Indahnya Matahari Terbit di Sikunir Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Dataran Tinggi Dieng

Masih dirangkaian liburan lebaran, sambil silaturahmi ke tempat sanak saudara, teman, handai taulan, atau famili, kali ini tiba-tiba menjadwalkan perjalanan ke Wonosobo kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sikunir sudah sangat dikenal, dan saya pun sudah pernah ke tempat ini, akan tetapi dua teman yang bersama saya ini belum pernah, sehingga kami bertiga sepakat untuk menyongsong matahari terbit di desa tertinggi di pulau Jawa ini.

Jika Anda berkesempatan atau ada waktu luang, memang akan menjadi kenangan tersendiri saat berada di Sikunir Sembungan, dan silakan mencari waktu-waktu yang agak sepi pengunjung.

Meskipun saat banyak pengunjung seperti sekarang ini, kita tetap akan bisa menikmati pemadangan alam menakjubkan tersebut.

Alhamdulillah pagi ini sangat cerah, sehingga kami benar-benar bisa merasakan indahnya alam dan indahnya pagi di Sikunir.

Apabila saya memerhatikan tempat parkir yang begitu penuh, berarti ini dapat menggambarkan pengunjung yang bermalam di Sikunir, Sembungan, desa tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggian 2463 mdpl.

Dengan banyaknya pengunjung, mengakibatkan udara dingin dilokasi tinggi ini terasa semakin hangat saja, atau pun kalau merasa dingin, maka rasa tersebut bisa sampai tidak dirasakan.

Usahakan kita sampai dilokasi sore hari atau malam hari, dan jangan khawatir tentang tempat untuk menginap atau bermalam, disini banyak home stay, kita tinggal memilih mana yang sesuai.

Sikunir, Sunrise, Sembungan, lahan parkir mobil berjejal

Musim liburan, biasanya tempat yang memiliki udara dingin sejuk ini, banyak diminati oleh para pelancong yang ingin menikmati masa libur mereka.

Lihat saja tempat parkir mobil pengunjung, berderet berjejal, dan kedatangan mereka sudah barang tentu membuat jalanan ke arah dataran tinggi Dieng tersebut menjadi padat.

Baca juga : Jalan-jalan ke Sembungan Village Sikunir, Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Sunrise Tercantik di Asia

Kapan Waktu yang Tepat

Sebenarnya sudah jelas, jawabnya jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Sikunir. Akan tetapi tergantung tujuan kita masing-masing juga, mau berlibur atau hanya akan menyaksikan matahari terbit.

Ditempat tertinggi atau desa tertinggi tersebut, sudah tentu langsung terbayang suasananya sejuk dingin, sehingga siap-siap dengan pakaian tebal.

Jika perlu siapkan sal, kaos kaki, penutup kepala, sarung tangan, dan tentu pakaian yang cukup tebal. Meskipun setiap orang akan berbeda dalam suasana dingin.

Jika akan menyaksikan matahari terbit, maka kita harus sudah sampai di Sikunir malam hari atau sore hari, dan kami sarankan untuk menginap atau bermalam ditempat yang terdekat.

Biayanya menginap masih cukup terjangkau, ada banyak tempat penginapan atau homestay.

Homestay merupakan rumah tinggal yang disewakan, kita bisa mencari yang model perkamar, biayanya lebih murah.

Saya datang ke Sikunir bersama tiga teman, dengan masing-masing membawa kendaraan roda dua sendiri, tidak berboncengan, tujuannya agar perjalanan semakin nyaman dan asyik saja.

Dari Semarang Pagi Hari Menuju Sawangan (Ketep Pass)

Dua teman saya yang seperjalanan, yang satu berasal dari Batang (Jateng) dan satunya lagi dari Kota Semarang juga (kota atas). Berangkat dari rumah, pagi hari sekitar pukul 08.00, kemudian menghampiri teman yang alamatnya di Kota Semarang atas.

