Hilangkan Kebiasaan Tidur Setelah Subuh atau Sahur, Apakah Berbahaya?

Dari sudut pandang apapun, kebiasaan tidur setelah shalat Subuh kurang baik, terlebih saat ramadhan berarti setelah makan sahur. Dinamakan kebiasaan berarti tidak pada kondisi tertentu dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Untuk itu mari kita hilangkan kebiasaan ini, dan selengkapnya silakan simak penjelasan berikut ini, yang kami olah dari berbagai sumber.

Pandangan secara Syariat (Agama)

Kebiasaan tidur setelah Subuh atau Sahur kurang baik bagi kesehatan dan sebagian ulama membencinya/makruh.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

“Tidur setelah Subuh mencegah Rizki, karena waktu Subuh adalah waktu mahluk mencari Rizki mereka dan waktu dibagikannya rizki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.”

Kunci utama merubah kebiasaan adalah:
“Mencari kegiatan setelah Shalat Subuh, jika bisa jangan kegiatan sendiri”

Misalnya:
Belajar setelah shalat Subuh di Masjid.
Kepasar setelah shalat Subuh.
Jalan-jalan dengan anak-anak.

Jika memang mengantuk sekali karena alasan tertentu, tunggulah sebentar matahari terbit agar tidak tidur setelah subuh.

Rasulullah ﷺ berdoa,
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh.

Urwah bin Zubair berkata,
“Zubair bin Awwam  melarang anaknya tidur setelah subuh.”

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,

“Di antara yang tidak disukai adalah tidur antara shalat pagi dan ketika matahari terbit, karena  tidur pada waktu itu kurang baik…. sampai-sampai jika seseorang berjalan (safar) sepanjang malam, mereka tidak diizinkan untuk duduk (tidur dan istirahat) SAMPAI TERBIT MATAHARI.

jangan-tidur-setelah-subuh-990x495
Ilustrasi tidur setelah Subuh atau Sahur

Pandangan secara Medis (Ilmiah)

Di bulan puasa, habis sahur memang ngantuk karena perut terisi, tapi jangan langsung tidur, sebab:
Ketika tidur semua organ dalam tubuh akan melambat metabolisme nya, seperti usus dan lambung akan lambat dalam mencerna makanan, akibatnya makanan tidak tercerna dengan sempurna, makanan yang tidak tercerna dengan sempurna akan di “makan” oleh bakteri buruk.

Jumlah bakteri buruk di lambung & usus menjadi dominan, yang mana sifat bakteri ini:
anaerob (miskin oksigen), hasil metabolisme bakteri bersifat asam,
Bakteri akan menghasilkan zat asam nitrit yang bersifat SANGAT ASAM.

Asam nitrit akan meningkatkan derajat keasaman tubuh,
Derajat keasaman tubuh meningkat drastis akan membebani sistem metabolisme tubuh,
Asam nitrit SANGAT, SANGAT, dan SANGAT beracun untuk liver anda!

Liver akan bekerja keras melawan racun,
Sel darah putih akan gencar diproduksi untuk melawan bakteri jahat tadi….
Tubuh akan bekerja keras hanya untuk menghilangkan racun,
Terjadi penumpukan gas racun amonia dalam tubuh anda akibat makanan yang tidak tercerna menjadi busuk dalam usus & lambung anda.

Semua itu terjadi hanya karena …..anda langsung tidur setelah sahur….

Sangat tidak nyaman, tidur lagi setelah subuh kemudian bangun jam 7 atau 8, badan terasa lemah dan mata lelah terhadap cahaya matahari yang seharusnya disambut dengan semangat

Kesimpulan:

Tidur setelah sahur akan berkontra-indikasi terhadap salah satu tujuan puasa:
yaitu ingin sehat,
Tidur setelah sahur merusak liver,
Membuat keberadaan bakteri jahat dalam tubuh jadi dominan,
Menambah derajat PH keasaman tubuh, INGAT, jika PH tubuh anda Keadaan tubuh menjadi an-aerob (miskin oksigen), SEL KANKER AKAN TUMBUH PESAT PADA SEL TUBUH YANG PALING ANAEROB.

Ingat! Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur dan setelah sholat shubuh,
Usahakan lawan kantuk dengan langsung berwudhu dan sholat shubuh dilanjut bertadarus, membaca buku, dan atau berolah raga.

BUKAN HANYA ITU
Tidur setelah makan siang bagaimana?

Sejak dahulu, orang tua kita selalu mengajarkan dan mengingatkan, agar setelah makan tidak pergi tidur, setidaknya 30 menit hingga 45 menit baru boleh tidur, misalnya untuk tidur siang.

Bahkan kita tidak boleh tidur sambil makan atau makan sambil tiduran, katanya apa kalau ditanya “ben ora dadi ulo (biar tidak jadi ular), pokoke ora ilok (pokoknya tidak baik)”, bagaimana kalau sedang sakit, ya supaya diusahakan badan atas lebih tinggi. Ternyata setelah kita telusuri, dengan makan sambil tiduran atau tiduran sambil makan itu rawat keselek atau tersedak. Makanan bisa masuk rongga paru, minum pun juga demikian, apabila dilakukan sambil tiduran maka harus ekstra hati-hati. Akibat fatal keselek tidak akan kami sebutkan disini.

Apabila kita memerhatikan uraian di atas, maka bisa kita tarik garis persamaan, ternyata 45 menit belum cukup. Misalkan makan sahur paling akhir 04.10 pagi dan misalkan matahari terbit pukul 05.40 pagi, artinya waktunya sekitar 01.30 jam atau satu setengah jam. Sehingga kalau makan siang pukul 12.30 maka boleh pergi tidur 14.00. Ah… ini hanya mengandaikan saja. Tetapi tidur atau berbaring setelah makan besar berarti kurang baik bagi kesehatan.

Semoga bermanfaat

Diolah dari berbagai sumber
Kiriman Medsos
Ilustrasi Google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s