Permainan Tradisional Engklek Masih Digemari Hingga Kini

Masih permainan mengenang masa kecil, permainan tradisional “engklek” sampai sekarang masih sering kita jumpai, baik di pedesaan maupun di perkotaan, karena permainan ini tidak membutuhkan tempat yang luas atau lapang, bahkan di jalan pun bisa untuk dijadikan tempat bermain.

Engklek atau ingkling berasal dari bahasa Jawa, permainan ini juga berkembang di daerah lain (luar Jawa) dengan nama bermancam-macam, ada yang menyebutnya dengan teklek, sundamanda, lempeng, jlong-jling, dampu, pecle dan masih banyak lagi sebutan engklek, tergantung dari setiap daerahnya.

Engklek atau ingkling yaitu melompat-lompat dengan menggunakan satu kaki, sedangkan permainan engklek atau “ingkling”, melompat pada bidang datar yang sudah kita beri batas garis pola kotak-kotak. Disamping itu setiap pemain juga harus menyediakan ‘gacuk’, biasanya dari pecahan genting, pecahan keramik atau yang lainnya, dan masing-masing peserta harus memiliki gacuk yang bentuknya atau warna berbeda.

Biasanya permainan ini dimainkan sore hari atau pagi hari, oleh sekelompok anak-anak perempuan, meskipun kadang anak laki-laki juga ikut serta.

Area Bermain

Buatlah area bermain seperti ini

Permainan Tradisional Engklek (sumber rumahbacabuku.wordpress.com)

atau seperti ini

Permainan Tradisional Engklek (sumber permainantradisionalindonesia)

atau seperti ini

Permainan Tradisional Engklek (sumber sindonews)

Arena bermain ada beberapa model, menyesuaian dengan kebutuhan dan jumlah peserta. Jumlah peserta terdiri dari 2 – 5 orang setiap arena.

Cara Menentukan Urutan Pemain

Bermain engklek bisa perorangan dan juga bisa beregu, namun kebanyakan perorangan terdiri atas 2 hingga 5 orang. Sebelum bermain dilakukan pengundian dengan hompimpa kalau 2 orang dengan ‘tingsuit’. Siapa yang menang akan main lebih dahulu.

Menentukan pemenang dengan hompimpa, dengan menjulurkan telapak tangan, muka telapak tangan uang jumlahnya paling sedikit adalah yang menang. Apabila ada telapan tangan seorang yang beda maka dia yang menang, tapi kalau ada dua orang maka dilanjutkan dengan tingsuit atau suit, menggunakan jari tangan.

Panjang pendek arena permainan tergantung dengan jumlah pemain, apabila pemain lebih dari 4 orang makan jumlah kotak bisa lebih panjang. Bila lebih dari 5 orang maka bisa dibagi dua atau lebih dengan membuat arena permainan yang baru.

Cara Bermain Engklek atau Sundamanda

Aturan Main

  1. Pemain mati atau tidak bisa melanjutkan permainan apabila gacuk keluar kotak atau pemain menginjak garis.
  2. Apabila pemain mati maka dilanjutkan pemain urutan berikutnya.
  3. Pemain harus melompat-lompat dengan kaki satu atau engklek atau ingkling
  4. Apabila tidak ada Juri atau wasit dalam permainan ini, maka peserta yang tidak sedang main mengamati jalannya pemain lain yang sedang memainkan.

Pemain Pertama Memulai Permainan

  1. Lempar gacuk/buah ke dalam kotak pertama, apabila gacuk keluar dari kotak, maka pemain itu mati, dan diteruskan pemain berikutnya.
  2. Pemain melompat-lompat dengan kaki satu atau ingkling atau engklek pada kotak-kotak yang ada, tetapi apabila kotak itu ada gacuk sendiri, maka kotak tidak boleh diinjak dan harus dilewati. Apabila saat melompat menginjak garis maka pemain ini berarti mati.
  3. Bila lompatan sampai ke kotak berjajar dua, maka kaki harus diturunkan pada kedua kotak itu, kecuali kotak ada gacuk sendiri, apabila ada kotak persimpangan maka kaki melompat-lompat bergantian bertumpu pada persimpangan dan semua kotak harus diinjak.
  4. Hingga kembali ke arah start, apabila sedang engklek kearah start, maka sebelum ketika menjumpai gacuk ada didepannya maka gacuk harus diambil, dan untuk dilempar ke kotak berikutnya.
  5. Pemain pertama terus melanjutkan permainan sebelum gacuk keluar lapangan/kotak hingga kembali ke start atau kotak pertama.
  6. Apabila belum sampai kembali ke start dan gacuk sudah keluar kotak/lapangan maka pemain tersebut mati, dan permainan dilanjutkan oleh pemain giliran selanjutnya.
  7. Apabila gacuk dari kotak pertama start hingga kembali sampai di tempat start belum mati, maka langkah berikutnya pemain ini mendapatkan bonus untuk memiliki rumah, dengan cara berbalik membelakangi lapangan engklek dan melempar ke belakang gacuk, apabila gacuk jatuh di salah satu kotak, maka kotak itu menjadi miliknya atau rumahnya.
  8. Kotak yang sudah menjadi miliki salah satu pemain diberi tanda untuk tidak dilalui pemain yang lain, atau tidak boleh dilempari gacuk. Apabila ada pemain yang tidak bisa melewati rumah/kotak lawan dan gacuk sendiri, maka akan dibuatkan jalan pertolongan, ini sesuai kebijakan pemilik kotak/rumah.
  9. Saat pemain berada dirumahnya maka kedua kaki harus dimasukkan ke kotak rumahnya.

Pemain kedua dan seterusnya… melakukan hal yang sama seperti pemain pertama.

Arena Engklek (sumber alvyanto.blogspot.com)

Jalan Bantuan

Apabila sebagian besar kotak sudah dikuasai sebagai sawah/rumah oleh pemain, sedangkan ada pemain yang belum sama sekali memiliki sawah dan kesulitan untuk melompati sawah/rumah tersebut, atas kebijakan pemilik lahan bisa memberi jalur bantu (atau bantuan jalan) dengan cara membuatkannya di tepi sawah/rumah).

Pemenang

Apabila seluruh kotak sudah dikuasai oleh para pemain sebagai sawahnya, maka permainan selesai. Penentuan pemenang dalam permainan engklek atau sundamanda yaitu barang siapa yang menguasai lahan atau memiliki rumah/sawah paling banyak pada area bermain ini.

Semoga bermanfaat
Pengalaman pribadi masa kecil dan dari berbagai sumber


Baca juga:

Iklan

6 tanggapan untuk “Permainan Tradisional Engklek Masih Digemari Hingga Kini”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s