Bubur lemu dengan sayur lethok seperti biasa kalau sarapan di Boyolali, dan pagi ini (3/3) ditambah gudangan adas dan kubis (kol).
Bubur lemu sudah menjadi langganan untuk sarapan (pagi) saat berada di saudara Boyolali (Kissparry Boyolali), kebetulan kami menggemari hidangan ini sejak lama, bahkan saat masih kecil dahulu.
Menu bubur lemu satu porsi berupa bubur, sayur lothek dan gudangan sederhana dari adas dan kubis (kol). Sedang temannya bubur ada gorengan bakwan dan mendoan, juga ada kerupuk.
Penjualnya merupakan generasi penerus dari generasi sebelumnya, yaitu generasi kedua mbah Marto.

Jika dahulu penjualan bubur didalam rumah, kemudian saat dilanjutkan oleh generasi penerusnya, membuat warung terbuka, dan saat ini warungnya sudah permanen atau semi permanen.
Warungnya bisa buka tutup, sehingga yang dijual lebih bervariasi, ada jajanan. Namun warung tersebut utamanya menyajikan bubur lemu, dan setelah bubur habis, biasanya warungnya juga tutup.
Baca juga : Menikmati Sajian Bubur Lemu Sambel Tumpang Pagi Ini
Tampilan Bubur Lemu dan Sayur Adas, dan Harga
Seporsi bubur lemu dalam piring dijual dengan harga sangat terjangkau yaitu Rp3.000,- (3K). Biasanya pedagangnya akan menawari seberapa dalam seporsinya.
Jika membeli dengan harga kurang dari seporsi normal juga dilayani.

Bubur yang masih panas dalam panci, jika baru diangkat ke warung. Jadi, memasaknya tidak di warung tetapi di rumah.
Baca juga : Sarapan Bubur Lemu Sayur Lethok ala Boyolali

Gudangan dalam sajian bubur lemu hanya rajangan kubis dan adas.

Pembeli akan ditawari menggunakan sayuran atau tidak.
Alamat dan Jam Buka
Warung bubur lemu Ngemplak kulonan berada di dukuh Ngemplak Desa Tawangsari Kecamatan Teras, Kab Boyolali, tepatnya sebelah barat Balai Desa Tawangsari.
Buka warung, sejak bubur sudah masak dan siap disajikan sekitar 05:30 dan tutup sekitar pukul 08:00 atau kalau bubur telah habis terjual.
Menikmati Bubur Lemu Sayur Adas
Saat kami datang ke warung, masih dapat bubur yang masih panas, sehingga mantap sekali sajian pagi ini.
“Panas, hah hah, masih panas banget” saya berbisik dengan Alif. Benar-benar mantap dan segar.

Saat kami datang, pelanggan semakin banyak yang datang, sehingga untuk menyantap bubur lemu tersebut lebih nyaman pindah tempat lain, yakni ke lincak depan rumah salah satu rumah yang lainnya.
Selamat mencoba
oleh Eswede Weanind