Apa itu Lampu Petromax, Sejarah Petromak dan Mengenang Pakdhe-ku Tukang Lampu

Saat ada postingan di grup Medsos FB menayangkan tentang kaos lampu petromax, jadi teringat kisah pakdhe saya yang tukang lampu petromax, masa itu, sekitar tahun 80an.

Lampu petromax pada waktu itu sangat terkenal digunakan, terutama pada orang-orang yang mempunyai hajat (gawe), sebagai lampu penerangan di malam hari.

Lampu ini jarang sekali yang punya, sehingga waktu itu ada persewaan lampu petromax, atau kalau tidak menyewa ya meminjam kepada orang-orang (warga) yang memilikinya.

Waktu itu jarang sekali orang yang memiliki lampu petromax, sedangkan untuk penerangan malam hari biasanya menggunakan lampu tintir.

Pakdhe saya yang terkenal dengan sebutan Pak Lampu Petromax, memang jasanya sering digunakan sebagai orang yang diberi tanggung jawab berkenaan dengan penerangan malam hari.

Kala itu kampungku belum ada aliran listrik seperti sekarang, sehingga pakainya lampu petromax, dan menyewa.

Lampu petromak disewakan dalam acara-acara orang punya hajat, seperti resepsi pernikahan dan sunatan.

Petromax Butterfly – Shopee

Waktu itu petromak yang sering dijumpai bermerek Butterfly, dan ternyata memang barang seperti ini yang terkenal adalah merek petromax.

Baca juga : Aliran Listrik PLN Membuat Tenggulang Baru Lebih Bersinar

Asal Usul Petromax

Petromax adalah nama sebuah merek dagang (brand) dari sebuah lampu berbahan bakar minyak bertekanan yang berasal dari Jerman.

Petromax pertama kali dibuat oleh Max Graetz dan dipatenkan sejak 5 November 1910. Nama Petromax merupakan singkatan dari “Petroleum Maxe”, julukan Max Graetz yang diberikan oleh teman-temannya.

Apa itu Petromax? dan manjadi Nama Umum

Petromax (sering ditulis Petromak atau Petromaks) adalah lampu berbahan berbahan bakar minyak tanah (parafin/kerosin) yang ditekan ke atas, diubah menjadi uap, untuk memanaskan kaus lampu hingga berpijar.

Lampu yang diciptakan oleh Max Graetz tersebut sangat terkenal di zamannya, bahkan hingga sekarang. Lalu siapakah Max Graetz, dan bagaimana lampu Petromax bekerja?

Max Graetz adalah Presiden perusahaan Ehrich & Graetz di Berlin, Jerman, yang mengembangkan dan mendesain lampu Petromax.

Awalnya, Max Graetz ingin menciptakan sebuah alat penerangan dengan bahan bakar parafin untuk dijadikan produk baru di perusahaannya.

Selanjutnya, Graetz menemukan proses untuk membuat gas keluar dari parafin, memiliki energi kalor yang sangat tinggi dan bisa membuat api biru yang sangat panas.

Graetz kemudian merancang lampu bertekanan, yang bekerja dengan uap parafin. Secara singkat, cara kerja lampu bertekanan (awal mula lampu Petromax) bisa dijelaskan pada paragraf-paragraf di bawah ini

Sebuah jaring-jaring keramik (terbuat dari campuran dari oksida-oksida logam yang mirip sekali dengan kandungan tanah liat – yang sekarang dikenal dengan kaus lampu) dipanaskan dengan spiritus.

Kemudian parafin ditekan dengan pompa tangan di dalam tangki tertutup (yang terletak di bawah jaring-jaring keramik) agar bisa mengalir melalui pipa yang mengarah pada jaring-jaring tersebut.

Parafin tersebut akan menguap (karena posisi pipa yang sangat dekat dengan jaring-jaring yang dibakar spiritus tadi) dan menjadi bahan bakar jaring-jaring keramik sehingga menghasilkan cahaya yang terang.

Selama pasokan gas parafin dari tangki terus mengalir, jaring-jaring keramik atau kaus lampu akan terus berpijar menghasilkan cahaya.

Bila tekanan habis, terdapat sebuah pompa tangan yang berguna untuk menambah tekanan uap parafin ke kaus lampu.

Baca juga : Teknisi Trans dari Sandalan | Berbagi Cerita

Pada 5 November 1920, nama Petromax telah didaftarkan sebagai merek dagang.

Sejak saat itu, lampu Petromax diproduksi secara masal dalam berbagai spesifikasi dan ukuran. Tidak hanya di Jerman, Petromax menjadi lampu yang sangat populer ke berbagai penjuru dunia.

Kepopuleran tersebut membuat nama Petromax menjadi nama generik (nama umum) untuk menyebut lampu dengan bahan bakar parafin.

