Tenggulang Baru yang Gemilang

Tenggulang Baru merupakan desa yang sangat jauh jaraknya dengan kantor kecamatan setempat, berjarak sekitar 65 km atau bila ditempuh melalui Betung (Kabupaten Banyuasin) jaraknya bisa lebih singkat sekitar 60 km, namun jalan ini harus melewati wilayah kabupaten lain (Kab. Banyuasin).

Foto rumah warga di Tenggulang Baru (Anggota Forturga Kissparry)

Tenggulang Baru berada di wilayah Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Sekayu), Provinsi Sumatera Selatan (Palembang). Jarak tempuh ke kantor kecamatan bisa memakan waktu lebih dari 1 jam, mengingat sebagian jalannya merupakan tanah liat, jalan miliki perusahaan perkebunan setempat. Adapun bila ke Sekayu (ibu kota kabupaten) berjarak 80 km (terdekat) dan terjauh 93 km, ditempuh dalam waktu lebih kurang 2 jam perjalanan.

Tenggulang Baru merupakan desa yang wilayahnya berada di dekat perbatasan dengan Kabupaten Banyuasin, yang semula satu kabupaten dengan Kabupaten Musi Banyuasin, namun karena ada pemekaran wilayah sehingga menjadi dua kabupaten, yaitu Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Sebagai wilayah yang jauh dengan pusat kota, mengharuskan penduduknya harus bersatu dan bergotong-royong untuk memajukan wilayahnya, agar menjadi desa yang lebih maju dan gemilang dimasa akan datang.

“Aliran listrik sudah akan masuk pada tahun 2017”, kata seorang warga setempat. Hal tersebut memang tampak sudah ada jaringan listrik yang memanjang di sekitar desa tersebut. “Moga-moga ini sudah masuk ke program pemerintah yang mana tahun 2017 akan mengaliri listrik sekitar 25 ribu desa se-Indonesia”, katanya lagi.

wp-image-120472734jpg.jpg
Gambar atas : Penjemputan anggota yang berkunjung ke Tenggulang Baru, mobil menunggu berjarak lebih kurang 2km dan Gambar bawah : Rumah tempat transit dan tinggal Forturga Kissparry selama di Tenggulang Baru (Gambar diambil saat musim kemarau)

Menurut pantauan tim Forturga Kissparry saat berkunjung ke desa Tenggulang Baru (akhir Desember 2016), yang menjadi kendala utama adalah jalan masuk ke wilayah tersebut, bisa dikatakan tidak semua kendaraan roda empat berani melalui medan yang begitu sulit, karena sebagian besar jalan masih berupa tanah liat, sehingga jalanan licin ataupun jalanan berkubang bila musim penghujan.

Disamping jalan masuk ke area, juga jalanan di seputar wilayah setempat, tentang belum adanya listrik juga menjadi persoalan lain. Bahkan berkaitan akses jalan masuk yang sulit, saat akan mengadakan acara/kegiatan di Sekayu, tim yang menjemput tidak berani masuk ke wilayah desa, sehingga dijemput diarea yang paling memungkinkan. Peserta diantar bergantian dengan sepeda motor ke area penjemputan, dan ada sebagian peserta yang memilih jalan kaki.

Untuk jalanan, warga sekitar bila musim penghujan masih bisa menggunakan sepeda motor untuk transportasi keluar-masuk wilayah. Begitu pula saat rombongan akan ke Tenggulang Baru, dijemput dengan sepeda motor dari Betung, dan terjadilah arak-arakan sepeda motor. Namun untuk listrik pun sebenarnya sudah diantisipasi warga setempat dengan bergotong-royong (bersama-sama) mengadakan diesel sebagai sumber listrik, bahkan ada pula yang dikelola dengan skala lebih besar, meski aliran listrik hanya menyala mulai pukul 18:00 WIB sampai dengan 23:00 WIB (6 PM – 11 PM). Praktis diluar itu tidak ada aliran listrik, dengan tidak adanya aliran listrik berarti akses informasi publik juga terbatas. Namun di tempat kami menginap saat di Tenggulang Baru, karena listrik dari genset sendiri sehingga malam hari listrik dinyalakan semalam suntuk, siang tetap dimatikan mengingat bahan bakar dan keawetan alatnya.

Semoga listrik yang diadakan oleh pemerintah benar-benar bisa dinikmati warga di tahun 2017, setelah itu warga setempat harus memikirkan bersama-sama pengerasan jalan sebagai akses jalan di wilayahnya dan akses jalan penghubung ke wilayah lain. Apabila keduanya terwujud akan jadilah Tenggulang Baru yang Gemilang (dan Maju). Semoga…

Forturga Kissparry.

Iklan

2 tanggapan untuk “Tenggulang Baru yang Gemilang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s