hidup yang PASTI :
1. Tua
2. Sakit
3. Kematian
Persiapkanlah dengan sebaik-baiknya.

Sumber: by Pudji @baakk

 

Filosofi Bilangan dalam Bahasa Jawa


Ayo kita tengok sebutan bilangan dalam bahasa Jawa, ada beberapa yang sebutannya tidak sesuai dengan urutannya. Atau boleh dikatakan ada penyimpangan sebutan. Mari kita simak uraiannya. Lanjutkan membaca Filosofi Bilangan dalam Bahasa Jawa