Desain dan cara kerja lampu Petromax sekarang banyak diadaptasi oleh berbagai pihak untuk membuat produk lampu dengan berbagai merek.

Petromax di Indonesia

Di Indonesia, sebelum listrik menjadi hal wajib seperti sekarang, Petromax menjadi pilihan yang bisa dikatakan mewah, karena memang tidak semua orang bisa memilikinya.

Kini, Petromax masih sering digunakan sebagai alat penerangan cadangan bila listrik mati.

Selain itu, lampu asal Jerman tersebut juga masih digunakan oleh para nelayan, pendaki gunung, pedagang kaki lima, dan sebagainya.

Jenis-jenis lampu Petromax

Petromax HK 500

Petromax mungkin adalah cahaya bertekanan tinggi paling terkenal di dunia. Lebih dari 100 tahun, lampu ini tahan cuaca dan dapat diandalkan telah digunakan dalam banyak situasi yang berbeda.

Nelayan, misalnya, telah mengambil keuntungan dari 400 watt yang kuat untuk pemain untuk ikan di malam hari.

Selain itu, banyak cerita yang menarik dan menarik telah dibawa ke cahaya depan lampu. Organisasi-organisasi bantuan, tentara dan kekuatan lain juga mengandalkan Petromax.
Lampu petromax yang terbuat dari kuningan padat. Silinder terdiri dari kaca tahan suhu tinggi.

Dengan demikian, Anda dapat efisien menggunakan lampu, terlepas dari angin dan cuaca.

Rincian teknis:
Tinggi: 15.75 inci
Diameter: 6.7 inci
Berat: 5.3 pon
Kapasitas tangki: 1 liter
Waktu menyala: 8-10 jam
Daya: 400 watt

Bahan bakar: minyak tanah atau parafin minyak

Petromax HK 500 Electric

Lampu Petromax listrik dibangun dari unsur dasar yang sama ditemukan dalam versi tradisional menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar.

Sambil mempertahankan rahmat dan keanggunan tradisional, lampu listrik dilengkapi dengan kaca Suprax buram yang menjamin iluminasi nyaman dan lembut.


Lampu yang terbuat dari kuningan sementara kaca tahan panas borosilicate glas.

Versi listrik tersedia dalam dua versi: lampu meja atau menggantung. Kabel dimasukkan melalui kap lampu.

Dengan demikian, model ini dapat digunakan sebagai cahaya langit-langit alternatif, yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan melalui lampu biasa.

Lampu meja dapat dengan mudah mengubah dan mematikan saklar toggle, yang secara harmonis memadukan antara tradisi dan modernitas. Kedua versi yang harus digunakan dengan E27 lampu.

Petromax HK 150

Petromax HK150 lebih kecil daripada Petromax HK500. Namun, dengan yang 29 cm (11.4 inci), itu adalah cahaya tekanan sama elegan.

Penanganan dan fungsi yang identik dengan ‘kakak.’ Karena berat badan rendah dan tinggi pendek, HK150 cocok baik ke peralatan berkemah. Silinder terdiri dari kaca tahan suhu tinggi.

Rincian teknis:
Tinggi: 11.4 inci
Diameter: 4.92 inci
Berat: 3 pon
Kapasitas tangki: 0.375 liter
Waktu menyala: 4-6 jam
Daya: 100 watt
Bahan bakar: minyak tanah atau parafin minyak

Petromax hl1 Storm Lantern

Tradisi Petromax dimulai pada 5 November 1910. Sejak saat itu, nama Petromax telah menjadi identik dengan keanggunan abadi dan kualitas asli.

Menjadi kuat dan 21.5 cm tinggi, badai nickelplated Petromax hl1 benar-benar independen dari sumber daya dan karena itu solusi ideal untuk banyak badan-badan bantuan dan bisnis lainnya di seluruh dunia.

Ketika digunakan hl1 sebagai sumber cahaya utama di waktu malam.

Rincian Teknis:
Permukaan: Berlapis nikel tinggi: 21.5 cm
Diameter: 6.6 inci
Berat: 1.01 pon
Kapasitas tangki: 150 ml (diisi 85%)
Waktu menyala: Approx. 20 jam
Daya: 5 watt
Bahan bakar: minyak tanah atau parafin minyak

Catatan

Lampu semacam ini bisa untuk kegiatan outdoor maupun indoor, utamanya outdoor atau diluar ruangan.

Seperti di Tenggulang Baru yang listrik PLN baru masuk sekitar tahun 2018-an, maka otomatis sebagian penduduknya masih mengandalkan petromax, sedangkan yang lain membuat penerangan dengan diesel berbahan bakar bensin atau solar.

Sumber : dari berbagai sumber

oleh Eswedewea
editor Eswedewea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.