Arsip Kategori: Hiburan dan Wisata

Nama Obyek Wisata di Magelang per Kawasan, Rute dan Kulinernya


Masih pada penyampaian informasi dari obyek wisata lengkap di tiap kawasan. Kali ini tentang obyek wisata dan kuliner di Magelang. Candi Borobudur, Candi Pawon, Wisata Sepeda, Taman Kyai Langgeng, Taman Nasional Gunung Merapi (Ketep Pass) mewarnai tempat wisata di kawasan ini.

Lanjutkan membaca Nama Obyek Wisata di Magelang per Kawasan, Rute dan Kulinernya

Menengok Kemajuan Desa Tawangsari dan Sekitarnya


Setapak lebih maju Desa Tawangsari dan sekitarnya setelah desa tersebut dilalui proyek jalan tol Trans Jawa area Salatiga – Kartasura. Memang saat ini belum tampak karena proyek masih berjalan, yang terdampak adalah jalan jalan yang dilalui mobil proyek rusak.

Lanjutkan membaca Menengok Kemajuan Desa Tawangsari dan Sekitarnya

Sejarah dan Filosofi Ketupat dan Lepet di Hari Idul Fitri (Syawal) Masyarakat Jawa


Ketupat atau kupat dikalangan masyarakat Jawa tentu sudah tidak asing lagi, terlebih saat datang bulan Syawal atau Idul Fitri, selepas Ramadhan atau bulan puasa bagi umat muslim. Makanan ini senantiasa dihadirkan untuk menemani hari hari fitrah tersebut.

Lanjutkan membaca Sejarah dan Filosofi Ketupat dan Lepet di Hari Idul Fitri (Syawal) Masyarakat Jawa

Terminal Baru (New) Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Lebih Moderen


Terminal baru bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang telah diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis 7 Juni 2018. Terminal ini telah mulai beroperasi sehari sebelumnya (6/6). Keberadaan terminal baru di Bandar Udara ini memang telah ditunggu masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.

Lanjutkan membaca Terminal Baru (New) Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Lebih Moderen

Memaafkan Kekinian Ala Eropa, Kisah


Memaafkan kadang sesuatu yang sangat sulit dilakukan, digenggamnya erat-erat sulit melepaskan apa itu yang namanya pintu maaf, terlebih tradisi orang Jawa kuna penganut aliran keraton (padahal bukan), maksudnya orang ternama kadang demikian, yang lebih aneh diikuti kalangan biasa, dulu ada istilah ‘dadi godhong emoh nyuwek, dadi banyu emoh nyawuk’.

Lanjutkan membaca Memaafkan Kekinian Ala Eropa, Kisah