Ayat Kursi dalam Al-Quran yang terdapat didalam Surat Al-Baqarah ayat 155 terkenal memiliki khasiat dan fadlilah yang luar biasa.
Arsip
Sabarnya Hati Jawi
NGELMU METANI
Wedang Kopi Hari ini
#Sabarnya Hati Jawi
Sabar berarti memiliki nafas yang panjang dalam kesadaran selalu mempertimbangkan setiap perbuatan.
Jangan Melihat ke Atas Agar Tidak Kufur Nikmat
JANGAN MELIHAT KEATAS AGAR TIDAK KUFUR NIKMAT
ْ عن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ قَالَ أَبُوْ مُعَاوِيَةَ “عَلَيْكُمْ”
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda :
“Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih baik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah.”
Abu Mu’awiyah
berkata: ” atas diri kalian.”
(HR. Muslim)
PELAJARAN YG TERDAPAT DLM HADITS :
1- Dengan memiliki sifat yang mulia, yaitu senantiasa memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan melaksanakan syukur dengan sebenarnya.
2- Jika seseorang melihat orang di atasnya (dalam masalah harta dan dunia), dia akan menganggap kecil nikmat Allah yang ada pada dirinya dan dia selalu ingin mendapatkan yang lebih, rasa tamak akan menguasai hatinya.
3- Jika seseorang sering memandang orang yang berada di atasnya, dia akan tidaj puas, dan akan ingkar atas nikmat Allah yang diberikan padanya.
Namun, jika dia mengalihkan pandangannya kepada orang di bawahnya, hal ini akan membuatnya ridho dan bersyukur atas nikmat Allah padanya.
4- Sebaliknya, dalam masalah akhirat ditekankan agar selalu memandang orang yang berada di atasnya.
Amalan sholeh yang telah dia lakukan terasa masih kalah jauh dibanding para Nabi, shidiqin, syuhada’ dan orang-orang sholeh.
- Nabi Saw saja, yg sdh jelas-jelas diampuni segala dosa-dosanya, masih senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. dengan melakukan shalat malam sampai telapak kakinya pecah-pecah.
Ketika hal tersebut ditanyakan oleh ‘Aisyah Ra :
“Untuk apa engkau berbuat seperti itu ya Rasulullah ?
Jawab Rasulullah :
“Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur ?
(Lihat Muttafaq- ‘Alaih)
TEMA HADITS YG BERKAITAN DNG AL QURAN
Syukur nikmat akan menambah kenikmatan, kufur nikmat akan menambah azab sangat berat :
- “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memaklumkan :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”.
(QS. Ibrahim/14 : 7) -
“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
(QS. Ibrahim/17 : 34) -
“…….Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak dihadapannya, diapun berkata : “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)”.
(QS. An Naml/27 : 40) -
“Dan adalah karena rahmat-Nya. Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”.
(QS. Al Qashas/28 : 73) -
“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki kepada Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.
Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan”.
(QS. Al ‘Ankabut/29 : 17)
6.” Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-Nya) adalah bhw Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya, dan agar kapal dpt berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur”.
(QS. Ar Rum/30 : 46)
semoga manfaat
Kiriman Dine @Smaka
Merenungi Sikap Hati Orang Jawa – BUDI LUHUR
NGELMU METANI
Ngrenungi Sikap Hati Jawi
#Budi Luhur : Sikap Terpuji Yang Ilahi
Budi luhur mampu bagaimana cara bersikap sebaiknya pada orang lain, apa yang bisa dan apa yang tidak bisa dilakukan dan dikatakan.
Dia awas ketika barangkali engkau betul, tetapi jangan memakai cara seperti itu “ngono yo ngono ning ojo ngono”.
Kendalikan diri ketika barangkali kita harus menyakiti seseorang, tapi tidak akan menghancurkan “tego larane nanging ora tego patine”.
Yakin, tidak ada gunanya marah-marah pada kejelekan orang lain karena yang baik akan nampak dan yang jelek akan kelihatan “becik ketitik olo ketoro”.
Tetap akan bersikap baik tidak hanya pada orang baik tapi juga pada orang buruk “sapa becik den beciki, sapa ala den beciki“.
Selalu sadar bahwa, sesama bukan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan, melainkan, sesama adalah ngumpulkan kebersamaan untuk saling membutuhkan gotong-royong dan saling menolong “mangan ora mangan nek kumpul“.
Maka selalu peduli kalau sedikit dibagi sedikit, kalau banyak dibagi banyak “ono sethithik didum sithik, ono akeh didum akeh“.
Orang berbudi-luhur seakan-akan menyinarkan kehadiran Allah dalam manusia bagi lingkungannya.
Aamiin !
Salam hangat untuk semuanya.
Kiriman Drs. Daryono, M.S.I.
Dosen Universitas Semarang (USM)
Lisan Ibu
LISAN IBU
Ketika seorang wanita sudah menjadi IBU, maka Alloh akan menganugerahkan kepadanya satu senjata yang sangat ampuh di muka bumi.. Lanjutkan membaca Lisan Ibu