Ratusan asatidz Taman Pendidikan Alquran yang tergabung dalam Badko TPQ Kecamatan Candisari Kota Semarang mengikuti kegiatan tahsin Alquran hari ini (23/2) bertempat di SD Muhammadiyah 16 Semarang, Wonotingal.

Tahsin (bahasa Arab: تحسین) adalah kata Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Tahsin dalam Islam mengandung makna bahwa tuntutan agar dalam membaca alquran harus benar dan tepat sesuai dengan contohnya demi terjaganya orisinalitas praktik tilawah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Dikutip dari Wikipedia

Tahsin menurut bahasa berasal dari ‘hassana-yuhassinu’ yang artinya membaguskan. Kata ini sering digunakan sebagai sinonim dari kata tajwid yang berasal dari ‘jawwada-yujawwidu’ apabila ditinjau dari segi bahasa.

Tahsin Asatidz

Badan Koordinasi (Badko) TPQ Kecamatan Candisari menyelenggarakan kegiatan tahsin untuk seluruh asatidz pada ahad, 23 Februari 2020 bertempat di kampus SD Muhammadiyah 16 Semarang.

Dalam kegiatan kali ini terdaftar sejumlah 160 orang guru TPQ akan mengikuti tahsin yang pembukaannya dilakukan oleh Ketua Badko TPQ Kota Semarang, Dr. Bahrul Fawaid, S.HI., M.SI.

Peserta tahsin berfoto bersama tutor tahsin Badko TPQ Kecamatan Candisari Kota Semarang (23/2)

Sejumlah 160 orang peserta tersebut dibagi kedalam 4 kelas, dan masing-masing kelas pentahsin ada 2 orang ustadz yang ditunjuk oleh panitia tahsin Badko TPQ Kecamatan Candisari.

Kelas A berasal dari Kelurahan Jomblang dan Wonotingal dengan pentahsin/tutor yaitu Ust. M. Arifin Muhkazin, AH, dan Ustdzh Nur Fitria I’anati, AH, kemudian Kelas B dari Kelurahan Candi dan Kaliwiru dengan tutor Ust H. Turmudzi, S.Pd I, AH. dan Ustdzh Umi Ifayanti, AH.

Sedangkan untuk Kelas C dari Kelurahan Karang Anyar Gunung dan Jatingaleh sebagai tutor Ust. H. Masruri, AH dan Ustdzh Hj. Umi Masruri, AH. Dan kelas D terakhir dari Kelurahan Tegalsari dengan pentahsin Ust. M. Afshohul Anam, AH dan Usd. Atfalul Imam S. Sy., AH.

Ketua Badko TPQ Kota Semarang Membuka Tahsin

Kegiatan tahsin Badko TPQ Kecamatan Candisari dibuka langsung oleh Ketua Badko TPQ Kota Semarang, Dr. Bahrul Fawaid, S.HI., M.SI. bertempat di Masjid Nurul Huda SD Muhammadiyah 16 Semarang.

Sebelum acara dibuka, terlebih dahulu penyampaian laporan dari pengurus Badko TPQ Kecamatan Candisari yang disampaikan oleh H. Much. Dimyati, S.Ag. yang sebentar lagi akan lengser dari Ketua Badko TPQ Kecamatan karena ditunjuk sebagai Wakil Ketua I Badko TPQ Kota Semarang.

“Kegiatan tahsin kali ini merupakan kesepakatan bersama oleh seluruh asatidz, yang sebenarnya merupakan salah satu program kerja dari Badko kecamatan di tahun ini, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas para guru”, ujar Dimyati.

Dikarenakan kemampuan dari masing-masing asatidz beragam maka tahsin kali ini berbentuk evaluasi untuk memetakan kemampuan guru yang akan diadakan tahsin sebagai tindak lanjut, ungkapnya.

Para asatidz akan bertahsin ria dengan ustadz pentahsin yang diantaranya sudah kita kenal bersama, jadi nggak perlu grogi.

Ketua Badko TPQ Kota Semarang, Dr. Bahrul Fawaid, S.HI., M.SI memberikan sambutan dan membuka acara tahsin Badko TPQ Kecamatan Candisari

Sementara itu Dr. Bahrul Fawaid, S.HI., M.SI berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan kesungguhan hati dan meluruskan niat ingin meningkatkan kualiatas diri, dan ia juga mengingatkan bahwa para guru adalah mengajarkan, sehingga jangan sampai yang diajarkan keliru atau salah dan kurang tepat.

Peningkatan kualitas SDM guru merupakan salah satu program unggulan pengurus Badko TPQ Kota Semarang, salah satunya adalah tahsin, sehingga untuk di Candisari kegiatan ini termasuk mengawali apa yang diprogramkan oleh Badko TPQ Kota Semarang, terangnya.

Pesan yang lain yang disampaikan kepada peserta tahsin yaitu agar membuang rasa malas, karena musuh yang paling berpengaruh berasal dari dalam diri sendiri. Terutama dalam belajar dan jangan cepat merasa final, sehingga terus belajar dan belajar untuk upgrade pengetahuan.