Perjalanan kali ini tidak langsung ke Wonosobo, melainkan ke Kabupaten Magelang terlebih dahulu, yakni ke Kecamatan Sawangan.

Di Sawangan banyak obyek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, misalnya Ketep Pass, Air Terjun Kedung Kayang, dan di Sawangan sendiri ada Grojogan Kapuhan.

Saya tidak ke Ketep Pass karena sudah beberapa kali ke tempat ini, tetapi ke Air Terjun Kedung Kayang yang berada di Desa Wonolelo.

Baca juga : Wisata Air Terjun Kedung Kayang Magelang, Wisata Alam Petualang Murah Meriah, Lereng Merapi Merbabu

Dari Kota Semarang langsung mengarah ke Blabak (Mungkid, Kabupaten Magelang). Jika kita menggunakan Google Maps biasanya akan diarahkan melalui Kopeng yang sekarang jalannya juga sudah bagus.

Wisata di air terjun Kedung Kayang mengambil waktu secukupnya, dan alhamdulillah cuaca sangat cerah.

Saat di Kedung Kayang kemudian sambil kembali turun mampir ke Grojogan Kapuhan yang nanti akan dilalui dalam perjalanan dan masih satu kecamatan yaitu Kecamatan Sawangan.

Karena dekat dengan Ketep Pass, maka kendaraan diarahkan ke kanan naik sedikit melintasi Ketep Pass dan hanya berhenti sejenak, langsung turun menuju Blabak (Kecamatan Sawangan)

Baca juga : Rekreasi ke Grojogan Kapuhan Sawangan Kabupaten Magelang

Berada di Grojogan Kapuhan sebentar saja, kebetulan airnya juga cukup jernih, sehingga dapat untuk bermain air sebentar.

Melanjutkan Perjalanan ke Sikunir Sembungan Dieng

Untuk menuju Dieng – Wonosobo, dari Sawangan (Ketep Pass) kembali melalui jalur Blabak menuju Kota Magelang, dari Alun-alun Kota Magelang terus ke kiri melalui Kecamatan Bandongan – Kaliangkrik – kemudian Alun-alun Sapuran – Wonosobo.

Di tempat-tempat keramaian yang dilalui, kadang menyempatkan mengambil gambar.

Rute yang diambil, termasuk yang tidak direkomendasikan oleh Google Maps, karena saya ada teman yang tinggalnya di Wonosobo, dan menyempatkan berkunjung silaturahmi sebentar.

Dari Kota Wonosobo perjalanan menuju Sikunir Sembungan Dieng Wonosobo melalui Garung, Swiss Van Java terus naik hingga masuk kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sesampaikan di kawasan pariwisata Dataran Tinggi Dieng, saya mencari tempat untuk bermalam, homestay dengan tarif Rp 300.000,- perkamar fasilitas kamar mandi didalam.

Pertimbangan mencari tempat untuk menginap atau bermalam, agar bisa istirahat lebih cukup dan nyaman. Satu kamar kami tempati bertiga.

Tempat untuk bermalam tidak terlalu jauh dari puncak Sikunir, dan pagi-pagi memang harus sudah sampai dilokasi penantian menyaksikan matahari terbit.

Alhamdulillah, cuaca tergolong cerah, sehingga dapat menyaksikan pemandangan alam yang memesona.

Perjalanan Kembali Melalui Batang

Arah Kab. Batang dipilih sebagai jalur kembali, dengan pertimbangan, dapat melakukan silaturahmi ke rumah teman di Pecalungan Batang, yang kebetulan ikut dalam perjalanan bertiga kali ini.

Perjalanan melalui Tol Kahyangan, kemudian Bawang dan sampailah di Kecamatan Pecalungan.

Tol Kahyangan – Bawang

Dari Pecalungan melanjutkan perjalana ke Kota Semarang

Selamat lebaran

Salam

oleh alifiansyah
editor Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.