Sebaiknya Pilih Motor Matik atau Bebek

Anda tentu bertanya-tanya, wah Kissparry itu mempermasalahkan motor bebek dan motor matik, khan suka-suka. Bukan kami mempermasalahkan Anda yang punya motor bebek atau motor matik, namun yang Kissparry harapkan bahwa setelah membaca tulisan ini Anda menjadi lebih tahu.

Kalau begitu bagaimana? Oo… kalau Anda punya keduanya juga boleh, namun medan disekitar Anda tinggal seperti apa? Ini akan menjadi acuannya. Dimaksud medan disini adalah kondisi geografis alamnya, misal: pegunungan, dataran, perkotaan, pedesaan yang datar.

Baiklah……, ayo kita ikuti uraian berikut ini.

Sepeda motor merupakan kendaraan yang mendominasi di jalanan Indonesia. Hampir setiap orang memiliki kendaraan ini di rumah yang siap mengantarkan mereka kapanpun ke berbagai tujuan, seperti dilansir dari Solopos.com.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sepeda motor jenis matik lebih diminati masyarakat. Lihat saja, sepeda motor matik merupakan kendaraan yang mudah ditemukan di jalanan.

honda-vario125
Honda Vario 125 (Istimewa)

Model kekinian, bagasi besar, dan cara mengendarai yang praktis menjadi keunggulan bagi sepeda motor matik. Tapi, sebenarnya mana yang lebih aman di antara sepeda motor manual dan matik?

Safety Riding Officer Astra Motor Semarang, Suko Edi, mengatakan, sepeda motor manual alias motor bebek dan matik memiliki fungsi yang berbeda. Sayangnya, banyak orang yang kurang memahami dan menganggap remeh perbedaan tersebut.

“Sebenarnya motor bebek dan matik itu fungsinya berbeda. Tapi, belakangan ini sepeda motor matik sedang menjadi primadona. Kebanyakan orang memilik motor matik karena praktis dan bagasinya besar. Jadi, tidak perlu repot saat membawa banyak barang. Sedangkan motor bebek kan bagasinya lebih kecil dan cara pakainya lebih rumit. Tidak seperti motor matik yang digas saja langsung jalan,” katanya kepada Solopos.com sebelum mengisi penyuluhan safety riding di PT Sari Warna Asli Garment Solo, Sabtu (3/2/2018).

Honda-Supra-X-125
Honda Supra X 125 (Istimewa)

Suko Edi menjelaskan, sepeda motor matik semestinya tidak boleh dipacu dengan kecepatan tinggi di jalanan yang menanjak maupun curam. Sebab, sepeda motor jenis ini didesain khusus untuk jalanan perkotaan yang padat.

“Sepeda motor matik sebenarnya tidak boleh dipacu terlalu kencang, maksimal berkendara dengan kecepatan 60 km/jam. Motor jenis ini juga sebaiknya tidak dipakai di jalan pegunungan seperti Ambarawa atau Tawangmangu yang banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. Sebab, mesinnya memang didesain khusus untuk jalanan perkotaan yang padat,” sambung dia.

Seperti diketahui, sepeda motor matik memiliki ukuran ban yang lebih kecil dibandingkan yang model manual. Selain itu, fungsi pengeremannya berfokus di tangan. Hal inilah yang membuat sepeda motor matik kurang aman jika dipakai melakukan perjalanan jauh dengan medan yang sulit.

“Ban motor matik lebih kecil, jadi kurang luwes untuk bermanuver. Fungsi pengereman semuanya ada di tangan, kalau panas bisa blong, jadi kurang aman dipakai di jalan pegunungan. Risiko jatuhnya lebih tinggi. Mesinnya juga lebih cepat panas, jadi sebaiknya tidak dipaksa untuk melewati tanjakan,” terangnya.

Menurut Suko Edi, sepeda motor manual jauh lebih aman dipakai di segala medan. Dia menyarankan untuk belajar sepeda motor manual terlebih dahulu dibandingkan matik. “Sebenarnya motor manual lebih aman, apalagi bagi pemula. Sebaiknya belajar yang manual dulu supaya bisa mengukur kecepatan saat berkendara. Motor manual lebih lengkap komponennya, ada rem di kaki yang fungsinya sebagai pengendali. Sedangkan rem di tangan sebagai pelengkap saja,” imbuhnya.

aWMotor_WP_20150204_002
Sepeda motor Honda Supra-X Helm-in yang menemani perjalanan Semarang – Magetan

Selain sepeda motor, seorang pengendara juga harus melengkapi diri dengan berbagai perlengkapan keselamatan mulai dari helm berkaca, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. “Saat berkendara sebaiknya pakai celana panjang agar lebih bebas bergerak. Kalau semisal jatuh lukanya tidak terlalu parah. Jangan lupa pakai helm yang berkaca, jaket, sarung tangan menutup jari, dan sepatu menutupi mata kaki. Selanjutnya, pacu kendaraan dengan santai. Utamakan keselamatan daripada kecepatan,” tutup dia.

Akhirnya cukup jelas bukan? semoga bermanfaat.

Artikel ini telah diterbitkan di solopos.com.
(WN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s