Tour Bermotor Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar

Grojogan adalah bahasa Jawa yang sama artinya dengan air terjun, namun karena sudah menjadi kebiasaan orang menyebut tempat wisata ini dengan sebutan Air terjun Grojogan Sewu, ya inilah kebiasaan kita yang salah kaprah tetapi akhirnya benar begitu. Sedangkan Sewu juga bahasa Jawa yang artinya seribu (1000).

Air terjun ini dinamakan Grojogan Sewu karena ketinggian air yang mencapai sekitar 81 meter sehingga dari dekat nampak tinggi sekali seperti 1000 meter (sewu meter), disamping itu debit air juga cukup besar meskipun musim kemarau. Grojogan ini masih berada di seputar kaki gunung Lawu, dan dari sanalah sumber air itu berasal.

Ada juga yang mengatakan jika nama Grojogan Sewu diambil dari Seribu Pecak, atau satuan jarak yang digunakan pada saat itu (zaman dulu), satu Pecak adalah satu telapak kaki orang dewasa, jadi apabila diukur dengan ketinggian air terjun tersebut bisa lebih dari seribu Pecak.

Selamat Datang di Lokasi Wisata Grojogan Sewu
Selamat Datang di Grojogan Sewu Tawangmangu

Air terjun Grojogan Sewu terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan menuju ke tempat ini, apabila Anda dari Solo (Jawa Tengah), disekitar Tawangmangu banyak sekali tempat-tempat wisata yang bisa Anda singgahi. Namun kali ini kami akan langsung menuju ke Grojogan Sewu.

Ucapan-selamat
Ucapan Selamat

Perjalanan menuju ke Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar – Solo

Dari Semarang menuju ke Tawangmangu, kami tempuh dalam dua sesi perjalanan. Semarang menuju Boyolali, kemudian Boyolali menuju Tawangmangu Karanganyar. Boyolali dan Karanganyar biasa di sebut dengan Solo.

Kebetulan kami punya saudara di Boyolali Jawa Tengah, sehingga bisa untuk transit atau pemberhentian, bahkan untuk menginap gratis di sini, tepatnya di Kecamatan Teras, Desa Tawangsari.

Kota Semarang menuju Kabupaten Boyolali

Kota Semarang dan Kabupaten Boyolali masih satu wilayah yaitu Provinsi Jawa Tengah, bahkan juga termasuk Kabupaten Karanganyar.

Perjalanan menuju ke Boyolali dengan jarak sekitar 75 KM kami tempuh dengan bermotor dalam waktu sekitar dua setengah jam. Tujuan di Boyolali adalah Dukuh Ngemplak, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras.

Rute yang dilalui yaitu Ungaran – Bawen, dari Bawen ambil arah ke Solo atau lurus saja, kalau belok ke kanan dipertigaan Bawen itu adalah menuju Jogja. Bawen dan Ungaran termasuk wilayah Kabupaten Semarang.

Perjalanan selanjutnya akan melewati Kota Salatiga, di sini kita akan melewati Tuntang, yang sebelumnya melalui perkebunan teh, dan di sini ada Kafe Banaran. Di Tuntang ada wisata Rawa Pening.

Sebelum Salatiga ada dua jalur yang menjadi pilihan yaitu jalur kota dan jalur lingkar Salatiga. Kami memilih jalur ke kota karena untuk membeli oleh-oleh. Sebelum masuk kotanya Salatiga, yaitu saat didepan Universitas Kristen Satya Wacana ambil saja rute lurus, kalau ke kanan ke pasar kambing dan tidak masuk kota.

Dari Salatiga ikuti terus perjalanan arah Solo dan setelah itu kembali lagi masuk wilayah Kabuaten Semarang. Dan seterusnya maka akan memasuki daerah Ampel disini sudah masuk wilayah Kabupaten Boyolali. Setelah itu masuk wilayah Kota Boyolali.

Di Boyolali juga ada jalan lingkar, yang mana jalur tersebut dilalui kendaraan berat termasuk bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) juga truk. Bus AKAP dan truk tidak boleh masuk dalam kota Boyolali. Setelah Kota Boyolali yaitu masuk daerah Kecamatan Mojosongo, dan setelah Mojosongo adalah wilayah Teras.

Boyolali – Karanganyar – Tawangmangu (Grojogan Sewu)

Rute yang dilalui adalah Banyudono (Boyolali), belok ke kiri arah melewati Karanganyar – keluar lagi lewat Kota Surakarta – Masuk lagi ke Karanganyar dan dari Kota Karanganyar ke arah Tawangmangu.

