Cara Sukses Budidaya Kayu Gaharu

Cara Sukses Budidaya Gaharu Menghasilkan dalam 3 – 7 Tahun

Dewasa ini dengan perkembangan kemajuan teknologi di bidang pertanian, gubal atau resin bisa diperoleh tidak harus menunggu 25-30 tahun yang terbentuk secara alami, namun kini gubal bisa diperoleh ditahun penanaman ke 6 dengan diameter 70 – 100 cm.

pohonGaharu copy
Pohon Gaharu (Infogaharu)

Dengan menyuntikkan jenis senyawa mikrobia kedalam badan pohon gaharu untuk membentuk resin, hal inilah menyebabkan sebagian pembudidaya mulai melirik perhatian kepada pohon gaharu karena dinilai sangat menguntungkan dan memiliki prospek harga yang stabil untuk menghasilkan income, disamping pembudidayannya tidak membutuhkan perawatan kusus, yang bisa menghabiskan dana jutaan rupiah.

Logo GLC

Disamping itu selain gubal petani bisa dapat hasil dari okulasi ranting, sampai umur 3 tahun ranting sudah bisa di okulasi harga ranting sekarang di Gaharu Lumajang Community (GLC) berkisar 250.000 perkilo, disamping itu dari daun petani juga bisa menjualnya ke GLC dengan harga Rp. 5000/kg yang kegunaannya untuk teh herbal, tidak hanya itu gaharu umur 3 tahun, biji dari buahnya juga bisa di jual ke GLC dengan harga berkisar Rp. 50.000/kg yang nantinya akan diolah menjadi kopi herbal khusus lelaki dan lain-lain.

Budidaya Pohon Gaharu

Syarat Tumbuh

• Tumbuh optimal di daerah Tropis.
• Tumbuh baik dikondisi dataran rendah, lereng bukit dengan 500-750 meter dpl.
• Tumbuh optimal Struktur tanah lempung berpasir dengan drainase baik.
• Curah hujan 2.000-4.000 mm/tahun.
• Suhu udara optimal 22˚C-28˚C.
• Kelembapan udara 70-80%.
• Menghindari lahan yang tergenang, tanah rawa, lahan dangkal ≤ 50 cm.
• Membutuhkan naungan dan penanaman system tumpang sari untuk menghindari penyebaran penyakit.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan tanaman gaharu dapat dimulai dengan cara membersihkan,meratakan dan mengemburkan dari semak belukar dan rumput liar (gulma) baik mengunakan cangkul atau mesin bajak,selanjutnya pembuatan lubang tanam 1 minggu sebelum dilakukan penanaman dengan ukuran lubang 30 x 30 x 40 cm yang diberi pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 – 3 kg/lubang tanam, dengan jarak tanam fleksibel (3 x 3 meter), (3 x 4 meter) dan (5 x 5 meter) dengan jumlah populasi masing-masing (1100 pohon/ha, 830 pohon/ha, dan 400 pohon/ha).

Persiapan Tanam

Pembibitan Gaharu

Persiapan tanam dimulai dengan menyiapkan bibit gaharu dari bedengan yang telah berumur 7-8 bulan, sehat dan telah melewati tahapan seleksi (sortasi) bibit dengan tingkat pertumbuhan yang seragam, penanaman dilaksanakan awal musim penghujan di pagi hari dengan pola tanam tunggal (monokultur), teknis penanaman bibit gaharu dimulai dengan membawa bibit gaharu ke area penanaman, dilanjutkan dengan merobek polibeg secara hati-hati dan meletakanya tepat dibawah lubang tanam, hingga batas leher akar, kemudian tutup kembali dengan rapat.

Penanaman Gaharu

Bibit gaharu siap tanam

Pemeliharaan
Pohon gaharu sejati bukan tanaman yang membutuhkan perlakukan khusus, di hutan alami Indonesia, pohon gaharu bisa tumbuh secara optimal tanpa campur tangan manusia, akan tetapi untuk lebih mengoptimalkan pertumbuhan dan keseragaman pohon gaharu kedepannya dimungkinkan dilakukan pemeliharaan.

Penyulaman
Bertujuan untuk mengganti bibit gaharu yang mati akibat kekeringan, dimakan dan dirusak binatang, kegiatan penyulaman wajib dilakukan untuk menyeragamkan pertumbuhan agar maksimal, penyulaman dilakukan tidak lebih dari 1 minggu.

Pemangkasan
Kegiatan ini dilakukan pada umur tanaman 3 – 5 tahun, dengan memotong batang bagian bawah yang dianggap menyulitkan pada saat inokulasi mikrobia kedepannya, dan menyisakan 4-10 batang dibagian atas.

Penyiangan
Kegiatan ini dilakukan mengurangi sejumlah gulma (rumput liar) yang bersifat sebagai pesaing dan menganggu pertumbuhan bibit gaharu dengan cara mengkoret dengan cangkul dan penyemprotan pestisida jenis herbisida (racun rumput) apabila dinilai perlu dilakukan di lapangan.pada musim penghujan pertumbuhan gulma terbilang cepat sehingga kegiatan penyiangan perlu dilakukan.

Pemberian Naungan
Diawal pertumbuhan bibit gaharu mengalami fase kritiis 1 – 4 bulan, sebelum tumbuh tegak dan optmal, fase-fase tersebut harus disiasati dengan memberikan naungan yang terbuat dari jerami sebagai atap untuk menghindari terik matahari secara berlebihan.

Pemupukan
Kegiatan pemupukan dilakukan 3 bulan sekali dengan pupuk NPK dengan dosis 5-10 gram/tanaman,yang diberikan secara ditabur tepat di sekeliling tanaman selama 1 tahun memasuki umur ke-2 dan seterusnya, dosis pupuk diberikan bertambah sesuai dengan ukuran batang.

Panen
Panen pohon gaharu bisa dilakukan setelah tanaman memasuki umur tanam 5 tahun, akan tetapi tidak semua pohon gaharu bisa langsung di inokulasi mikrobia, syarat lingkar batang pohon gaharu telah mencapai 70-100 cm dari permukaan tanah minimal 40-50 cm, selanjutnya pilih batang pohon gaharu yang sehat terhindari dari serangan hama dan penyakit.

Kiriman: LikKasjo
sumber: Gaharu Lumajang Community (GLC)
Ilustrasi: Google

Baca Juga: Mengenal Kayu Gaharu dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Iklan

One thought on “Cara Sukses Budidaya Kayu Gaharu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s