Pickle, Makanan yang Diawetkan Bisa Tahan Lama

Hari ini bertemu teman orang Russia. Dia bercerita jika orangtuanya sering membuat pickle sebelum musim dingin tiba. Selama musim dingin mereka mengahadapi kendala ketersediaan bahan makaan dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat untuk becocok tanam..

WhatsApp Image 2017-04-26 at 13.38.26
Pickle sayuran

Sekitar tahun 1972, teman ini bekerja di angkatan laut, dan makanan yang disajikan adalah pickle yang dibuat selama masa perang dunia ke 2 (sekitar 1939-1945). Pickle yang dibuat sekitar 20 tahun tersebut masih disajikan untuk konsumsi para tantara.

WhatsApp Image 2017-04-26 at 13.32.08
Pickle

Bahan untuk membuat pickles bisa dari tomat, cabe, telur, bawang, brambang, dan buah-buahan. Bahan-bahan tersebut dimasak bersama vinegar atau cuka kemudian disimpan didalam botol atau toples yang terbuat dari gelas.

WhatsApp Image 2017-04-26 at 13.38.27
Pickle Bawang putih

Teman ini juga bercerita jika buah-buahan yang telah jatuh dari pohon dan sudah di tanah juga dimanfaatkan untuk dijadikan vodka (kalau yang ini mungkin bisa dimodifikasi menjadi selai untuk olesan roti).

Saya teringat, ironi kehidupan keluarga di desa jika musim panen  dan ternyata harga tidak bersahabat. Kemungkinan pengolahan lebih lanjut bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan daya jual hasil pertanian, yaitu dengan proses pickling.

Beberapa artikel kesehatan menyatakan jika pickle ini juga bermanfaat untuk kesehatan antara lain membantu mengatasi masalah pencernaan,antioxidant,sumber mineral dan vitamin,diabetes, dan kesehatan liver.

Perlu diperhatikan jika ada masalah tekanan darah tinggi karena pickle biasanya mengandung kadar garam yang tinggi.


Kiriman: Ririn Vogler tinggal di Australia
Referensi tambahan : organicfacts.net/health-benefits/other/health-benefits-of-pickles.html

Ilustrasi: Google


Ulasan Redaksi

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk meningkatkan daya jual ketika suatu produk hasil panen yang melimpah dan saat itu harganya tidak bersahabat atau jatuh atau juga disebut anjlok.

Pickling (pengawetan) adalah proses pengawetan atau memperpanjang umur makanan dengan fermentasi anaerobik dalam air garam atau perendaman dalam cuka. Makanan yang dihasilkan disebut acar (pickle).

Prosedur pengawetan biasanya akan mempengaruhi tekstur dan rasa makanan, dan itu memerlukan percobaan berkali-kali.

Di Asia Timur, vinaigrette (minyak sayur dan cuka) juga digunakan sebagai media pengawet. Makanan yang diawetkan meliputi daging, buah, telur, dan sayuran.

Apabila menengok sejarah pengawetan model ini, sudah dilakukan sejak 4000 tahun silam dengan menggunakan mentimun asli India. Ini digunakan sebagai cara untuk mengawetkan makanan untuk penggunaan di luar musim dan untuk perjalanan jauh, terutama melalui laut.

Meski prosesnya diciptakan untuk mengawetkan makanan, acar juga dibuat dan dimakan karena orang menikmati rasa yang dihasilkan.

Singapura, Indonesia dan Malaysia disebut acar, biasanya terbuat dari ketimun, wortel, cabai merah, dan bawang merah, barang-barang ini dibumbui dengan cuka, gula dan garam. Buah-buahan, seperti pepaya dan nanas, juga kadang dibuat acar (asinan).

Sumber: wikipedia.org

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s