Mudik Lebaran, Ingat Microsleep dapat Mengakibatkan Kecelakaan

Sekedar mengingatkan bagi teman-teman yang akan mudik saat Lebaran dengan berkendaraan sendiri.  Begitu pesan pertama yang Kissparry baca tentang MICROSLEEP yang beredar di Media Sosial. Ini ada yang menarik karena Kissparry juga orang rantau.

Dari segi bahasa Micro dapat diartikan kecil sedangkan Sleep artinya tidur, ya… tidur yang kecil.. atau bahasa mudahnya tidur sesaat, mak lheess, nglegeses… (Bahasa Jawa).

Microsleep tidak seperti tidur biasa, karena microsleep adalah adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk.

Kejadian microsleep pada umumnya hanya berlangsung sekitar satu detik hingga dua menit, namun durasi tersebut dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki kondisi tidur. Microsleep sering terjadi saat seseorang melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara atau menatap layar dalam waktu yang lama, seperti di kutip dari hellosehat.

Microsleep (gambar Liputan6com)

Baca juga : Tips Berkendara yang Aman dan Selamat, berdasarkan Pengalaman Jelajah

Pernah kah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara tiba-tiba terlelap? Hanya seketika / beberapa detik.
Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba tiba berada di depan mata.

MICROSLEEP adalah keadaan dimana badan ‘tidur’ sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep yang hanya sesaat ini bisa terjadi meski mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah “shut down”.

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/jam???

Seringkali, keinginan untuk bertemu keluarga tersayang yang terpisah sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, maka mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya mengusir kantuk. Adapula sebagian orang berpendapat jalan yang berliku/berkelok-kelok dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya!!!
Jadi, apa yang harus dilakukan?

🔺BERHENTI.
🔺PARKIR MOBIL DI TEMPAT YANG AMAN
🔺TIDUR.

Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup.

Ulang setiap kali anda mulai terasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh. Atau ustadz Anwar dalam tausyahnya pesan kepada jamaah, berkendara saat mudik lebaran, ketika sudah berjalan 8 jam maka harus istirahat total.

Untuk penumpang yang duduk disamping pengemudi,  jadilah co-driver yang baik.  Cobalah sering-sering lakukan beberapa hal ini:

  1. Ajak pengemudi berbincang-bincang, untuk mengurangi rasa bosan.
  2. Perhatikan cara berkendara atau perhatikan laju kendaraan. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur atau laju kendaraan melambat, tegur sang pengemudi.
  3. Sekali sekali lihat instrumen di dashboard,  Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu-lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur saja pengemudinya.

Berhati hati di jalan raya, selamat mudik lebaran hingga bersua seluruh anggota keluarga tercinta.

Jangan lupa berdoa sebelum perjalanan dan selama ada di jalan. Anda bisa membunyikan musik atau alunan suara yang bisa memberikan semangat selama perjalanan. Ingat jangan bikin suara-suara yang menjadikan semakin mengantuk.

Teman Kissparry WN pernah bercerita, baru saja beberapa hari yang lalu, ketika perjalanan dari Solo di salah satu traffic lights (lampu bang jo) sempat di klakson mobil dibelakangnya bertubi-tubi, ternyata dia ketiduran sesaat di lampu pengatur lalu lintas tersebut. Wah ini mungkin yang dinamakan Microsleep, untung di pemberhentian.

Berkendara disini bukan hanya yang menggunakan mobil, namun termasuk pemotor.

Semoga bermanfaat

Diolah dari berbagai sumber
Kissparry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s