Berita Utama

Touring (Bermotor) ke Bromo yang Penuh Tantangan

Jarak tidak menjadi masalah ketika sudah diniatkan untuk menjelajahi medan jalanan, filosofinya yaitu semakin bergerak ke depan jarak sampai tujuan semakin dekat, jarak yang harus ditempuh sudah berkurang. Kissparry Jr Alif mengadakan touring ke Bromo dan sekitarnya.

Namun jarak yang jauh menjadikan perjalanan akan penuh tantangan, oleh sebab itu tetap hati-hati di jalan raya yang semakin garang dengan cara memerhatikan secara ekstra gerak gerik sesama pengguna jalan lainnya.

Ialah Kissparry Jr Alif bersama temannya Muh Wafa menjajal ke Bromo dengan penuh semangat dan kesabaran, niatnya sih ke Pacitan Jawa Timur, namun tiba-tiba ingin ke Bromo yang masih dalam Gugusan Pegunungan Kendeng.

Baca juga : PUNCAK GUNUNG TERTINGGI DI INDONESIA, LOKASI, DAN RUTE PENDAKIAN

Gunung Bromo

Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 mdpl terletak di Jawa Timur tepatnya berada di Gugusan Pegunungan dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, meliputi Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Kabupaten Lumajang di Jawa Timur.

Memasuki Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif, mudah didaki, karena untuk mencapai puncak sudah diberi tangga, dan tempat ini merupakan tempat favorit bagi siapa saja termasuk orang biasa. Area pasir yang luas disisi Bromo diperkirakan letusan yang beribu-ribu tahun lalu dan tidak mengalir melalui DAS sehingga menumpuk, jadilah padang pasir sehingga memperpendek jalan ke puncak.

Gugusan pegunungan inilah yang membuat wilayah sekitar ada akses ke lokasi dan dapat mendekati puncak, seperti ke puncak Bromo (2.329 mdpl).

Kokohnya Gunung Bromo tampak dari jalan raya, foto Muh Wafa

Bahkan kita bisa berjalan kearah yang lebih tinggi lagi sehingga tampak seperti sejajar dengan puncak Bromo.

Pendakian Puncak Bromo

Inilah uniknya pendakian Gunung Bromo 2329 Mdpl di Jawa Timur ini, orang yang tidak biasa mendaki gunung, ketika di Bromo bisa sampai ke puncak gunung, bahkan kendaraan roda dua atau roda empat dapat mendekati daerah puncak, namun tidak semua artinya tertentu saja.

Pengunjung bermotor boleh mendekat tetapi dibatasi di area tertentu saja, pembatasan ini tentunya untuk mengurangi polusi, dan agar pengunjung berjalan kaki atau menyewa kuda.

Area Padang Pasir di Gunung Bromo Jawa TImur, touring Semarang – Bromo

Untuk bisa mendekat dengan bermotor harus mencari tahu biasanya penduduk setempat menggunakan motor untuk mengangkut dagangan mereka.

Sesampainya di area perbatasan jalanan umum, pengunjung biasanya yang sudah kecapaian menyewa kuda untuk mendekati ke arah puncak, dan sesampai di medan terjal sudah disediakan anak tangga untuk dilaluinya menuju puncak.

Ada 250 anak tangga untuk sampai ke bibir kawah, dan saat sampai bibir kawah harus hati-hati, ikuti peraturan atau himbauan yang ada.

Anak tangga sarana naik pengunjung menuju puncak Bromo juga sarana turun dari puncak

Pengunjung tidak harus melalui anak tangga tersebut untuk naik ke puncak atau turun dari puncak, boleh mengambil jalan lain, tetapi ketika mengambil jalan lain harus hati-hati karena merupakan medan berpasir.

Puncak Bromo (pic Garudaperkasa)

Situasi di puncak Bromo saat ini sudah lebih aman, karena waktu Kissparry datang ke Bromo, bibir kawah belum diberi keamanan, juga belum ada tangga (anak tangga).

Rute yang Dilalui

Diantaranya mengandalkan Google Maps dan tanya masyarakat di jalan yang dilaluinya, termasuk penunjuk arah di jalan raya. Sehingga sebelum berangkat sudah membayangkan dahulu rute yang akan dilalui, karena kalau banyak bertanya akan menghambat perjalanan.

Rute yang dilalui saat berangkat tidak menggunakan jalur seperti rekreasi ke Bromo, tetapi menggunakan jalur selatan, karena sebelumnya ke Waduk Wonogiri dan Pantai di Pacitan dulu.

Semarang – Sukoharjo – Wonogiri – Pacitan – Ponorogo – Trenggalek – Tulung Agung – Blitar – Malang (Gubug Klakah – Coban Pelangi).

Bila kita ingin ke Bromo rombongan, mobil bus biasanya parkir di hotel bawah kemudian ke atas menggunakan mobil sewaan, karena jalanan pegurungan memang sempit.

Ketika Kissparry dan rombongan ke puncak Bromo, mobil busnya parkir di hotel kemudian jam 01.00 dibangunkan untuk mulai bergegas ke gunung dengan moda angkutan lokal. Pengemudi ingin menunjukkan kelincahannya jalanan kecil yang banyak tikungan tetap melaju kencang.

Mengapa jam 01 dinihari berangkat? Katanya untuk menikmati pemandangan matahari terbit di Bromo.

Peralatan Keamanan Khas Gunung

Jangan lupa ketika rencana perjalanan Anda dinihari ke Bromo, hal penting yang perlu dipersiapkan adalah penutup badan yang lebih tebal (jaket tebal), penutup kepala, bila perlu kaos tangan dan kaos kaki juga disiapkan. Slayer dan kacamata jangan sampai ketinggalan.

Itulah peralatan keamanan pribadi khas gunung, tujuannya hanya untuk agar kita tidak kedinginan dan kram. Untuk yang sudah terbiasa mungkin akan mengurangi perlengkapan tersebut.

Kawah Gunung Bromo Tengger, dilihat dari atas.

Ketika matahari sudah memancarkan sinarnya ke bumi Bromo sebagian perlengkapan penghangat tubuh bisa dilepas sesuai kebutuhan.

Tantangan yang Dihadapi

Dalam perjalanan jauh memang banyak tantangan yang siap menghadang, terlebih bermotor, mulai dari ban bocor hingga mesin motor rewel.

Untuk ban bocor tidak ditemuinya selama touring kali ini, tetapi motor batuk-batuk yang mengharuskan dibawa ke bengkel untuk di servis atau perawatan sekadarnya.

Hanya saja, karena kejadian itu menjelang malam yang sebagian bengkel sudah tutup mengharuskan hari berikutnya, ternyata hari berikutnya terlalu pagi juga bengkel belum buku, sehingga motor perlu diistirahatkan sampai kondisi dingin.

Catatan kecil:
Saat artikel ini ditulis status Bromo siaga, abu menyelimuti tangga karena semburan dari kawah.

Weanind News
Editor Kissparry

Iklan

2 replies »

    • Ikutan Klub, biasanya ada touring bareng,
      Tetapi pos-pos henti harus cukup jelas, kemudian motor sapu jagat dibelakang harus kawal dan berada di paling akhir, dan biasanya berangkat bisa rapi tetapi kembali atau pulangnya, grup kocar-kacir mengelompok, terlebih peserta berbagai generasi atau usia.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.