Pengobatan Alami untuk Si Mungil, Apa Maksudnya?

Beberapa pertanyaan terkait dengan bayi, yang biasanya masih menyusui ibunya dengan ASI eksklusif, diantaranya sebagai berikut. Herbal apa untuk penyakit yang sering terjadi pada bayi, seperti demam, diare, dan batuk pilek.

Apakah bayi perlu vaksinasi/imunisasi, dan adakah makanan pengganti vaksinasi, bila bayi tidak di vaksinasi.

Dari pertanyaan diatas berikut ini penjelasan yang bisa Anda simak terkait hal tersebut.

obat-batuk-herbal-untuk-bayi
obat herbal untuk bayi (mulaisehatdotcom)

Pertama, untuk sakit diare banyak herbal yang bisa kita gunakan sebagai obat, antara lain: secang, daun jambu biji, teh pekat, habbatussauda, air kelapa, dan madu. Namun, jika bayi Anda masih mengonsumsi ASI, usahakan ibunya saja yang mengonsumsi herbal-herbal tersebut.

obat diare (obatdiare.org)
obat diare (obatdiare.org)

Kedua, soal vaksinasi sudah sering kami bahas dalam beberapa kesempatan. Pada intinya, saya setuju dengan vaksinasi, asal yang halal, thayyib, dan telah dilakukan uji klinis sebelumnya sehingga vaksin tersebut dinyatakan aman. Tidak mengandung bahan-bahan haram yang terkandung di dalamnya.

Ketiga, semua jenis makanan sehat yang Allah ciptakan untuk manusia bisa dipakai sebagai sumber nutrisi dan imunitas bagi bayi. Ada madu, spirullina, kurma, minyak zaitun, habbatussauda, dan Omega 3.

Ada juga tumbuh-tumbuhan dan sayuran yang sehat. Semuanya itu pada akhirnya menyehatkan bayi. Kekebalan tubuh seseorang itu tercipta dari apa yang yang ia makan dan minum dalam kesehariannya.

Jadi, usahakan apa yang dimakan itu menjadi obat dan obat yang dimaksud tersebut menjadi makanan harian. inilah filosofi dasar dalam pengobatan alami.

Keempat, tahnik merupakan salah satu metode “vaksinasi” yang dilakukan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam kepada bayi yang baru lahir. Saat ini memang baru dilakukan penelitian tentang tahnik, namun kita beriman bukan penelitiannya, melainkan kita beriman pada apa yang dilakukan dan disabdakan oleh Rasulullah, yakni bayi-bayi yang baru lahir beliau langsung yang mentahniknya.

Men-tahnik terbaik adalah sang Ayah yang melakukannya langsung. Memang tidak disebutkan memakai kurma apa, tapi jika memungkinkan menggunakan kurma ajwa. Mengenai masalah waktu, setahu saya tidak ada batasan waktunya, kapan saja boleh.

Wallahu’alam bi shawab.

dr Zaidul Akbar.
bersama ruqyah

Kiriman LikKasjo Palembang
Ilustrasi Google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s