4.446 Hektar Kebun Rakyat Kabupaten Musi Banyuasin Diremajakan (replanting)

Hari ini  Jum’at 13 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo secara simbolis akan melaksanakan Peremajaan Kelapa Sawit (replanting) Kebun Rakyat di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Pelaksanaan Peremajaan Kebun Rakyat ini dipusatkan Desa C5 Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

Presiden RI Joko Widodo Penanaman Kelapa Sawit (dok perkebunannew. com)

Seperti yang dilansir buanaindonesia.co.id (11 Oktober 2017), untuk memastikan kesiapan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, meninjau langsung lokasi pelaksanaan acara.

ALEX-_-MUBA
Gubernur H. Alek Noerdin Meninjau Lokasi Acara (dok buanaindonesia.co.id)

Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin meminta kepada pihak Event Organizer (EO) agar mengganti beberapa kursi yang ada di dalam tenda dikarenakan kursi tersebut kurang nyaman untuk diduduki.

“Jangan pakai kursi sofa yang ini, tolong diganti karena tidak nyaman diduduki. Sandarannya terlalu jauh”, ujar pelopor sekolah gratis tersebut.

Selain menyoroti soal kursi sofa, Gubernur juga berharap agar persiapan dapat cepat dimatangkan sehingga tidak menimbulkan kendala di hari H acara, diantaranya sound system, toilet dan makanan yang disediakan catering. Diapun meminta Pemkab Muba melakukan cek ulang.

Secara terpisah, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menjelaskan, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi fokus peremajaan sawit dalam beberapa tahun ke depan. Selain di Sungai Lilin, peremajaan menyisir kebun sawit di Kecamatan Lalan, Babat Supat, dan Keluang. lansiran Tempo.co (12 Oktober 2017)

Peremajaan lahan seluas 4.446 hektare tersebut menjadi proyek percontohan nasional dengan pendanaan dibantu Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD PKS) sebesar Rp 25 juta per hektare. Pemilik lahan tetap menyiapkan dana Rp 25 juta yang harus disetor sebagai uang jaminan.

Sistem Peremajaan tanaman kelapa sawit secara umum ada empat macam, yaitu sistem tumbang serempak, sistem underplanting, sistem peremajaan bertahap, dan sistem tumpang sari (intercropping). Keempat sistem tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.

Keunggulan penggunaan sistem tumbang serempak adalah persiapan lahan dan pengolahan tanah dapat dilakukan lebih intensif, sehingga dapat mengurangi tingkat serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), penyakit Ganoderma boninense serta menyediakan kondisi tanah yang ideal bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawit di lapangan.

Akan tetapi sistem ini dapat menyebabkan hilangnya pendapatan pekebun karena pendapatan produksi dan penjualan tandan buah segar (TBS) terputus sama sekali. Sementara itu, sistem underplanting masih memberikan kesempatan bagi pekebun untuk memperoleh pendapatan dari tanaman tua yang belum ditumbang dan cocok diterapkan pada daerah rawan konflik. Namun demikian, penerapan sistem ini dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman muda, meningkatnya serangan kumbang tanduk dan berkembangnya penyakit Ganoderma.

Pada sistem peremajaan bertahap, pekebun masih dapat memperoleh pendapatan dari produksi tanaman tua yang belum diremajakan. Akan tetapi, sistem ini kurang efektif apabila diterapkan pada luasan lahan yang kecil, seperti pada kebun plasma dan swadaya.

Disisi lain, sistem tumpang sari memberikan alternatif pendapatan melalui produksi tanaman sela, pertumbuhan tanaman muda tidak terganggu, serta residu tanaman sela diharapkan dapat menjadi sumber bahan organik dan membantu suplai hara bagi tanaman muda. Namun demikian, sistem ini memerlukan pengelolaan tanaman sela secara intensif dan tentunya memerlukan teknik dan rantai pemasaran yang tepat agar produksi tanaman sela dapat terserap pasar. (Permentan No. 18/Permentan/KB.330/5/2016).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s