Bahrul Fawaid selaku Ketua Badko TPQ Kota Semarang membuka secara resmi kegiatan tahsin Badko TPQ Kecamatan Candisari.

Suasana Kelas Tahsin

Awalnya seorang peserta dihadapi dua orang pentahsin, namun dengan waktu yang tersedia, agar tidak melewati pukul 13.00, kemudian diubah menjadi seorang peserta dengan seorang pentahsin atau tutor.

Masing-masing pentahsin sepertinya menggunakan metode yang berbeda-beda, tetapi hal-hal yang dinilai sama dengan lima kategori, yaitu Makharijul Huruf (30%), Tajwid (20%), Kelancaran (20%), Gharib (20%), dan Adab (10%), seperti disampaikan oleh ketua panitia tahsin, Muh. Zamroni, S.HI.

Salah satu suasana di ruang kelas saat Tahsin Asatidz TPQ di Badko Kecamatan Candisari bertempat di SD Muhammadiyah 16 Kota Semarang

Suasana diluar kelas, tampak sedikit tegang, diantara mereka ada yang belajar, maklumlah kegiatan ini setara dengan uji kompetensi, yang nilainya kurang dari standar yang ditetapkan akan difasilitasi oleh pengurus untuk mengikuti tahsin lanjutan, termasuk nilainya yang cukup ataupun baik tetap akan difasilitasi untuk tahsin lanjutan.

Terlebih ternyata oleh pentahsin ditanya tentang segala sesuai bacaan yang mereka baca, aku salah seorang peserta yang tidak mau disebut namanya, “katanya ketua panitia kita hanya disuruh membaca dan dinilai, tetapi sampai didalam ternyata ditanya ini dan itu oleh tutor, jadi tidak mempersiapkan diri menghafal nama-nama bacaan, saya kemarin khan belum ikut LP3Q jadi benar-benar blank dan grogi” katanya.

Suasana diluar kelas saat Tahsin Asatidz TPQ Badko Kecamatan Candisari Kota Semarang

Lain lagi pengakuan seorang bapak ini, “saya merasa tahsin ini sangat perlu, meskipun sehari-hari hanya mengurusi TPQ tetapi bukan pengajar langsung, tetapi saya ingin ikuti tahsin, dalam rangka belajar dan mendalami Alquran serta ingin mendengar evaluasi dari pentahsin tutor yang hafidz Alquran”, ungkapnya.

“Saya juga plegak-pleguk ketiga ditanya ini bacaan apa, ini namanya lam apa, ya… karena namanya bacaan tidak hafal atau boleh dikata lupa, jadi tahsin ini untuk refresh kembali ingatan, sehingga akan membaca Alquran dengan baik dan benar”, tuturnya.

“Saat maju dihadapan pentahsin, saya sudah bilang jika ingin belajar, sehingga oleh pentahsin malah lebih banyak diberi pertanyaan dan jika keliru dibenarkan”, akunya.

Sehingga kegiatan tahsin seperti yang dilaksanakan oleh Badko TPQ Kecamatan Candisari dalam bentuk kegiatan evaluasi atau malah menjurus ke uji kompetensi guru TPQ terutama dalam membaca Alquran, ini sangat diperlukan.

Bahkan bukan hanya guru TPQ tetapi para imam masjid dan mushola juga perlu sekali diadakan tahsin.

Tahsin itu bahasa yang halus, sehingga banyak yang ikut, tetapi jika digunakan istilah uji kompetensi guru TPQ mungkin pesertanya akan surut. Katanya bapak ini. Ia pun setuju diadakan tutor sebaya.

Tutor Sebaya

Salah seorang pengurus saat dimintai konfirmasi, menjelaskan bahwa rencana semula memang seperti itu, keinginan dan panitia Badko TPQ Kecamatan Candisari, tetapi ketika ketemu para tutor dan berkoordinasi kemudian muncul kegiatan yang sekarang berjalan seperti ini.

Adapun pengurus yang lainnya lagi menyampaikan, bahwa hasil dari evaluasi kali ini yang setara dengan uji kompetensi materi bacaan Alquran, akan diadakan tindak lanjut melalui program TUTOR SEBAYA untuk yang nilainya dalam kategori kurang dan cukup, sehingga mungkin akan terjadi banyak kelas dibanyak tempat tiang Korlap.

Sedangkan program peningkatan untuk hasil evaluasi baik dan baik sekali tetap akan diadakan program lanjutan dengan mendatangkan tutor yang levelnya diatasnya.

Tutor sebaya itu juga sangat efektif, dalam upaya mempercepat program kegiatan tahsin sebaya. Secara teknis akan diatur pada lingkup Korlap Kelurahan masing-masing, jelasnya.

Kegiatan tahsin berakhir sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Salam

Eswede Weanind
editor Kissparry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.