komunikasi Nusantara PATRI Pendidikan

Mengapa Kita Disini

Inilah pertanyaan yang perlu direnungkan ‘mengapa kita disini’, dan ini masih serangkaian dengan Kacang Turut Lanjaran.

Sebelum membaca artikel ini seterusnya, perlu diketahui bahwa ini merupakan edisi Renungan Kader PATRI, tapi yang jelas bukan kader Parpol.

Ormas ini telah berusia menjelang dewasa, 15 tahun lewat dan 16 mlaku. Baru saja Ultah ke-15. Dan ini masih renungan yang ditulis oleh Hasprabu, nama pena dari sekjen DPP PATRI.

Ayo kita simak bersama biar lebih jelas mengenai apa yang ditulis tersebut.


Anak keturunan transmigran generasi 2 atau 3 (cucu, cicit) hampir tidak tahu, mengapa mereka ada ditempatnya sekarang. Tempat yang kini ramai. Tata ruang tertata, jalanan teratur, dan terdapat lapangan bola, tempat ibadah, pasar, lokasi perkantoran, dan lainnya.

Seolah ada yang mengaturnya. Ya memang, ada yang mengaturnya. Dan bukan terjadi tiba-tiba. Perlu waktu lama.

Jika ditanya, generasi milenia itu akan menjawab sejak lahir sudah di tempat barunya itu. Mengikuti orang tua, kakek, dan neneknya.

Mereka juga tidak tahu, apa itu transmigrasi. Transmigrasi itu cerita masa lalu. Akibat tidak tahu akar sejarahnya itu, maka mereka terputus dari sikap dan nilai kejuangan yang dulu pernah dilakukan nenek moyangnya.

Hidupnya hanya mengejar kesenangan duniawi, tak ingin dibebani tanggung jawab sosial, dan akhirnya hilang rasa cinta tanah airnya.

Bagaimana jika kelak mereka menjadi pemimpin bangsa?

Sementara itu para orang tua juga tidak berusaha mencari tahu atau mewariskan sejarah perjuangan pendahulunya. Bahkan, mereka yang hidupnya sudah sukses secara berlebihan memanjakan anaknya. Alasannya, agar anaknya tidak mengalami beratnya perjuangan hidup, seperti saat menjadi Transmigran.

Karena itu kita patut bersyukur. Dengan adanya Rumah PATRI ini kita seperti diajak tamasya kemasa lalu. Memutar film kilas balik. Membuka arsip sejarah yang sudah terlupakan, tersimpan di gudang tua.

Dengan merenungkan kisah perjalanan orang tua kita Transmigran, maka kita bisa mengaca diri. Membandingkan, menimbang rasa, dan akhirnya timbul kesadaran.

Membangun jiwa korsa, membangun solidaritas, dan menguatkan 6 nilai kepatrian. Karena itu sangat disayangkan jika kita melupakan sejarah kita sendiri.

Semoga dengan adanya Rumah PATRI ini, kita mendapatkan energi positif pencerahan diri. Kita menjadi pribadi yang tak mudah patah semangat, tak mudah putus asa.

Kita juga tetap tegar, sehingga tidak tercabut dari akar jati diri kita, sebagai anak keturunan pejuang pembangunan dan perekat bangsa. Kita patut bangga. Ketika sebagian warga bangsa ada yang lupa diri berlebihan berpesta pora, kita justru sedang menyemai benih generasi calon pemimpin bangsa.

Itulah sebabnya, mengapa kita ada disini. Di Rumah PATRI.

KoDe, 05.03.19
@hasprabu
Diunggah oleh LikKasjo

Editor Kissparry


Catatan oleh Editor Kissparry

Terima kasih atas kunjungan Anda dan telah membaca artikel kami ini, meskipun mungkin bukan kader dan anggota dari Rumah PATRI, ini perlu kami sampaikan sebagai ungkapan penghormatan kepada pembaca semuanya.

Apabila kita renungkan bersama, entah PATRI atau bukan, hal ini terdapat makna yang sangat menarik ketika harus berhadapan dengan generasi sekarang atau generasi sebelumnya yang masuk generasi milenia.

PATRI (Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia), sejatinya sekarang ini Pemahaman Transmigrasi menurut KissParry adalah (perpindahan penduduk dan menetap disuatu tempat) sedikit berbeda dengan pengertian sebenarnya, makna transmigrasi oleh KissParry ini, karena program transmigrasi sudah sedikit, sehingga KissParry menganggap siapapun yang berpindah dan menetap diwilayah Indonesia atau dimanapun sudah termasuk keluarga besar PATRI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.