Semua tulisan dari Eswede Weanind

Saya bertempat tinggal di Kota Semarang

Bunga untuk Ibuku | 24, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 24
(Tien Kumalasari)

Suri berdebar, lalu ia ke belakang, pura-pura tidak mendengar. Tapi Baskoro semakin kencang berteriak, dan semakin keras dia menggedor-gedor pintu kamar.

“Suri! Apa kamu tuli? Aku bisa terlambat masuk ke kantor.”

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 24, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 23, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 23
{Tien Kumalasari)

Suri belum bertanya banyak tentang gadis muda yang ditemukannya, kecuali menanyakan namanya. Itupun ditanyakan ketika mereka berada di dalam angkot yang membawa Suri pulang ke rumahnya.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 23, Cerbung Tien Kumalasari

Bunga untuk Ibuku | 22, Cerbung Tien Kumalasari


BUNGA UNTUK IBUKU 22
(Tien Kumalasari)

Bibik panik sendiri. Ia ingin segera pergi, tapi terhambat karena Nilam masih sakit. Dan sekarang, terhambat lagi karena tiba-tiba Nilam pergi. Kalau dia nekat pergi, jangan-jangan dikira dia yang menculik Nilam.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 22, Cerbung Tien Kumalasari

Badko LPQ Candisari Kota Semarang Mengadakan Pelatihan Pengisian Borang Tanda Daftar LPQ | SipdarLPQ


Bertempat di Aula Masjid At-Taqwa Jatingaleh, Badko LPQ Kecamatan Candisari Kota Semarang menghadirkan narasumber dari Bagian Pontren Kemenag Kota Semarang, untuk sosialiasi dan konsultasi pengisian borang Tanda Daftar LPQ secara daring melalui laman SIPDARLPQ

Lanjutkan membaca Badko LPQ Candisari Kota Semarang Mengadakan Pelatihan Pengisian Borang Tanda Daftar LPQ | SipdarLPQ

Bunga untuk Ibuku | 21, Cerbung Tien Kumalasari


Kejora Pagi
BUNGA UNTUK IBUKU  21
oleh Tien Kumalasari

Wajah Rusmi berubah menjadi garang, seperti singa betina yang ingin melahap mangsanya. Tak berani bicara keras tetapi tetap menunjukkan kekejaman, dia menatap Barno yang dianggapnya ingkar janji.

Lanjutkan membaca Bunga untuk Ibuku | 21, Cerbung Tien Kumalasari