Sebelum Kota Kartosuro, di pertigaan setelah Bangak, mengambil arah ke kiri, melalui komplek TNI Angkatan Udara (Pangkalan Angkatan Udara – sebelahnya Bandar Udara Adi Sumarmo), terus saja lurus disini wilayah Karanganyar, untuk Bandar Udara Adi Sumarmo Solo termasuk wilayah Boyolali.

Terus ke arah timur maka akan melewati wilayah Kabupaten Sukoharjo dan setelah itu Kota Surakarta, diperempatan ke Terminal Tirtonadi, ya mengikuti arah terminal, terus ke kanan di terminal, setelah itu akan melewati Rumah Sakit Umum terus ikuti saja. Hati-hati tidak lama lagi perjalanan akan mengarah ke kanan menuju Karanganyar, karena kalau terus berarti ke Sragen dan Ngawi.

Ikutilah rute Karanganyar kota dilanjutkan perjalanan ke Tawangmangu.

Selamat Datang di Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu

Untuk pintu masuk sendiri, terdapat dua tempat, yaitu yang berada diatas dan yang berada dibawah, jika kalian masuk dari atas maka kalian akan bisa menemukan kera-kera yang sedang bergelantungan di pohon, pintu atas biasa dipilih bagi wisatawan yang menggunakan mobil dan bus, walaupun pintu masuk yang bawah juga bisa melihat kera, tapi tak sebanyak dengan pintu masuk atas. Disinilah tangga-tangga itu akan Anda lewati yang jumlahnya ratusan.

Grojogan Sewu jalan masuk dari bawah
Grojogan Sewu jalan masuk dari bawah

Namun apabila Anda memilih jalan dari arah bawah, perjalanan Anda tidak terlalu banyak tangga dan landai, cocok untuk ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah berusia (lanjut). Perjalanan Anda juga tidak akan menemukan kera-kera yang bergelantungan. Kunjungan kali ini kami melalui jalan bawah, disamping jalan atas kami juga pernah lalui, karena kami bersama anak-anak, kalau harus menggendong atau berhenti dijalan, akhirnya perjalanan terganggu, saya teringat ketika akan ke Curug Benowo berhenti dijalan karena hal tersebut. Curug adalah nama lain dari air terjun atau grojogan.

Monyet-dsc_2500
Monyet di seputar Grojogan Sewu

Apabila Anda menempuh jalan dari atas, harap berhati-hati dengan barang bawaan Anda, karena sekitar itu banyak monyet berkeliaran yang siap merebut bawaan Anda, dan kami sarankan Anda sudah menyiapkan makanan agar lebih aman. Tetapi monyet di sini tidak segarang monyet di Sangeh Bali, namun Anda tetap waspada.

Suguhan Pertama berupa Jembatan dan Petunjuk Arah

Jembatan pertama dari bawah
Jembatan pertama jalan dari bawah di Grojogan Sewu

Jembatan ini merupakan jembatan yang berada diatas aliran sungai yang berasal dari air terjun Grojogan Sewu. Apabila Anda seorang petualang sejati, silakan mencoba menelusuri aliran sungai tersebut, namun harus seizin dari pengelola, kalaupun tidak izin juga tidak apa-apa, yang penting jangan sendirian.

Petunjuk Arah di Grojogan Sewu
Petunjuk Arah di Grojogan Sewu yang bikin Anda tidak tersesat, dan Emergency Call

Anda harus ekstra hati-hati selama perjalanan menuju obyek utama, tidak perlu tergesa-gesa dan Anda beserta keluarga silakan menikmati pemandangan kanan-kiri selama menuju ke obyek utama (grojogan). Mengapa harus hati-hati, karena sebagian jalan mungkin agak licin, terlebih alas kaki Anda yang tidak untuk peruntukannya. Kalau alas kaki sesuai peruntukannya sebagai petualang, jalan tersebut termasuk kategori mulus.

Sebagian jalan yang dilalui di Grojogan Sewu
Sebagian jalan yang dilalui di Grojogan Sewu

Bila Anda merasa lelah, silakan istirahat ditempat-tempat yang telah disiapkan oleh pengelola wisata Grojogan Sewu, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kelelahan. Ada pos-pos yang bisa Anda manfaatkan sekedar untuk melepas lelah, yang berbentuk gazebo maupun hanya sekedar dudukan untuk melepas lelah.

Terlihat dalam gambar POS 9, itu berarti sepanjang perjalanan Anda akan lebih nyaman karena ada POS, yang pada hari tertentu ada petugas jaga yang ada disana sebagai bentuk layanan dari obyek wisata ini.

