Hikmah

Semua Bisa Berdakwah

Kali ini saya ingin berbagi dari artikel yang beredar di Medsos, yang baru saja saya terima, yakni tentang dahwah.

Dahwah dapat dikatakan kewajiban bagi seorang muslim, entah dakwah yang sederhana atau seperti dai kondang yang punya banyak jamaah disetiap kedatangannya.

Semua Bisa Berdakwah #1
πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…

Saat kata dakwah di sebut, banyak yang di bawa kepada sebuah kesimpulan. Ceramah, taushiyah atau kajian. Tempatnya pun di batasi oleh masjid atau tempat pertemuan.

Dakwah kemudian identik dengan penyampaian lisan dan tulisan. Di lakukan oleh sebagaian orang pilihan. Di sebut ustadz, kyai, ulama atau yang punya kemampuan.

Beredar momok akhirnya sebuah pernyataan. Kalau bukan dari pesantren atau murid dari ulama terkenal jangan coba-coba menyampaikan.

Muncup polemik yang di cium khas oleh masyakat dan umat sebagai sebuah ketimpangan. Dengan beragam cerita yang di hasilkan.

Ada yang ngakunya dakwah, tapi hanya untuk komunitas segolongan. Ada yang sibuk dakwah melupakan pasangan. Jam terbang dakwah di mana-mana tapi keluarga tak di perhatikan.

Dan banyak problem dakwah yang bertunas dari konsep dakwah terbatas hanya penyampaian lisan dan tulisan. Berbeda dengan konsep khasnya dakwah sebagai nafas kehidupan.

Memakai sandal dengan kaki kanan adalah dakwah. Mengucap salam adalah dakwah. Jujur dalam jualan. Juga dakwah yang di tampilkan.

Membagi makanan ke tetangga adalah penampakan dakwah yang elegan. Memberi hadiah kepada orang tua juga dakwah yang menawan.

Seorang ibu menyampaikan. Di hadapan jamaah bukan sebagai kapasitas ustadzah yang lihai dalam penyampaian. Hanya mengisi waktu sambil menunggu sesi kajian.

Kalau beliau baru belajar istiqomah terhadap sunah yang di ajarkan. Selama 2 tahun ini berusaha sengaja menjaga doa bangun tidur untuk di ucapkan.

Seisi kajian terkesima mendengarkan. Apalagi di tambah apa yang ia dapatkan dari Allah dengan amalan ini di istiqomahkan. Kesehatan keberkahan dan banyak hal lain di luar dugaan.

Beginilah dakwah kehidupan. Semua bagian hidup kita layak menjadi materi yang di dakwahkan. Termasuk senyuman.

Semua bisa berdakwah dengan kehidupan. Semua sunah yang kita praktekan adalah dakwah yang menakjubkan. Setiap kita bisa melakukan. Karena setiap kita da’i kehidupan.

Inilah butuh kerja sama, Outbound ustadz/ustadzah TPQ se-Kota Semarang di Jepara

Kiriman Rinto
Diunggah Eswede Weanind
Editor Kissparry

Kategori:Hikmah, komunikasi, Pendidikan, Smart

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.