Bila Hidupmu Saat Ini


Rendi Rukmana

“BILA HIDUPMU SAAT INI…”

  • Bila hidup kita sering sakit-sakitan, maka rajin-rajinlah berpuasa.
  • Bila kita berwajah gelap (suram), maka rajinkanlah diri kita untuk berqiamullai (sholat Tahajud).
  • Bila kita punya hati yang sempit, maka perbanyaklah membaca Al-Quran.
  • Bila hidup kita terlalu susah untuk bahagia, sholatlah tepat pada waktunya.
  • Bila emosi kita sering terganggu (mudah marah & tersinggung), sering-seringlah berwudhu dan ber-istighfar.
  • Bila hati dan jiwa kita gelisah (tidak tenang), perbanyaklah berdoa dan beribadah.
  • Bila kita dalam keadaan stress atau tertekan lahir dan batin, sering-seringlah membaca ‘LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH’.
  • Bila kita merasa rezeki kita teramat sempit, susah, sedikit dan seret, maka perbanyaklah dan sering-seringlah selalu bersedakah.

Jika menurut saudara tausiah ini ada manfaatnya, Silakan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak saudara kenal sekalipun..

Berdoalah agar Allah selalu membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq, dan hidayah-Nya hingga menjadi orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.
Aamiin..

Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH…

✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal’alamin

by Sny

Warm Blooded Human, Waspada Stroke di Kamar Mandi


Copas dari grup sebelah…

Kenapa banyak orang jatuh & kena stroke dalam kamar mandi…… kenapa tidak di tempat lain..???

Untuk renungan…..kita selalu dengar orang jatuh di kamar mandi dan kena stroke dan sebagainya.

Kenapa kita jarang dengar jatuh ditempat tempat lain?
Pada waktu saya mengikuti kursus gaya hidup sehat, seorang penceramah profesor di Universitas di Malaysia, UITM yang juga terlibat dengan kegiatan olah raga negara menasihatkan supaya pada waktu mandi jangan basahkan kepala dulu, basahkan bahagian badan.

Ini karena apabila kepala basah dan dingin, darah semua akan mengalir ke kepala untuk memanaskan kepala, logika ‘warm blooded human’ dan jika ada saluran darah sempit, maka dapat terjadi kondisi saluran darah pecah. Ini kerap kali terjadi di kamar mandi.

Berikut cara mandi yang benar :
1. Pertama siramkan air di telapak kaki.
2. Kemudian dilanjutkan dengan segayung di betis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 detik

👉Kita akan merasakan seperti uap/angin yang keluar dari ubun-ubun bahkan meremang, setelah itu lanjutkan dengan mandi seperti biasa.

✅Hikmahnya: Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi dengan air dingin. Apa yang terjadi?
Gelas akan retak ⚡!!!

🚿Jika tubuh kita …. apa yang retak?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap dan dapat membawa maut karena pecahnya pembuluh darah.

🚿Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena ‘stroke’. Boleh jadi kita sering masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain karena cara mandi yang kurang benar.

🚿Cara mandi ini baik bagi semua kelompok umur terutama yang mempunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah.

Silakan dishare, untuk manfaat bersama…

By Dewi

Wahai Istriku Berhentilah Mengeluh, Kisah Sederhana Suami Istri


Kisah sederhana yang akan Anda baca ini merupakan kiriman dari teman grup Medsos, memang merupakan kisah sederhana dari pasangan suami isteri, dan Kissparry setelah membacanya merasa layak untuk di dokumentasikan di blog ini.

Lanjutkan membaca Wahai Istriku Berhentilah Mengeluh, Kisah Sederhana Suami Istri

SOTO BU AMIR, YOSODIPURO SOLO


Copas grup sebelah….

SOTO BU AMIR*

Dalam perjalanan kerja ke Solo, satu hari saya mampir makan di warung soto dekat hotel tempat saya menginap.

Habis Jum’atan saya mampir ke warung soto itu karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung…
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.

“Hemmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak !”

Ketika selesai makan dan mau membayar,
Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.

“Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya.”.. ..
Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak boleh bayar ?

“Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!

Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.

Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk. “Ibu, apa tidak rugi jual soto seharian tidak dapat uang?”, tanya saya setengah menyelidik.
“Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami di kasih rezeki, di kasih untung sama Allah !!!

Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.

Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?

Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar ?

Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami.
Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang !”
Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Jelegerrr.. !!! Saya seperti disambar petir.

Warung soto sebesar ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua!
Malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi.

Saya tidak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, masa Bu Amir tidak mau di kasih dompet secantik ini ?”
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.

“Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik ?”, sapa Bu Amir heran.

“Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima.
Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya.”

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
“Dik, terimakasih hadiahnya.
Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pakai dompet ini saja,
kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada.
Awet banget, utuh sampai sekarang masih bagus.”

Bu Amir menepuk bahu saya.
“Bawa saja pulang dan hadiahkan buat istrimu. Percayalah, istrimu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo.
Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai.
Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik.”
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.

Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala ….

Selamat hari yang berkah

Lokasi di : Yosodipuro dekat museum Pers Solo 👍🏾

by Dewi

Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah


Kenapa Orang Berteriak Ketika Marah?

Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya, mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar, dan saling berteriak.

Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : “Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?”.

Salah satu murid menjawab : “Karena kehilangan sabar, makanya mereka berteriak.”

“Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelah-nya?Bukankah pesan yang ia sampaikan bisa ia ucapkan dengan cara halus ?”, tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.

Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.

Akhirnya sang Syeikh berkata : “Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataannya dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakan tersebut. Karena jarak kedua hati semakin jauh”.

“Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta?” lanjut sang Syeikh.

“Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara kedua hati sangat dekat.”

“Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?”, Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang.
Pada Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi.”

Sang Syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut : “Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh”….

by Pudjiwati @baakk