Obyek Wisata Utama Grojogan Sewu

Sesampai di obyek wisata utama Grogojan Sewu suasana lebih ramai, karena semua pengunjung akan bergerombol disini. Anda bisa memanfaatkan tempat-tempat untuk mengabadikan kunjungan Anda bila ingin obyek khusus, harus rela bergantian. Anda juga dituntut untuk bersabar, terlebih masa-masa liburan.

Kalau Anda mengambil jalan bawah, dari tempat ini lebih sepi, karena dari bawah biasanya mobil pribadi atau pemotor, kalau angkutan bus juga kecil. Kebanyakan pengunjung melalui jalan atas. Itulah ketika Anda membayangkan, kalau obyek itu sepi dan bakal bisa ekspos secara leluasa, tiba-tiba hanya bayangan saja, karena suasana benar-benar ramai.

Jangan lupa menyiapkan pakaian ganti, karena Anda bisa basah kuyup ketika mendekat di air terjun, bila tiba-tiba hembusan angin agak kecang.
Kalau tidak persiapan pakaian jangan coba-coba mendekat ke air terjun, sebaiknya Anda santai menikmati suasana kesejukan dari kejauhan saja, sambil menikmati sate kelinci dan aneka sajian makanan yang dijajakan di tempat ini.

Anda akan betah seharian ditempat seperti ini, apalagi aktivitas rutin harian Anda yang sibuk dengan segala aktivitas pekerjaan.

Obyek wisata utama Grojogan Sewu Tawangmangu
Obyek wisata utama Grojogan Sewu Tawangmangu

Jangan lupa, bila perlu siap-siap payung apabila tiba-tiba hujan datang, karena tempat ini merupakan wilayah yang memiliki curah hujan yang tinggi.

Obyek sekitarnya juga sangat menawan
Obyek sekitarnya juga sangat menawan

Obyek sekitar obyek utama juga tidak kalah menarik, dan tentu kami sangat menikmati kunjungan kami ke obyek wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu ini.

Obyek sekitar Grojogan Sewu
Salah satu obyek sekitar Grojogan Sewu

Kuliner di Obyek Utama

Aneka kuliner atau makanan dijajakan di sekitar obyek utama, disamping diluar obyek utama juga sangat banyak aneka makanan yang siap Anda santap saat perut sudah keroncongan.

Namun dari pengamatan kami, untuk yang wisatawan rombongan keluarga banyak yang membawa bekal sendiri, termasuk kami. Di tempat ini sate kelinci juga termasuk makanan khas yang boleh Anda coba. Meskipun kami membawa bekal sendiri, namun juga tertarik dengan menu itu, ditambah lagi ketupat sayur khas Tawangmangu… wah nikmat sekali.

satekelinci
Sate Kelinci Tawangmangu

Setelah dari Grojogan Sewu Tawangmangu silakan melanjutkan perjalanan ke obyek terdekat, meskipun Anda bisa berlama-lama di tempat tersebut, karena masih banyak aneka obyek yang ada di sini, antara lain arung jeram, outbound, dan lainnya.

Kenangan Masa di Hargo Dumilah Puncak Lawu

Dari sekitar tempat ini pula, Anda bisa mengunjungi puncak Gunung Lawu yang bernama Hargo Dumilah. Sekedar untuk bernostalgia ketika tahun 1992-an saya mendaki puncak Gunung Lawu yang hampir tersesat ketika akan turun itu, kali ini saya saya sengaja membawa keluarga ke tempat di mana kami dulu mendaki ke Gunung Lawu mulai dari sini, Semorosewu.

Sekitar tahun 1992-an, yang dokumentasinya belum sempat kami cari, kami mendaki Gunung Lawu melalui jalan itu.

CemoroSewu GunungLawu
Cemoro Sewu di kaki Gunung Lawu Magetan, menuju ke Telaga Sarangan
basecamp-cemoro-kandang-gunung-lawu
Bacecamp Cemoro Kadang Gunung Lawu Karanganyar (melewati Grojogan Sewu)

Ketika kami turun dari pendakian puncak Gunung Lawu, kami bermaksud mengambil jalan lain agar turun di Grojogan Sewu (itu gara-gara kami memetik bunga edelweis), akhirnya tersesat dijalan. Akhirnya saya memutuskan mencari jalan berangkat dan kembali ke jalan semula, dan alhamdulillah kami ber-5 selamat. Berlima itu 2 teman dari Solo dan 3 kami bersaudara itu adalah adik saya Suwarno atau yang sekarang di Jambi (https://rimbopesat.wordpress.com), dan Sunaryo NnW atau LikKasjo yang sekarang di Sekayu Palembang (https://sunaryowildan.blogspot.com).

Semoga bermanfaat.

Iklan

2 tanggapan untuk “Tour Bermotor Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.