Kenangan Masa

Anda Lahir 1950 – 1970an sebagai Generasi Limited Edition Wajib Baca (Lainnya Boleh)

Mengingatkan kita pada beberapa di masa kecilku dulu, Minggu pagi selepas Subuh jalan ke kota bareng-bareng, atau menginap di sekolah kakakku MTs Negeri Boyolali di Kemuning, boarding school mondok di sekolahan tersebut.

Kami sangat bersemangat, jalan-jalan Minggu pagi di keramaian kota Kabupaten Boyolali. Banyak sekali yang lucu, ketika di kejar anjing milik seseorang yang kami goda. Kakakku yang larinya tidak kencang, harus teriak-teriak.

Belum lagi di kampung, kami juga suka menggoda anak sapi ‘pedet’ akhirnya dikejar-kejar. Inilah memori zaman dahulu, yang hampir semua orang punya cerita, kenangan masa, kenangan emas.

Golden Memories (Kenangan Emas)

Anda yang lahir atau angkatan tahun 1950 >….<1970-an sekadar tahu, dan untuk itu kami selanjutnya menyebut sebagai kita…. Boleh… ya… namun bagi Anda yang lahir lepas tahun 1980-an boleh menyimak juga mungkin ada kesamaan.

Kita yang lahir di tahun 1950-an, 1960-an dan 1970-an, merupakan generasi yang layak disebut generasi paling beruntung. Pasalnya apa? Simak selanjutnya.

Mengapa kemudian disebut memiliki Golden Memories atau kenangan emas, dan yang pasti Golden Memories disini bukan ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi ternama di negara kita, tapi sebagai kenangan keemasan untuk usia di tahun lahir tersebut.

Apa sebabnya, seperti yang beredar di media sosial tentang golden memories ini yang kemudian diakhirkan kata limited edition atau edisi terbatas, atau generasi edisi khusus dan terbatas, karena memiliki beberapa keunikan.

Keunikan itu akan kami sampaikan disini, sesuai dengan artikel yang telah beredar di media sosial itu, yang juga pernah terbit di blog ini, dan memang sangat menarik untuk kami turunkan kembali kali ini.

Ya… kita yang lahir di tahun 1950-an, 1960-an dan 1970-an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung.

Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yang begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima…. Aamiin.

Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak ‘tintir lengo potro‘, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED yang saat ini beredar.

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik ‘ketok-ketok-trerekrek’, yang sebelum mengetik misalnya judul harus ditengah maka kita harus menghitung berapa jumlah huruf sehingga kita bagi untuk bisa terletak ditengah. Terus dihitung ketengah berapa ketuk…
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita, gatget, dan kalau bikin dokumen untuk judul ditengah tinggal perintah center (Ctrl-C) atau klik center align.

Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder (kadang pitanya mbulet/kusut), akhirnya rekaman kemrusek tidak jelas.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men-download lagu dari gadget, jika ingin rekam tinggal pilih menu recording, bahkan saat mengikuti pengajian tinggal bilang panitia mau menaruh smartphone untuk merekam, beres, bisa di putar ulang.

Masa Kecil

Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat* dari anak masa kini, karena bermain lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan, sumpit-sumpitan, galasin adalah permainan yang tiap hari akrab dengan kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .

Masa Remaja

Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/geng yang tanpa janji, tanpa telpon/SMS tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi, bahkan jalan kaki bersama-sama pada minggu pagi atau pada saat hari libur ke pusat kota.

limited-edition-illustration-156592289
Limited Edition

Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati. Kalau pas bulan bersinar terang tinggal bilang ‘jeeluuungngng’ ataulah apa cara panggilnya, maka semua segera berkumpul.

Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.
Kini kitapun tetap bisa ber “wkwkwkwk”
di grup Facebook/whatsApp .

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.

Juga bersepeda onthel / motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita.
Kitalah generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya nonton TV (ada yang cuman hitam putih layarnya, itupun kadang satu kampung yang punya hanya segelitir orang), dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah channel sana sini, karena yang siaran hanya TVRI.

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita. Sekaligus kita bisa menggunakan kamera smartphone atau kamera digital, tahu-tahu memori penuh, gampang dikeluarkan ganti memori baru. Kadang jeprat-jepret nanti diambil yang paling bagus, ya.. ini sekarang, kala itu ngirit-irit jangan kehabisan film… salah masukkan gambar hangus semua tidak keluar gambarnya.

Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil  foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek, ya karena susah untuk mendelete.

Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.
Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.
Tanpa ada editan Camera 360, photoshop, atau Beauty face.
Betul-betul generasi yang menerima apa adanya.

Kitalah generasi terakhir yang pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati, ataupun dari kerabat jauh. Mungkin Anda pernah menunggu kiriman surat pos yang ditunggu tidak kunjung tiba, karena berhenti di kecamatan.

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yang LIMITED EDITION, tulis beberapa sumber.

Kita adalah generasi yang patuh dan takut kepada orang tua (meskipun sembunyi-sembunyi nakal serta melawan) akan tetapi kita generasi yang mau mendengar serta komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima selama ini.

Setidaknya yang tadinya Anda mungkin terlupakan karena berbagai kesibukan Anda, atau karena Anda terlalu sibuk menimang cucu, dengan ini kami hanya sekedar mengingatkan dan berbagi, bahwa kita adalah generasi yang beruntung yang mungkin tidak pernah terbayang sebelumnya.

Ayo Tetap Belajar

Termasuk belajar nge-blog, karena ini berawal dari terpaksa untuk mendokumentasikan kegiatan forum keluarga besar Kissparry, karena dengan daring data akan mudah dicari kembali dimanapun berada.


Baca Juga :


Misal, bapak-bapak petani di kampung yang tadinya akan pegang HP untuk WA agak sungkan karena bingung dengan aneka klik dan geser, terpaksa karena anaknya dan saudaranya menggunakan akhirnya, terpaksa harus belajar dengan anaknya atau temannya yang telah menggunakannya.

Dan untuk itu Anda yang lahir digenerasi lebih muda, jangan lupa sampaikan hal ini kepada ayah, ibu, mertua, saudara Anda yang belum mengerti apa itu SMS/WA dan lainnya untuk diberitahu/diajari untuk mengoperasikannya.

Salam dan semoga bermanfaat.

By Likkasjo 30/03/2017
Sumber diolah dari Kissparry Smart dan Padli Madjid Group WA Transmgran Sumsel
Editor Kissparry dan EswedeWea

LikKasjo adalah nama pena dari SUNARYO, S.E., M.Si. salah satu admin blog ini (kissparry.com), pernah sekolah di SMA Swasta Sultan Agung 1 Semarang, tinggal di Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Anggota PATRI. Bagi alumni SMA Sula 1 Semarang boleh kontak Lik Kasjo.

Untuk edisi WA silakan klik cari di Kissparry dengan Judul Generasi Limited Edition

*Artikel beredar di media sosial, di Kissparry telah terbit dengan judul Generasi Limited Edition, mungkin Anda telah membacanya, dan kali ini kami turunkan dengan versi yang berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.